Iklan Responsive

Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan

Cara Membuat Bibit Okulasi Dan Sambungan. Benih atau bibit adalah kapital dasar dalam berkebun buah-buahan maupun yang lainnya. Kesalahan pada memilih bibit akan sulit pada memperoleh output yang baik walaupun dikelola menggunakan paripurna. Oleh karenanya untuk menerima output yg aporisma dibutuhkan pemilihan bibit yang baik, entah itu berdasarkan biji juga dari okulasi maupun sambungan.

Bibit Okulasi Dan Sambungan

Apabila Anda ingin membuat bibit secara okulasi maupun sambungan, dan nantinya sanggup mendapatkan hasil yang baik Anda juga harus memilih bibit yang unggul. Nah.. Ini dia langkah-langkah pembibitan butir-buahan unggul secara okulasi serta sambungan  :
  1. Tentukan pohon induk unggul yg akan dibibitkan. Pohon wajib dijaga serta dipelihara secara baik.
  2. Siapkan huma persemaian, apabila dibutuhkan lengkapi menggunakan peneduh.
  3. Siapkan biji butir-buahan buat btg bawah. Penggunaan batang bawah dari bibit setek atau cangkok akan membuat tanaman menggunakan perakaran yang tidak kuat.
  4. Siapkan wahana-prasarana pendukung misalnya pisau, gunting potong, dan tali rafia pembalut.
Buji buat batang bawah diseleksi, pilih biji yang baik serta seragam serta jua sehat. Biji bisa disemai langsung di lahan persemaian ataupun plybag. Bibit baru bisa diokulasi/sambung setelah daun yang mengembang kurang lebih tiga-6 helai atau sudah berumur 4-24 bulan, tergantung jenis tanamannya.

Pembuatan okulsi dapat dilakukan setelah kulit batang bawah bisa dikupas. Akan lebih rupawan dilakukan ketika bibit sedang aktif tumbuh daun belia, sedangkan untuk pembuatan sambungan dapat dilakukan setiap saat.

Pengambilan entres/cabang mata tempel, agar mudah pada pengambilan mata tempel dari kambium kayu cabang entres, usahakan dilakukan selesainya daun tunas mulai menua. Setalah bibit btg bawah dan cabang entres siap, maka mulai dilakukan okulasi serta sambungan.

Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
Okulasi

Cara Membuat Bibit Okulasi
  1. Ambil cabang entres/mata tunas yg baik berdasarkan cabang utama serta sekunder pohon induk yang sudah berbuah dan sehat.
  2. Ambil mata tunas berdasarkan cabang entres menggunakan pisau okulasi menggunakan hati-hati. Ukurannya sama menggunakan celah yg dibentuk dalam bibit btg bawah. Lepaskan kulit kayu yg melekat dalam mata tunas menggunakan hati-hati supaya matanya tidak pecah.
  3. Buat celah dengan mengupas kulit kayu bibit btg bawah dalam ketinggian kurang lebih 20 cm menurut permukan tanah. Lebar celah 0,lima-1 cm menggunakan panjang2-3 centimeter. Potong 2/tiga bagian kulit btg sebelah atas hingga menciptakan pengecap.
  4. Sisipkan mata tunas sempurna di bawah pengecap hingga sisi mata tunas bersentuhan menggunakan kulit celah btg bawah, nir boleh menindih.
  5. Balut mata tunas dengan tali rafia halus hingga rapat. Pembalutan dimulai berdasarkan bawah keatas, menggunakan cara ini mata tunas nir terkena air siraman serta terlindung dari terik mentari .
  6. Buka balutan sesudah mata tunas mulai hayati/tumbuh, umumnya antara 3-6 minggu selesainya okulasi. Tandanya, rona mata tunas permanen hijau, apabila warnanya cokelat berarti mangkat . Selanjutnya batang atas pada atas mata tunas dipatah lengkungan atau ujungnya. Setelah bertunas sepanjang lima cm atau lebih, barulah lalu btg atas dipotong seluruhnya.
Cara-Membuat-Bibit-Okulasi-Dan-Sambungan
Sambung
Cara Membuat Bibit Sambungan
  1. Potong bibit batang bawah dalam ketinggian 10-20 cm berdasarkan tanah, khusus utuk durian lima centimeter diatas cincin (bekas melekatnya kontiledon)
  2. Belah ujung batang bawah sedalam 1-3 cm.
  3. Potong cabang entres (cabang atas) berdasarkan pohon induk, runcingkan/sayat dasar entres pada ke 2 sisi yang berhadapan sepanjang 1-tiga centimeter hingga membentu baji pahat.
  4. Sisipkan batang atas (baji) ke dalam celah btg bawah. Cara menyisipkan harus cermat supaya kambium btg atas menyentuh kambium batang bawah, walaupun hanya satu sisi. Persentuhan kambium merupakan kunci keberhasilan sambungan.
  5. Balut sambungan tersebut dengan tali rafia berdasarkan bawah keatas sampai erat serta kedap.
  6. Tutup (sungkup) bibit yang sudah disambung menggunakan kantong plastik transparan supaya lembab. Kemudian, simpan di bawah naungan. Sungkup dibuka hingga batang atas tumbuh tunas baru, umumnya sehabis 1-1,lima bulan.
Demikian tehnik tentang pembibitan secara okulasi serta secara sambung, mohon maaf jika poly salah kata, semoga bisa bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel