Iklan Responsive

Panduan Menggunakan Google Data Studio

Baru-baru ini TUTORIAL mendapat undangan buat mencicipi layanan baru Google bernama Google Optimize 360. Produk yang akan diluncurkan secara periode oleh Google Oktober 2019 mendatang ini telah mampu dipakai beberapa bagian. Terutama Google Data Studio.

Google Optimize 360 sendiri punya versi premium menggunakan nama Google Optimize 360 Suite. Aplikasi yang dikembangkan dari produk Google Analytics ini terintegrasi eksklusif menggunakan produk lain, seperti Data Studio, Tag Manager, Optimize dan Analytics.

Postingan kali ini, kita hanya akan membahas tentang Google Data Studio. Pembahasan ini mungkin akan sedikit panjang, jadi aku harap, teman-teman duduk anggun dan mempelajarinya secara akurat. Saya jamin, ini akan memberi eksperiens baru pada menyajikan data secara visual.

Apa itu Google Data Studio?
Google Data Studio merupakan layanan yang disediakan Google buat menganalisa data dan memvisualisasinya pada bentuk laporan. Dimana laporan itu bisa disusun menggunakan indah dan dibagikan kepada pengguna lain. Semua data yg dimunculkan hadir pada satu tempat saja.
Layanan yang diluncurkan Google pertengahan Mei 2019 ini buat tahap awal hanya sanggup dipakai sampai lima laporan saja. Untuk mengaksesnya Anda harus terhubung dengan Google Analytics atau tag menager. Saya yakin, sahabat-sahabat blogger pada Indonesia telah akrab dengan Google Analytics.

Data Studio sudah tentu berbicara mengenai data. Kita mampu menyajikan data dalam eksplorasi visual. Bagi aku ini merupakan indera yang sangat keren buat menyusun data-data. Apalagi bagi pelaku usaha online yg sangat bergantung dengan konsumen. Melalui Data Studio kita sanggup beresonansi secara mudah.
Data Studio sanggup diakses dengan URL //www.google.com/analytics/data-studio/ atau //datastudio.google.com.

Ikhtisar Google Data Studio
Data Studio mempunyai 3 keunggulan yang berdasarkan saya sangat penting. Pertama Connect, Visualize dan Share. Dengan Google Studio kita mampu terhubung menggunakan sumber data dan memvisualisasikannya kemudian membaginya. Ini merupakan layanan yang dibutuhkan banyak orang.

Connect: Hal pertama yang harus dipersiapkan saat memakai Data Studio merupakan connect atau hubungkan. Ada banyak hal yang mampu dihubungkan dengan Data Studio, mulai menurut Google Analytics, Youtube Analytics, adWords, Attribution 360, Google Sheets, MySQl, Cloud SQL sampai BigQuery.

Visualize: Setelah terhubung menggunakan sumber data, selanjutnya membuka kanvas dan mulai menghubungkan titik-titik. Bahasa kerennya, mulailah mendesing apapun yang Anda butuhkan. Kerennya lagi, lantaran menciptakan grafis ini sanggup dilakukan beserta-sama dengan orang dibelahan global manapun. Hal ini seperti yg ada dalam Google Docs, Sheets dan Google Slides.

Share: Hasil kerja kita pula sanggup dishare secara langsung. Bisa dishare menggunakan kemampuan hanya dilihat oleh orang, atau mampu diedit orang lain. Itulah yang dimaksud dengan bekerja beserta buat menghasilkan laporan terbaik.
Tampilan Homepage Google Data Studio seperti gambar dibawah ini:

Tampilan ini cukup sederhana serta mudah digunakan. Di bagian menu ada empat disebelah kiri serta tiga disebelah kanan. Sebelah kiri terdapat All atau seluruh data yang ada pada Google Studio, Owned by Me, laporan yang telah kita untuk, Share Wihh Me, laporan yang dibagikan ke kita dan Srash, laporan yg telah dihapus.

Sedangkan disebelah kanan terdapat tombol Search tentu saja buat mencari arsip atau laporan, AZ buat mengurutkan pencarian dari kriteria dan tanda seru buat mengirim feedback ke Data Studio.
Sementara buat aplikasinya hanya ada dua, yakni Reports atau laporan serta Data Sources. Dibawahnya terdapat video tutorial cara penggunaan. Report memberitahuakn semua file yg terdapat. Untuk mulai memvisualisasi data, pilih Data Sources. Tampilan pertama kalinya seperti gambar dibawah ini.

Anda harus mengkoneksikan data yang ingin divisualisasi. Misalnya Google Analytics. Anda akan diminta mengkonfirmasi akun yang dipakai sama dengan akun yang membuka layanan Data Studio. Setelah terhubung maka tampilannya seperti berikut.

Ada empat hal yg wajib diperhatikan:
  1. Create a calculated field: Pada bagian ini kita dapat menciptakan metrik baru berdasarkan formula yg lain. Atau mengubah satu atau lebih metrik yang ada sekaligus. Ada poly pilihan operator yg tersedia, surat keterangan sanggup ditinjau melalui daftar ini.
  2. Field type: Pada bagian tipe file kita bisa memilih format serta jenis metrik yg tersedia. Berikut adalah jenis-jenis metrik yang tersedia: Numeric, Text, Date & Time, Boolean, Geo. Dimana bagian-bagian itu masih mempunyai turunan masing-masing. 
  3. Field aggregation: Kita mampu memilih agregasi metrik yang harus dipakai. Misalnya, apabila metrik Anda adalah rasio misalnya Konversi, Anda harus memakai homogen-rata, apabila nilai absolut seperti sesi, Anda wajib memakai Sum. Tapi pilihan ini kadang nir muncul, lebih sering hanya Auto dan None. 
  4. Create report: Tombol ini membawa kita pada ventilasi baru buat mulai berkreasi. 
Sebelum kita lebih jauh menjelajahi cara membuat laporan, saya ingin mengembangkan sejenak indahnya bekerja menggunakan Data Studio. Selain fakta bahwa kita dapat memasukkan data berdasarkan sistem lain, kita juga bisa menggunakannya. Salah satu yang saya sukai dalam Data Studio, adalah kita mampu menggunakan sumber data pada tiga strata yg tidak sama:

Tingkat Laporan: Komponen ini menjadi yg mempunyai level tertinggi pada rantai penyusunan Data Studio. Dengan melampirkan asal data ke Laporan yg terdapat, kita sanggup menggunakannya pada semua page. Biasanya kita mempunyai beberapa asal yang tertaut pribadi menggunakan laporan. Tapi kita hanya sanggup memiliki satu sumber data sebagai default. Dalam hal ini, asal data nir diatur dalam Laman atau Bagan tingkat.

Tingkat Halaman: Komponen yg terdapat ketika melaporkan ini, memungkinkan kita tetapkan asal data ke pada halaman. Kita bahkan mampu membuatnya default untuk halaman tertentu, bahkan jika Sumber Data lain ditetapkan menjadi default dalam Tingkat Laporan.

Tingkat Grafik: Sebuah representasi grafis menurut data pada Halaman, komponen ini menjadi yang paling terendah. Fleksibilitasnya buat mengatur Sumber Data buat Charts tertentu dan mempunyai keuntungan akbar saat membentuk dashboard buat beberapa situs web, negara, unit bisnis atau departemen.

Cara Membuat Laporan: Visualisasi dan Kolaborasi
Setelah mengkoneksikan asal data, selanjutnya kita masuk dalam bagian pembuatan laporan atau dibagain editor interface map. Pada bagian ini ada banyak toolbar yang memiliki fungsi masing-masing. Kita sanggup memakai seluruhnya, sanggup pula hanya sebagian.

Untuk masuk dalam bagian ini silahkan klik Create Report. Pada jendela selanjutnya akan timbul popup berita yg menanyakan pengimputan sumber data. Klik Add to Report supaya sanggup memulai membuat laporan.
Berikut penerangan lengkap soal fungsi masing-masing toolbar:
  1. Logo Data Studio: Tertetak dibagian kiri atas serta berfungsi buat kembali ke homepage. 
  2. File Name: Terletak disebelah logo adalah nama arsip (default bertuliskan Untitled Report), nama file ini mampu diubah sesuai yg diinginkan. 
  3. Menu Bar: Terletak bawah nama arsip menggunakan fungsi masing-masing. 
  4. Chart tool bar: Terletak pada bawah Menu Bar. Chart tool bar ini punya banyak varian, termasuk Text, image serta shape tools, Selection mode Undo Redo, Cache control serta Page controls. 
  5. Halaman kanvas: Bagian ini tertelak pada tengah serta digunakan buat menaruh seluruh hasil design. 
  6. Properties panel: disebelah kanan punya banyak fungsi, bisa buat mengelompokkan data yang ingin digunakan hingga merubah style tampilan. 
  7. Edit toggle: terletak diatas Properties panel berfungsi buat melihat editan serta output editan. 
  8. Share Button: Dibagian kanan atas, berfungsi untuk membagikan output design.
  9. Google profile icon: Dibagian kanan atas sebelah share button. 

Cara kerjanya sangat sederhana. Silahkan menentukan chart yang ingin digunakan serta tarik pada kanvas. Chart yang timbul bisa dipilih sesuai harapan menggunakan menentukan data di panel properties. Mendesain grafisnya jua disana. Setelah itu, seperti menggambar, gunakan imajinasi buat menghasilkan visualisasi yang menarik.
Agar lebih paham, berikut video cara menggunakannya secara singkat.

Setelah semua dilakukan, residu membagikannya pada orang lain. Bisa dibagi pada orang eksklusif atau pada publik sekaligus. Bisa pula membaginya supaya sanggup diedit bersama sahabat-sahabat. Silahkan dipilih dan klik Done.

Sayangnya, Data Studio belum menyediakan embed data agar sanggup dipasang pada website atau blog. Kita hanya sanggup membagikan link melalui sosial media. Salah satu contoh yang mampu dipandang laporan Google Analytics menurut TUTORIAL . Laporan ini berlalu secara live serta bisa dicermati berdasarkan beberapa saat yang lampau.

Klik disini untuk melihat hasilnya. (Untuk melihatnya wajib login ke akun Gmail Anda).
Secara keseluruhan, Google Data Studio ini memberi poly kemudahan, utamanya marketing online supaya memudahkan melakukan persentase. Tampilan yang unik serta keren ditambah ini sanggup dinikmati secara live, membuat produk Google ini patut di coba.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel