Iklan Responsive

Mampukah Google Plus Bersaing dengan Facebook

Google menjadi raksasa mesin pencari nampaknya punya ambisi yg akbar menguasai semua jenis teknologi pada global internet. Kita seluruh tahu kehebatan Google dalam melakukan inovasi. Namun, selalu kalah telak waktu memasuki media sosial.

Google + (Plus) yg sebagai andalan Google telah sejak usang diluncurkan. Tetapi hingga saat ini belum jua mampu menjadi raja sosial media. Sebelumnya, Google juga pernah mencoba peruntungan menggunakan meluncurkan Google Buzz, Google Friend Connect dan Orkut. Tetapi, lagi-lagi kandas.

Kali ini, Google Plus diperkuat dengan persiapan serta ambisi besar , mengalahkan Facebook atau minimal Twitter.

Guna mencapai tujuan itu, Google Plus saat ini telah dirombak habis-habisan pada segi tampilan. Tidak main-main, Google bahkan melibatkan pakar desain antar muka ternama Luke Wroblewski sang pendiri Polar yang jua telah diakuisisi sang Google.

Google Plus tampilan baru ini dianggap akan mampu bersaing menggunakan dua raja dan ratu media sosial yg penggunanya sudah poly. Mereka yakin akan bisa merebut pasar sosial media khususnya di perangkat smartphone. IOS serta Android merupakan tujuan akhirnya.

Faktanya bahwa, pengguna Google Plus masih kalah jauh dibanding Facebook. Meskipun masih kalah jauh dibanding Facebook, Google kelihatannya nir begitu saja menyerah dalam percaturan media umum. Sebuah data menjelaskan bahwa pengguna aktif Google Plus sampai2019 ini mencapai 300 juta atau hampir menyamai pengguna Twitter yg mencapai 380 juta pengguna.

Namun jika dibandingkan dengan Facebook yg pengguna aktifnya mencapai 1,lima miliar, itu masih jauh. Untuk itu, perombakan ini mungkin keliru satu tujuannya adalah agar Google Plus mampu bersaing menggunakan media sosial lain terutama Facebook.

Perubahan tampilan ini, Google Plus misalnya terlahir kembali. Mereka membawa desain baru yang terlihat lebih fresh dibanding sebelumnya. Tetapi sayangnya, fitur yang dibawa hampir nir begitu signifikan. Hanya ada dua fitur primer yg menjadi fokus Google Plus kali ini, yakni  Communities dan Collection.
Communities atau Komunitas sebelumnya sudah terdapat, begitu juga Collection atau Koleksi. Hanya saja dalam tampilan baru ini, kedua fitur ini dipermantap serta sebagai fitur andalan Google Plus.

Fitur Communities ini adalah sebuah fitur yg berfungsi menjadi wahana baru bagi pengguna dalam berinteraksi dengan pengguna yang lain terutama yang memiliki kegemaran yang sama. Layaknya sebuah #komunitas, maka yang mempunyai kegemaran atau hobi yang sama mampu berinteraksi dalam fitur Communities ini.

Sedangkan buat fitur Collection, ini merupakan cara baru buat mengelompokkan beberapa post yang berdasarkan pada sebuah topik. Misalnya, bila Anda menciptakan sejumlah post tentang teknologi, maka Anda bisa mengelompokkan post tadi melalui fitur Collection ini.

Setiap koleksi posting yang Anda buat, sanggup dibagikan kepada seluruh orang, privat ataupun orang-orang eksklusif saja. Selain itu, Anda jua dimungkinkan sanggup mengikuti koleksi post berdasarkan orang lain sesama pengguna Google Plus.

Secara holistik, tampilan baru Google Plus ini memang sedikit lebih menarik bila dibandingkan dengan sebelumnya. Pertanyaannya lalu, apakah perubahan ini sanggup meraih pasar media sosial global, atau justru seperti yang telah-sudah, media umum berdasarkan Google tersebut masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan Facebook.

Jika ingin merubah tampilan Google Plus Anda, silahkan login ke Google Plus. Biasanya akan muncul pilihan buat merubah tampilan ke versi terbaru. Silahkan merasakan serta menikmati fitur dari Google Plus.

Salam Blogger dan Jangan Lupa Bahagia!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel