Iklan Responsive

Format Perjanjian Jual Beli

Dalam membuat perjanjian jual beli, terdapat format eksklusif yangperlu diperhatikan. Format perjanjian jual beli yg terdapat berlaku secara umum,pada melakukan perjanjian jual beli buat banyak sekali jenis barang. Berikutadalah format perjanjian jual beli yang bisa dijadikan sebagai acum.



Draft Surat Perjanjian Secara Umum
Surat perjanjian adalah surat yg isinya berupakesepakatan antara dua orang atau lebih mengenai sesuatu hal. Tujuan pembuatansurat perjanjian secara generik merupakan menjadi :

  • pembuktian adanya kesepakatan ,
  • pedoman bila terjadi perselisihan di lalu hari
  • untuk memilih wilayah hukum, jika terjadi penuntutan karena keliru satu pihak merasa dirugikan.

Secara generik, pada surat perjanjian terdiri dari 3 bagian,yaitu : (a) Bagian pembuka, (b) Bagian isi, dan (c) Bagian penutup.

a# Bagian pembuka
Bagian pembuka pada surat perlu mencantumkan beberapa halpenting menjadi bagian menurut perjanjian, mencakup :

- nama perjanjian
Nama perjanjian adalah subyek atau permasalahan yangdiperjanjikan. Sebaagi contoh: perjanjian jual-beli, perjanjian kerja, perjanjiansewa dan sebagainya.

- pihak-pihak yang mengadakan perjanjian
Para pihak yang mengadakan perjanjian merupakan orang -orangatau badan -badan aturan yg mengadakan perjanjian. Pihak yg mengadakan perjanjianharus ditulis secara lengkap sinkron dengan identitas dirinya.

Identitas diri tersebut meliputi :
·nama, perseorangan atau badan aturan,
·nomor identitas diri, misalnya : nomor Kartu TandaPenduduk, Paspor, atau Surat Izin Mengemudi bagi perseorangan, serta nomorSurat-Surat biar usaha buat badan hukum
·alamat sinkron bukti yang tertera dalam identitasdiri
·buat siapa serta atas nama siapa dia bertindakdalam perjanjian

- pernyataan kesepakatan

b# Bagian isi
Bagian isi pada pada surat perjanjian merupakan bagian yg isiyamengenai klausa - klausa atau pasal - pasal yang dijanjikan. Bagian isi dalamsurat perjanjian ini, umumnya berisi beberapa hal berikut :
  • Isi/ pasal/ kalusa yang dijanjikan
  • Jangka saat perjanjian yg diadakan
  • Abritase atau cara penyelesaian pertarungan jika terjadi
  • Sanksi bagi pihak yang melanggar perjanjian
  • Penanggung beban biaya - porto yang timbul dampak perjanjian

c# Bagian epilog (Klausa Penutup)
Bagian penutup dalam surat perjanjian ini berisi mengenaipenutup dalam perjanjian, yg di dalamnya memuat beberapa hal berikut :
  • Nama pihak yang mengadakan perjanjian
  • Tanda tangan pihak yang mengadakan perjanjian
  • Tempat serta lepas perjanjian dilakukan
  • Sanksi

Draft Surat Perjanjian Jual Beli
Untuk surat perjanjian jual beli, masih ada draft perjanjiansurat beli yg umum dipakai. Draft perjanjian jual beli pada umumnya memuatbeberapa hal berikut :
  • Nama orang atau perusahaan dan alamat berdasarkan para pihak yang melakukan jual / beli tadi.
  • Nama, jenis atau tipe, kualitas serta jumlah barang yg dibeli serta keterangan barang lain yg diharapkan
  • Cara jual beli, yang dapat berupa :
1). Harga barang
2). Syarat pembayaran
3). Sanksi apabila terjadi keterlambatanpembayaran
4). Cara pengiriman barang,
5). Penutupan asuransi (jikaada).
  • Jaminan bank atau garansi bank (bila diminta)
  • Syarat atau ketentuan khusus, yg bisa meliputi :
1). Mengenai ketentuan returbarang,
2). Mengenai ketentuan penggantianbarang atau penukaran,
3). Mengenai garansi barang,
4). Mengenai cara penyelesaianperselisihan.
  • Tempat serta waktu (tanggal) dibuatnya perjanjian,
  • Tanda tangan dari pihak-pihak yang melakukan perjanjian.

Berikut ini adalah liputan khusus menurut format perjanjianjual beli yg dapat dibentuk.

a# Subyek perjanjian jual beli
Untuk ketarangan subyek dalam perjanjian jual beli, yangdimaksud adalah pihak penjual serta pembeli yang melakukan kesepakatan jual beli.

Dalam perjanjian jual beli tersebut, harus disebutkan nama penjualatau wakil perusahaan yang menjual dan nama pembeli atau wakil dariperusahaan pembeli.

Pihak penjual dalam perjanjian umumnya diklaim sebagai PihakKesatu, sedangkan pihak pembeli umumnya dianggap sebagai Pihak ke 2.

b# Alamat subyek
Alamat subyek di dalamnya memuat pencantuman alamat daripihak penjual serta pihak pembeli. Keterangan alamat ini dicantumkan pada bawahnama masing - masing pihak. Alamat ini krusial buat dicantumkan menjadi alamattujuan korespondensi pada antara para pihak.

c# Obyek perjanjian jual beli
Obyek dalam perjanjian jual beli yg dimaksud merupakan barang(produk) yang diperjualbelikan oleh pihak penjual serta pihak pembeli. Obyek iniharus memuat ketarangan kentara mengenai barang yang diperjualbelikan, antaralain mencakup : nama barang, jenis barang, spesifikasi teknis, rona serta jugabanyaknya barang mau pun warta lain yg dianggap perlu.

d# Peraturan perjanjian jual beli
Peraturan atau ketentuan (kondisi-kondisi) yang harus dicantumkandalam perjanjian bisa meliputi hal - hal yang berkaitan dengan hak - hak sertakewajiban menurut pihak penjual dan pihak pembeli. Peraturan tersebut, dapatberupa :
  • Cara pengiriman barang;
  • Asuransi barang dalam perjalanan;
  • Harga dan pajak terkait penjualan barang kena pajak;
  • Cara pembayaran
  • Klaim atas keadaan barang atau ketentuan pengembalian (return);
  • Sanksi atau penalti atas keterlambatan kedatangan barang,
  • Sanksi atau penalti atas keterlambatan pembayaran.

e# Masa berlakunya perjanjian jual beli
Masa berlakunya perjanjian jual beli wajib dicantumkan dalamformat perjanjian jual beli yg dibuat. Hal ini dilakukan menjadi panduan apakahperjanjian ini menganut satu kali atau terus menerus selama periode (periodewaktu) tertentu.

f# Syarat force majeure
Syarat force majeure adalah suatu ketentuan spesifik yangdi dalamnya mengatur tentang kemungkinan terjadinya situasi atau kondisi di luarkemampuan atau di luar kendali para pihak yg melakukan perjanjian.

g# Tempat penyelesaian masalah
Untuk menuntaskan perselisihan yang mungkin terjadi dandiperkirakan sulit diselesaikan, umumnya para pihak harus menentukan pengadilansebagai tempat penyelesaian perselisihan.

h# Pengesahan perjanjian jual beli
Dalam perjanjian jual beli, pengesahannya dilakukan oleh keduabelah pihak yg melakukan perjanjian. Pengesahan ini dilakukan menggunakan caramenandatangani perjanjian, yg dilakukan oleh masing-masing pihak.

Dalam hal ini, selain tanda tangan, dapat pula dibubuhi dengancap perusahaan. Lalu, perjanjnjian tersebut dapat pula ditambahkan menggunakan meterai senilaiRp 6.000,00. Besarnya bea meterai bisa berubah sesuai menggunakan PeraturanPemerintah/ Keputusan Menteri Keuangan.

i# Tempat serta saat dibentuk perjanjian jual beli
Tempat dan ketika dibuatnya perjanjian oleh ke 2 belah pihakdapat juga dicantumkan pada awal kalimat perjanjian atau bisa pula di bagianpenutup perjanjian.

j# Sanksi dalam perjanjian jual beli
Pada hakekatnya, penandatanganan perjanjian jual beli yangdilakukan oleh ke 2 belah pihak sudah memadai, serta nir lagi diperlukanadanya indikasi tangan dari sanksi-sanksi.

Hal ini sinkron dengan ketentuan bahwa perjanjian antara keduabelah pihak yang melakukan perjanjian adalah hukum. Sesuai yg disebutkan dalamKUH Perdata Pasal 1338 disebutkan bahwa :

“Semua persetujuan yang dibentuk sesuai menggunakan undang-undangberlaku sebagai undang- undang bagi mereka yg membuatnya”


Namun demikian, apabila kedua belah pihak menginginkanadanya sanksi, hal ini dapat dilakukan. Para pihak bisa mengundang dua orangsaksi buat membubuhkan pertanda tangan pada perjanjian tersebut.

Meski saksi bisa asal menurut siapa saja, tetapi akan lebihbaik apabila perjanjian jual beli yg dilakukan dapat dibuat di depan Notaris.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel