Iklan Responsive

Menghitung Jumlah Peserta Reuni 212 dengan Map Developers

Ada poly tools pada internet yg sebenarnya sangat membantu memecah kebuntuan. Kadang kala kita dihadapkan pada satu perdebatan. Soal jumlah contohnya. Sejak 2019 kemudian perdebatan soal jumlah ini ramai pada sosial media khususnya wacana aksi damai 212.

Saya nir hendak membahas soal aksi tersebut. Tutorial mengambilnya sebagai model buat memperkenalkan alat bernama Map Developers. Alat sederhana ini mampu dipakai siapa saja buat menunjukan klaim yang diragukan kebenarannya.
Saya menduga klaim jumlah peserta 212 diragukan lantaran banyaknya versi yg ada. Pembuktian dalam artikel ini nir ditujukan buat membantah atau membenarkan klaim yang ada. Tapi sebagai masyarakat umum yg melek teknologi, baiknya kita mencoba mana versi jumlah yang mendekati kepastian.

Di era serba cepat serta canggih ini, fakta mengalir deras seperti air bah. Dengan taraf literasi yg kurang memadai, poly yang menelan mentah-mentah segala liputan yang diterimanya. Padahal belum tentu yang disampaikan itu benar adanya. Jika sudah begitu, maka menggunakan mudah orang terpengaruhi hoaks.
Tema fact and hoax ini sengaja TUTORIAL hadirkan buat mempernalkan beberapa tools yang bisa digunakan buat memverifikasi satu kabar. Itung-itung, buat kalian yg senang mencari kebenaran akan relatif membantu. Tapi jikalau mau menelan segalanya begitu saja, itu jua pilihan sih.

Merujuk Teori Herbert Jacob
Untuk menghitung jumlah isi satu bidang, yang wajib diketahui terlebih dahulu berukuran bidangnya. Ini sebenarnya rumus matematika sederhana yg telah dipelajari sejak di bangku sekolah dasar. Dari ukuran itu kita mampu menghitung kapasitas bidang tadi menggunakan ukuran benda yang hendak di masukkan.
Hal serupa pula terjadi buat orang. Herbert Jacob seseorang guru di Universitas California pernah menerapkan perhitungan sederhana ini. Ia menghitung massa perang Vietnam tahun 1960. Tolak ukurannya dari luas wilayah yang dia lihat pribadi.

Memprediksi berapa jumlah orang yang hadir dalam satu kerumunan hanya perlu mengetahui luas wilayahnya. Jika kawasan tadi sudah terukur menggunakan baik, maka jumlah massanya menggunakan mudah diketahui. Karena setiap petak yg dipijaki orang memiliki berukuran paten.
Soal berukuran pijakan ini akan tidak sama sinkron kepadatan. Cara hitungnya juga mudah. Dengan membandingkan jeda satu orang menggunakan orang lainnya dalam bidang tersebut. Ukuran generik yg digunakan perancang bangunan, homogen-rata buat satu pijakan orang agar bebas beranjak seluas 95 cm atau 3,1 kaki.

Sementara buat berukuran yang sangat padat. Kita asumsikan selebar satu anak tangga. Antara 25-35 cm atau 0.8 sampai 1.1 kaki. Pada pijakan ini menggunakan homogen-homogen tinggi badan orang Indonesia 165, berat 65 kilogram telah sangat sesak. Sehingga berukuran jeda sangat padat sekalipun nir memungkinkan orang berdiri menggunakan jarak 0.8 kaki.
Untuk menghitung pijaka yang padat sekalipun dengan mempertimbangkan lebar homogen-homogen orang Indonesia, saya merogoh jeda dua.lima kaki atau 76 cm. Ini sudah cukup manusiawi meski akan permanen terasa sesak bagi yg memiliki bobot badan lebih lebar.

Tapi dengan mengetahui ukuran paten kerumunan orang itu, kita sanggup menghitung jumlah keseluruhannya. Hal yg perlu dicari adalah luas tempat yang dipadati massa. Lantaran aku tidak melihat aksi 212 secara langsung di lokasi, maka saya memakai pelaksanaan buat menghitungnya.

Pakai Map Developers
Untuk menghitung luas bidang yg dipadati insan saat aksi 212, aku memakai indera Map Developers. Tools perdeo yang bisa dipakai siapa saja. Jika mau menghitung sendiri silahkan berkunjung ke web site mereka pada //mapdevelopers.com.
Peta yang digunakan pada pelaksanaan ini merujuk Google Maps. Untuk menghitung luas, silahkan cari nama lokasi yg hendak dihitung. Lantaran kita mengambil contoh aksi 212 pada Monas Jakarta, jadi aku mencari daerah tersebut.

Tapi sebelum memasukkan nama tempatnya, terlebih dahulu pilih menu Map Tools serta klik Area Calculator. Ini akan membantu kita menghitung luas wilayah yg kita pilih. Setelah peta Monas timbul. Silahkan mengambar area-area yg dikira-kira dipadati orang.

Pekerjaan ini memang harus manual. Saya mencoba 2 kali menggambar menggunakan wilayah arsir yang tidak sama.
Gambar yang pertama, hanya mengambil jalan yg akbar pada sekitar Monas sampai ke jalan Medan Merdeka. Itupun hanya sebagian. Asumsinya tempat ini yang sangat padat. Saya mendapati luas wilayah yang aku blok 181.597 meter persegi atau 1.954.691 kaki.

Gambar yg kedua, saya memblok kawasan yang lebih luas. Bagian tengah Monas permanen saya hitung buat mengakali beberapa daerah yg nir sempat yg perhitungkan. Seperti sayap-sayap jalan di dalam tempat Monas. Hasilnya saya menemukan 281.936 meter persegi atau tiga.034.738 kaki.

Dari dua gambar menggunakan luas daerah yg bhineka itu kita bisa mudah menghitung berapa jumlah massa yg hadir.
Gambar 1: Saya menghitungnya menggunakan dua asumsi jeda manusia yg dijelaskan di atas. Pertama jarak normal 3.1 kaki, maka jumlah massa yg hadir mencapai 630.545 orang. Untuk jarak 2.5 kaki maka jumlahnya sebesar 781.867 orang.

Gambar dua: Masih menghitung menggunakan dua asumsi jeda. Untuk tiga.1 kaki, maka jumlah massa yg hadir sebesar 978.947 orang. Dengan kepadatan 2.5 kaki serta merata pada seluruh daerah maka jumlah orang diperkirakan mencapai 1.213.895 orang.
Jika ingin lebih ekstem menghitung jarak setiap orang 25 cm atau 0.8 kaki, maka jumlah massa yang hadir sebanyak 3.793.422 jiwa. Tapi rasa-cita rasanya ini sangat tidak lumrah, lantaran pada kondisi jeda 25 centimeter mustahil orang-orang bisa berjalan. Kondisinya sudah sangat padat.

Kesimpulan akhirnya, jumlah yg hadir tidak bisa dipastikan berapa poly. Tapi menggunakan menghitungnya menggunakan ilmu dasar dan donasi Map Developers. Ada nomor yang manusiawi buat jumlah kerumunan itu. Dengan begitu kita bisa menimbang mana nomor yang lumrah serta ngeyel.

Besok-besok bila ada yang yg menjamin sesuatu, jangan sungkan-sungkan menghitungnya sendiri. Aksi hening 212 yg dijadikan model di atas hanya untuk memudahkan menilik Map Developers. Hitungannya pun sanggup meleset. Lantaran kita seluruh tahu hanya Tuhan yg punya hitungan pasti.
Salam Damai.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel