Iklan Responsive

Apa Puncak Tertinggi Karir Seorang Blogger

Akhirnya menulis lagi buat TUTORIAL. Saya yakin sudah tiada yg rindu. Terlalu usang blog ini teronggak, nir terurus dan aku biarkan berkelana sendiri. Seperti air, dia mencari jalannya sendiri. Mentok paling-paling akan jadi kubangan.
Yup. Im Back.

Tapi saya balik dengan satu pertanyaan besar . Apa sesungguhnya puncak karir seseorang blogger?. Mungkin ada yg menilai, kesannya saya pasrah. Apakah TUTORIAL seterpuruk itu hingga pertanyaan sinis itu timbul. Bisa ya, sanggup tidak. Tergantung melihatnya berdasarkan mana.

Jadi begini. Sejak TUTORIAL saya buat (masih dalam bentuk blogspot) 5 tahun 284 hari yg lalu. Tepatnya hari ini 22 Februari 2020, Telah tercipta ratusan ribu postingan yang tayang sejauh ini.
Sepanjang bepergian Tutorial terdapat masa aku benar-benar down. Tidak bisa menulis dan berbuat banyak. Selain porto yang terus keluar. Untuk kopi serta wifi di cafe-cafe. Hingga membayar domain setiap tahun. Jika dihitung jumlahnya memang tidak seberapa. Tapi tetap mengempeskan kantong.

Ada pula masa-masa aku sangat bahagia. Ketika seseorang tiba serta berkomentar lalu kami berdiskusi panjang lebar. Saya merasa dibutuhkan. Apa yang saya tuliskan memberi manfaat. Minimal jadi bahan diskursus orang-orang.

Total, sudah 917 komentar yg aku tayangkan pada blog ini. Banyak jua yg akhirnya saya buang di spam. Rata-rata tercipta 2.000 tampilan halaman (pageviews) perhari. Dengan total Pageviews all time menurut laporan di dasbor sebanyak 4.506.495 kali. Ingat, ini posisi per hari ini.

Kalau mengintip laporan Google Analytics, jumlah tampilan halaman sepanjang ketika nir jauh tidak selaras. Tapi user atau pengunjung yang telah singgah pada Blogooblok mencapai 1.981.885 orang. Dengan durasi rata-homogen mereka membaca postingan selama 1 menit 49 dtk. Bounce Rate-nya pun tidak mengecewakan sangat, bercokol pada 68.77%.

Data-data itu bisa saja berbohong. Tapi berbohong pun tiada gunannya. Karena jikalau wajib membandingkan dengan blog lainnya, capaian Tutorial masihlah cetek. Masih pada kategori blog pemula.
Namun jika ditanya, apakah aku bangga. Tentu bangga dong. Tapi belum tentu saya puas. Apabila melihat secara akurat data-data pada atas, akan sangat kelihatan bila 2020 jadi tahunnya Tutorial. Andaikan sukses itu dievaluasi menurut trafik, maka tahun itu sangat cemerlang. Karena memang saya menongkronginya.

Tahun 2018 seperti mati suri. Karena berkomitmen itu ternyata benar-benar sulit. Mungkin itu juga yang menciptakan poly orang terus menjomblo.
Sebenarnya, aku selalu ingin pulang ke sini. Menulis yang banyak. Berbagi pengalaman. Berbagi pengetahuan. Memberi arahan dan menjadi-sebagainya. Nyatanya, jadi blogger full time itu tidak mudah. Alhasil aku harus mengambil job pada loka lain.

Membagi waktu pada dunia kerja dan blogging susah susah mudah. Walau nyatanya job yg saya ambil juga terdapat kaitannya dengan internet. Tapi yg seringkali menciptakan saya urung menulis di sini adalah para pembajak. Mereka terus berkeliaran serta tidak mengenal ampun. Mereka seperti permen karet yg sekali menempel di rambut susah hilangnya.
Tapi biarlah. Itung-itung sedekah pengetahuan pada mereka. Pun kalau akhirnya artikel yg diambil menurut sini lebih terkenal itu baik buat dia. Pesan aku hanya satu, ingat bersedekah.

Selain para pembajak yang tidak kalah mengganggu saya, merupakan soal penghasilan. Saya tidak seperti blogger kebanyakan yg sanggup gampang beternak blog. Dulu sempat mencoba. Ternyata sulit. Membuat karya itu tidak gampang. Untuk satu postingan ini saja aku menghabiskan satu jam lebih.

Mungkin mendapat poly iklan jadi solusi. Memang tawaran tiba berdasarkan banyak daerah. Dengan penawaran yg menggiurkan. Tapi konten yang mereka ajukan tidak menyenangkan saya. Banyak yang aneh-aneh. Situs pembesar apalah, sampai mesin uang yg pungkasnya sanggup memperkaya dalam semenit.
Dude. It's not easy to make money.
Saya sudah menjalani blogging sejak 2005 serta belum kaya-kaya pula hingga kini . Entah telah berapa poly mesin uang yg ucapnya mampu memperkaya pada saat singkat. Nyatanya, itu hanya bualan. Kalau nir kerja keras serta cerdas, gunung yg tinggi tidak akan terdaki.

Karena alasan itupulalah yang mengilhami saya menulis ini. Mempertanyakan, zenit karir sebagai blogger. Apakah duit bisa jadi berukuran kesuksesan seorang blogger. Atau ada bentuk lain dari puncak karir itu.
Mengapa aku menanyakan itu, lantaran rata-homogen postingan yg populer di Blogooblok selalu terdapat kaitannya dengan uang. Saya lama -lama berpikir, benarkan blog ini hanya jadi ladang mencari uang. Bukan lagi buat membuatkan pengetahuan atau pengalaman.

Atau memang telah seterpuruk itu pikiran kita kala membentuk blog. Yang dahulu diciptakan merupakan bagaimana membentuk uang. Bukan bagaimana membentuk karya yang mengedukasi dan membantu memecahkan perkara banyak orang.

Karena apabila demikian, aku akan semakin sulit menjawab pertanyaan zenit karir seorang blogger. Ujung-ujungnya pastilah income, akan tetapi pengalaman harusnya lebih diutamakan. Kalau banyak blogger yg akhirnya jadi penulis akbar, pembicara sana sini atau bahkan jadi pakar dibidangnya, itu sungguh luar biasa.
Tapi bagi aku semua pertanyaan itu masih sumir. Akan kemana Tutorial?.
Saya pernah menulis mengenai potensi blog yg kita buat 10 tahun kemudian.

Itu 2019 lalu. Kala itu aku menganggapnya menjadi investasi pada masa depan. Bisa jadi akan bernilai sangat tinggi saat masanya datang. Tapi segala yang dimasa depan masihlah rahasia.
Saya mungkin akan membarui banyak hal mengenai konten di blog ini. Tidak melepaskan paras lama mengenai blogging. Tapi sedikit berekperimen dengan konten yang lain. Tentang apa saja untuk bersaing di tahun 2019 akan segera datang. Kita bersua di ketika itu.

Kembali pada pertanyaan semula, aku yakin setiap orang punya jawabannya sendiri-sendiri. Tidak terdapat jenjang karir yang niscaya buat blogger. Tapi capaian tentu saja bisa bhineka. Kalau mau mendengar nasihat saya, "blogger itu bukan jalan pintas, jalani saja bila engkau melihat terdapat kebaikan pada sana." Begitu. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel