Iklan Responsive

Cara Menyelamatkan Channel Youtube Yang Disuspend

Bermain dengan Google telah barang tentu penuh dengan resiko yg kapan saja sanggup menimpa apabila tak selalu berhati-hati. Hal ini pun akhirnya menimpa aku , melalui akun Youtube yg selama ini telah berpenghasilan, Google merogoh tindakan yang mengejutkan.

Akun utama saya di Youtube disuspended sang Google, lantaran sudah melanggar pedoman kebijakan Youtube. Sialnya, akun primer atau primary akun aku yang disuspend, yg otomatis, channel lainnya dalam akun tersebut pun tidak mampu diakses, padahal tidak terkena suspend.
Pemberitahuan soal sanksi memang tidak datang-datang. Monetisasi akun saya tersebut sudah dinonaktifkan sejak pertengahan tahun. Lantaran keterbatasan pengetahuan saya pikir, tidak akan terjadi apa-apa selagi aku tak mengupload video lainnya.

Beberapa saat sebelumnya akun serupa memang sempat dinonaktifkan sesaat, tetapi akhirnya aktif kembali.
Saat itu, saya dipercaya menyalahi copywrite satu video. Namun sesudah melakukan banding, saya menang dan video tadi bisa aku monetisasi. Meski sudah terlanjur dinonaktifkan, akun itu pulang lagi misalnya semula. Pelanggaran yang ke 2 ini, memang cukup berat karena menyalahi panduan komunitas Youtube.

Setelah hampir setengah tahun tidak mengutak atik akun tersebut, tiba-datang Selasa 31 Desember2019 Google mengirim email bahwa email aku disuspend. Pemberitahuan Google ini berarti meliputi holistik email, yg ialah aku tidak diperkenangkan mengakses produk Google lainnya menggunakan email tadi.
Setelah melakukan perbaikan dan komplain ke Google, email saya bisa aktif balik dengan bantuan verifikasi nomor telpon. Sayangnya, akun Youtube saya yang nir bisa. Saat tulisan ini saya untuk, saya pula telah mengajukan banding dengan Google, kemungkinan akbar terjadi kesalahan. Lantaran akun yg bersangkutan telah tidak dimonetisasi, meski videonya belum dihapus.

Sembari menunggu output banding, aku jua berusaha mencari jalan menyelamatkan channel lainnya. Awalnya saya berusaha mengubah akun primary, tetapi sial , lantaran untuk membarui itu, kita harus masuk creator studio. Sementara itulah masalahnya, saya tidak diperkenangkan masuk memakai email yg sama.

Setelah memeriksa lebih jauh kasus seperti ini, akhirnya saya dapat jalan keluar. Caranya dengan memindahkan kepemilikan channel tersebut ke email aku yang lainnya. Untung saja, ketika membuat email buat Youtube tersebut telah aku tautkan dengan email primer saya, sehingga bila terjadi kasus, saya juga bisa notifikasi di email primer.

Berikut merupakan langkah-langkah yg wajib dilakukan jika mengalami hal yang sama menggunakan perkara diatas. Akun utama disuspend, channel lainnya kita pindahkan.
  • Pertama-tama klik Login di Youtube. Jika masih ada laman seperti ini berikut, berarti akun Anda disuspend. Selanjutnya, klik Icon akun yg ada pada pojok kanan atas kemudian klik Akun Saya atau My Account. 
  • Setelah itu akan muncul laman akun Google Anda secata holistik. Kemudian klik balik Icon Akun di pojok kanan atas, sampai timbul sejumlah channel yg Anda miliki. Pilih channel mana yg ingin Anda pindahkan. Apabila mempunyai lebih menurut satu channel, maka prosesnya akan dilakukan berulang kali. Pada contoh ini, kita akan memindahkan channel Blogooblok. Klik channel tersebut. 
  • Jika telah dipilih, maka akan berubah seperti gambar berikut. Akun Blogooblok akan menjadi prioritas buat dikelola. Akun primary atau default akan berada dibagain bawah. Selanjutnya, klik tombol Manage Account. 
  • Akan timbul gambar misalnya berikut. Silahkan klik tombol Manage Permissions. 
  • Maka akan terlihat tampilan misalnya berikut. Dimana disitu dijelaskan kalau akun Wisa Rahardi adalah Primary Owner alias pemilik utama. Dimana channel itulah yang sudah disuspend. Kita hanya perlu mengklik icon tambah orang disudut kanan atas. 
  • Selanjutnya silahkan memasukkan akun email Anda yang lainnya di kotak isian, kemudian pilih jenis kepemilikannya dibagian bawah. Apabila ingin memindahkan dengan akses penuh maka pilih sebagai Owner. Setelah itu klik Invite. Anda juga mampu menambahkan email lainnya menggunakan jenis akses yang bhineka atau sama. 
  • Jika berhasil maka tampilannya akan seperti berikut. Sudah ada 2 akun yang bisa mengakses channel bersangkutan. Klik Done jika sudah yakin benar. 
  • Langkah selanjutnya, masuk ke browser lain yang sudah terbuka email yang diinvait. Dalam email tadi akan ada pesan berdasarkan Google My Bussiness yg menyatakan Anda menerima undangan buat mengelola channel Youtube bersangkutan. Caranya tinggal mengklik Terima Undangan. 
  • Akan terbukan ventilasi baru. Anda hanya perlu mengklik tombol Terima. 
  • Setelah itu akan nampak laman detail akun merek seperti berikut. Itu artinya Anda sudah punya akses masuk ke channel bersangkutan. Bisa mengklik lihat informasi akun generik dan memilih Youtube, atau bisa pribadi membuka Youtube dan menentukan masuk ke channel seperti biasa. 

Proses diatas mampu dilakukan berulang kali, apabila Anda mempunyai banyak channel pada satu akun. Karena saya memiliki 9 channel Youtube, maka proses diatas saya lakukan sebesar 8 kali. Channel primer yg disuspend tidak aku pindahkan, karena memang tidak akan sanggup.
Satu-satunya harapan yg tersisa menurut channel tersebut merupakan keajaiban dan kemuliaan hati Mimin Google untuk mengembalikannya seperti semula.

Awalnya, saya sudah pesimis dengan suspend tadi, tetapi sesudah memindahkan semua channel dan mengecek jumlah video dan penghasilannya. Saya akhirnya lega, karena nir berubah sama sekali. Semuanya permanen sama ketika berada diakun sebelumnya.

Monetisasi yg berada pada akun sebelumnya pula ikut serta sebagai akibatnya tak perlu melakukan settingan pulang.
Pelajaran dari masalah ini merupakan:
  1. Jangan mencampur adukkan semua jenis video pada satu akun. Apalagi video yang riskan terkena agresi berdasarkan komunitas Youtube. Video tadi termasuk kekerasan, seksualitas, hal yang nir pantas ditonton sang anak dibawah umur dan sebagainya. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan baca Pedoman Komunitas Youtube.
  2. Sebaiknya video yang punya resiko tinggi tadi dibuatkan channel spesifik, sebagai akibatnya bila terkena suspend, hanya channel bersangkutan yg terkena dampaknya.
  3. Kalau mampu, tak usah mengisi video di channel utama, apalagi bila video tersebut memiliki resiko yg akbar. Sebaiknya, buat channel lain untuk mengisi atau mengelompokkan video sejenis. Lantaran jika akun primer yang disuspend, akibatnya sanggup misalnya perkara diatas.
  4. Jika sudah terlanjut terjadi seperti diatas, namun belum disuspend, lebih baik segera mengubah channel primary ke channel yang lebih aman terkena suspend.
  5. Lebih baik berkarya di Youtube menggunakan konten yg mendidik dan original. Akun saya yang disuspend sebenarnya telah memiliki video hampir 100 dengan komposisi, 40 % tutorial, 60 persen peristiwa kriminal, termasuk soal begal serta peristiwa lainnya. Video peristiwa inilah yg poly mengalami teguran, lantaran mempertontonkan kekerasan. Penontonnya memang poly, bahkan terdapat yang hingga 2 jutaan. Tetapi resikonya relatif besar dan harga iklannya pula rendah.

Ingat, bila sekali menerima teguran, hal ini akan terus dicatat sang Youtube. Meski video yang kena sumpritan tersebut sudah dihapus, masa berkabungnya masih berlanjut, hingga benar-benar dinyatakan higienis. Jika sudah menerima teguran, jangan mengulanginya berulang kali. Akibatnya bisa seperti nasih akun aku diatas.

Meski ini adalah pengalaman eksklusif, aku berharap hal ini tidak terjadi menggunakan sahabat-teman lainnya. Saya sengaja menceritakan ini agar sebagai pengalaman, bahwa tidak gampang sebagai kekasih Google terus menerus. Kita wajib selalu waspada serta menyajikan karya yang terbaik. Lantaran video yg kita sebarkan, akan terus dipandang sang orang. Maka sebarkanlah segala sesuatu yang bernilai positif.
Terus berkarya dan Jangan Lupa Bahagia!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel