Iklan Responsive

Strategi Dasar Untuk Membangun Media Online di Tahun 2020

Seorang sahabat pernah bertanya pada saya, bagaimana caranya membangun media online yg punya impak relatif akbar pada masyarakat, sekaligus punya keuntungan secara bisnis serta stabil pada jangka ketika yg panjang.

Pertanyaan ini tidak gampang buat dijelaskan. Terlebih aku paham bagaimana gejolak bisnis pada media online. Belum terdapat istilah stabil akan tetapi jua punya peluang yg cukup besar di masa depan. Semuanya masih akan baik-baik saja dari kita mampu membaca arah perkembangan dan hasrat pembaca.

Bertolak dari pertanyaan itulah, saya memberanikan diri menulis postingan ini. Berharap pula sanggup membantu lebih poly orang. Bukan hanya yg berniat membentuk media online seperti yg umum diketahui, tapi jua buat para blogger menggunakan banyak sekali platform yang digunakan.

Namun sebelum jauh membahas taktik editorial atau taktik membuat konten yang akan diulas disini. Saya ingin menekankan apa yang dimaksud dengan media online. Jika merujuk dalam pernyataan Syamsul M. Romli dalam kitab Jurnalistik Online: Panduan Mengelola Media Online (Nuansa, Bandung, 2012) maka akan didapatkan pengertian misalnya berikut:
Media Online merupakan produk jurnalistik online. Jurnalistik online –diklaim pula cyber journalisme– didefinisikan wikipedia sebagai “pelaporan kabar atau insiden yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet”.

Namun pengertian lain menurut media online lebih luas lagi. Bukan hanya soal karya jurnalistik saja, akan namun semua format media yg hanya sanggup diakses melalui internet mampu mengkategorikan media online. Intinya, semua wahana komunikasi yg dilakukan secara online dikategorikan media online.

Maka email, mailing list (milis), website (termasuk website kabar), blog, media sosial misalnya WhatsApp, Facebook serta lain-lainnya jua masuk dalam kategori ini. Yang artinya, pembahasan pada goresan pena ini bisa mencakup semua aspek. Utamanya kepada blogger dan media online khusus buat karya jurnalistik.

Tulisan ini akan dibagi sebagai beberapa bagian, pertama soal taktik editorialnya atau kontennya, kedua soal strategi marketing atau pemasarannya serta ketiga soal teknikal strategi. Karena pembahasan ini akan sangat panjang, semuanya nir akan dimasukkan dalam satu postingan.
Pada strategi editorial ini, kita akan mempelajari bagaimana menaikkan isi konten, membentuk konten yg baik sebagai akibatnya mendapat penghargaan, ambisius tapi permanen realistis. Kita pula akan mengetahui bagaimana mengatur konten yg baik menggunakan istilah kunci yang relevan buat kepentingan SEO.

Kenali Pasar Yang Anda Targetkan
Sebelum benar-benar terjun membangun media online, Anda wajib terlebih dahulu memahami pasar apa yg Anda targetkan. Melakukan riset mini -kecilan akan lebih baik. Utamanya soal istilah kunci apa yang ingin disasar. Ada dua hal yang perlu Anda pahami sebelum membuat produk.
  1. Produk yg nantinya Anda lahirkan, sanggup saja telah pernah ada sebelumnya. Maka kompetisi pada pasar ini akan akbar. Anda harus mampu menyakinkan diri bahwa produk Anda jauh lebih baik menurut yang sudah ada. Intinya Anda harus menjadi yg terbaik.
  2. Menciptakan pasar baru menggunakan konsekwensi yang akbar. Apabila memilih jalan ini, maka Anda perlu lebih inovatif dan berani merogoh resiko. Memang nir terdapat kompetisi, akan tetapi bila produk yang Anda buat berhasil maka Anda akan melahirkan kompetisi bagi pesaing lainnya.

Catatannya, jika Anda memilih jalan yang pertama, serta hasilnya kurang baik atau setara menggunakan kompetitor, maka permainan berakhir. Sebaiknya, Anda merogoh resiko menggunakan menciptakan sesuatu yg lebih baik serta bermakna. Bahasa kasarnya, jangan seperti blogger atau media online abal-abal yg taunya hanya copy paste.

Rumusnya merupakan ketika penetrasi pasar mampu diukur, maka proporsi pembaca yang tertarget juga sanggup diukur. Begitu pula riset pasar yang baik akan membantu Anda memahami lingkungan usaha yg Ada. Dengan begitu strategi bisnisnya sanggup dibangun sedari awal.

Cara Mengukur Pasar Yang Ditarget
Untuk mengukur pasar yg ditarget, kita mampu melakukan banyak cara. Salah satunya menggunakan menciptakan survei kecil-kecilan melalui sosial media. Atau jikalau Anda punya dana lebih bisa memakai jasa survei yang telah terdapat. Tujuannya buat memetakan kesukaan pasar dan apa yg sedang mereka inginkan.
Namun cara yang paling mudah yang mampu Anda lakukan menggunakan menanyakan sendiri apa yg Anda butuhkan. Salah satu alat yg sanggup digunakan buat melakukan survei ini merupakan memetakan harapan sendiri memakai empathy map atau peta ikut merasakan. Peta ikut merasakan ini juga bisa Anda gunakan buat orang lain yang Anda tanyai.

Keterangan:
Dalam empathy map ini ada enam hal yg wajib dipetakan.
  1. Apa yang orang pikirkan: Pertanyaan ini buat mencari memahami apa yang sahih-sahih bagi meraka relatif krusial diketahui. Apa kesukaannya, kekhawatiran serta aspirasi mereka. Usahakan jawaban yg ditulisakan berlatar belakang produk yang sedang Anda rintis.  
  2. Apa yg mereka dengar: Pada pertanyaan ini kita ingin mencari tahu, apakah mereka cukup terpengaruh dengan istilah-istilah berdasarkan sahabat, atasan atau bos atau imbas berdasarkan manapun yang mereka jadikan rujukan.
  3. Apa yg mereka lihat: Apakah mereka tertarik buat melihat gosip lingkungan misalnya, atau politik serta lain sebaginya. Intinya apa yg berdasarkan mereka ingin diketahui dan disaksikan. Ini penting untuk menentukan tema apa dan layanan seperti apa yg dihadirkan nantinya.
  4.  Apa yang mereka katakan serta lakukan: Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya buat mencari tahu soal sikap mereka dimanapun berada, bagaimana penampilannya, bagaimana sikapnya menggunakan orang lain serta sebagainya.
  5. Rasa sakit: Hanya buat mengetahui apa yg mereka takutkan, yang membuat mereka putus harapan atau menurutnya menjadi hambatan.
  6. Harapan: Untuk pertanyaan ini kita ingin mencari memahami apa yang mereka butuhkan dalam media online, berukuran keberhasilan dan kendala apa saja yang mungkin muncul dikemudian hari.
Pertanyaan diatas hasilnya lalu dikelompokkan sinkron dengan jumlah data yg masuk. Kita akan menerima konklusi dari survei kebutuhan ini yg sanggup dijadikan rujukan buat membentuk media online baru. Setelah membuat data ad interim, selanjutnya kita kelompokkan dalam versi yg lebih tertata.

Data diatas sanggup dikelompokkan lagi sebagai empat bagian sebelum akhirnya benar-sahih memciptakannya menjadi produk. Namun kali ini kita bandingkan dengan kompetitor lainnya. Misalnya blog A serta blog B punya segmen yang nyaris sama, maka kita teliti kemudian menjawab empat gerombolan ini.

Strengths/Kekuatan
Pada kolom ini kita wajib menulis semua kekuatan yg kita miliki, begitu jua menggunakan lembar kuisioner lainnya, tulis kekuatan blog atau media online lainnya. Jika punya data yang memadai, jika perlu tulis sampai ke akar-akarnya contohnya kekuaran engine apa yg kita gunakan dan mereka pakai.

Weaknesses/Kelemahan  
Setelah menulis kekuatan, selanjutnya kita menulis daftar kelemahan produk kita. Misalnya, akses yang lambat, tampilan yang kurang baik atau konten yang tidak mendidik. Semuanya harus diukur dengan jujur. Usahakan jangan memuji-muji produk Anda terlebih dahulu. Ini penting buat membentuk produk yang lebih baik nantinya.

Opportunities/Peluang 
Anda pula harus menulis peluang apa saja yang produk Anda miliki. Sekali lagi usahakan semuanya dicermati secara merata dan objektif supaya sanggup dipetakan langkah apa yang nantinya ditempuh untuk mendapatkan peluang tadi.

Threats/Ancaman
Hal ini jua krusial. Menjalankan bisnis media online bukan berarti tidak memiliki ancaman. Salah satu ancaman berfokus yang terdapat pada internet merupakan hack. Selain ancaman secara online, Anda jua mampu menulis ancaman secara offline. Ini buat memberi proteksi kepada produk Anda kedepannya.

Jika telah melakukan berita umum serta pengelompokkan diatas. Maka kita akan memiliki banyangan, media online atau blog misalnya apa yg orang lain butuhkan. Selain memakai metode survei diatas. Kita jua mampu memakai data yang dihasilkan dari Google.

Penelitian ini krusial supaya kita punya target pasar yang tetap. Lantaran jika eksklusif bermain di usaha ini tanpa persiapan yang memadai, kemungkinan gagalnya relatif besar . Apalagi jika modal yg dimuntahkan relatif memadai. Saya menyarankan supaya melakukan pengukuran pasar terlebih dahulu.

Setelah pasar yg kita sasar terlihat, saatnya masuk ke menciptakan konten yg relevan menggunakan pembaca yang kita inginkan. Lantaran pembahasan ini cukup panjang, untuk ulasan tersebut akan dilanjut pada postingan selanjutnya. Semoga sejauh ini semua yg aku jelaskan diatas mampu dipahami menggunakan baik.
Jangan Lupa Bahagia!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel