Iklan Responsive

20 Hal Yang Dirasakan Full Time Blogger

Satu dekade silam, sebagai blogger masih menjadi barang asing di Indonesia. Orang-orang belum melihat ada yang khas menurut profesi ini. Sehingga banyak yg berakibat blogger sebagai mainan saja, belum sebagai profesi. Barulah ketika Indonesia sudah melek teknologi, blogger menjadi profesi yang diperhitungkan.
Saat ini kita tak terkejut lagi melihat orang-orang yang sepintas tidak punya kerjaan, namun berpenghasilan besar . Bahkan mampu melampau penghasilan rata-homogen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bukan hanya pada luar negeri, di Indonesia telah poly nama yang tercatat sebagai blogger sukses.

Tepat 27 Oktober 2019, Indonesia merayakan Hari Blogger Nasional yang ke-sembilan kalinya semenjak ditetapkan di 2007 silam. Saya sendiri telah tiga tahun terakhir menjalani profesi menjadi full time blogger atau blogger purna ketika. Selama itu juga aku banyak mencicipi hal yang menarik.
Berikut 20 hal yang aku rasakan selesainya membuahkan blogger sebagai mata pencaharian primer:

1. Blogger Tak Pernah Libur
Bagi blogger purna waktu, libur telah menjadi keseharian, sehingga nir lagi mengenal apa itu libur dan bagaimana wajib berlibur. Saya pun mencicipi demikian. Lantaran bagi aku setiap hari merupakan libur yg menyenangkan, sekaligus kerja yang asyik.
Bagi blogger dengan segmen traveler, maka libur telah sebagai pekerjaan. Mereka mampu jalan-jalan kemana saja sembari menulis dan bekerja buat dirinya sendiri. Meski begitu, keasyikan mengelola blog sudah seperti candu. Saat memulainya maka akan susah meninggalkannya.

2. Blogger Tidak Menghabiskan Waktu Untuk Menulis
Siapa bilang sebagai blogger harus setiap waktu menulis. Saya berharapnya jua demikian. Apalagi saat duduk pada pojok cafe menggunakan segelas kopi dan sepiring gorengan. Ditambah hujan yang selalu manja. Memang asyik buat menulis. Namun nyatanya nir demikian.

Saya menghabiskan saat lebih poly buat bertemu orang-orang, pitching, editing, menganalisis, mempromosikan, brainstorming atau melakukan hal-hal lain yg baik buat blog. Semua itu saya kerjakan menggunakan senang cita serta aku hanya menghabiskan ketika kurang lebih 10 persen buat menulis.

3. Ada Banyak Tekanan
Menjadi blogger full time punya poly tekanan. Semua hal tertumpu pada langsung seorang. Apabila blog Anda baik, maka prestasi yg menggembirakan. Tetapi apabila jelek, tidak terdapat orang lain yg sanggup disalahkan. Semuanya tertuju pada siapa pemilik blognya.

Bagi aku ini adalah tekanan yang besar , lantaran 100 persen semuanya harus dikerjakan sendiri. Mulai dari urusan konten, soal IT bahkan kasus monetization. Memang tidak mudah, itulah yang menciptakan pekerjaan ini penuh menggunakan tekanan. Apalagi kalau sumber penghasilan hanya pada blog tadi.

4. Akrab Berbalas Email
Menjadi full time blogger maka Anda wajib mengakrabkan diri menggunakan urusan email-emailan. Hampir setiap hari saya menghabiskan saat dengan urusan email. Sekedar membalas pertanyaan yg masuk atau bahkan menunggu penawaran. Semuanya saya kerjakan dengan penuh semangat.

Kadang juga aku harus membalas email yang masuk menggunakan respon cepat menggunakan istilah-kata yg sudah aku siapkan. Hal ini buat memudahkan seluruh hal. Tidak sedikit juga saya membuat penawaran kepada perusahaan. Sehingga email merupakan senjata serta rutinitas yg biasa bagi aku .

5. Membaca Blog Lain Jadi Pekerjaan Rutin
Saya kadang kagum saat bertemu menggunakan blogger lain dan mengaku sporadis membaca blog orang lain. Lantaran bagi saya, membaca blog orang lain merupakan asal pandangan baru dan indera riset buat mengetahui apa yang orang lain butuhkan. Sehingga aku bisa membuatnya di blog langsung.

Semua jenis blog menggunakan topik yg beragam saya baca, mulai berdasarkan blog tentang SEO, desain, fashion, bimbingan orangtua, memasak, renovasi rumah, pengembangan pribadi bahkan blog tentang blogging pun aku kunjungi. Namun aku lebih tertarik dengan blog traveling dan teknologi.

6. Pekerjaan Terbaik di Dunia
Mungkin ini terlihat klise, tapi ketika Anda bertemu menggunakan blogger sukses pikiran itu akan timbul. Selama menjadi full time blogger, aku menikmati kehidupan menggunakan riang gembira. Setiap bangun pagi aku selalu bersyukur karena mengerjakan sesuatu yg saya sukai.
Namun bukan berarti pekerjaan ini tanpa tantangan. Bahkan menjadi bloggerlah tantangan demi tantangan dalang silih berganti. Mana lagi jika wajib menghadapi klien yang rumit dan negosiasi yang berbelit-belit. Menjadi blogger itu butuh kerja keras dan dengan jam kerja yang panjang. Namun pula menyenangkan.

7. Punya Pekerjaan Baru Menjelaskan Keseharian
Menjadi blogger apalagi pada Indonesia masih belum membanggakan bagi sebagian orang. Sehingga beberapa orang penasaran, bagaimana seorang blogger menerima penghasilan. Tugas inilah yang akan Anda lakukan hampir setiap hari, utamanya pada keluarga.

Anda wajib memastikan meraka nir menduga Anda tidak memelihara tuyul. Saya kadang-kadang harus menceritakan kegiatan keseharian pada pembaca supaya mampu menginformasikan apa saja yg saya lakukan setiap hari. Memang pada tutorial ini tidak acapkali, tetapi pada blog pribadi kadang aku menceritakan semuanya.

8. Bekerja Sendiri
Menjadi full time blogger memang punya banyak kenalan. Kadang membuatkan inspirasi dengan sahabat blogger lain, melakukan brainstorming serta menciptakan inovasi beserta-sama. Namun pada akhirnya seluruh hal harus dikerjakan sendiri, utamanya kepada blog yg kita kelola.

Tidak sporadis saya sendiri merasa bosan akan rutinitas pada depan laptop sendirian. Kalau sudah begitu, saya menentukan buat keluar tempat tinggal , nongkrong di cafe serta sesekali bercerita kepada komunitas. Memang menjadi blogger kadang memunculkan rasa ingin bekerja beserta-sama menggunakan orang lain. Tapi seluruh itu mampu diatur.

9. Menjadi Fleksibel serta Minat Belajar Yang Tinggi
Menjadi blogger kadang memaksa kita buat fleksibel. Fleksibel dalam artian pemikiran. Mulai berdasarkan ide-ide, rencana dan ketika. Karena blogging menggunakan cepat berubah sehingga banyak hal pula wajib cepat diubah pada hidup. Itulah yg aku maksud dengan fleksibel.

Sejak saya memilih sebagai full time blogger, jua memaksa saya buat cepat belajar atas segala hal. Minat aku buat belajar sebagai tinggi, karena saya perlu bersaing dengan banyak orang. Itu ialah, jika terdapat orang yang telah mendalami blogging 3 bulan terakhir, saya harus sanggup mengejar ketertinggalan.
Saya selalu siap atas segala hal yang berubah, tren serta memulai norma menggunakan gampang beradaptasi agar bisa bersaing dan menyediakan konten yg diinginkan orang lain.

10. Blogging Adalah Pekerjaan Yang Kompetitif
Tidak mampu disangkal, pekerjaan ini mampu menjadi sangat kompetitif. Kita akan dengan mudah terhanyut dalam persaingan, namun gampang juga mengabaikannya. Bahkan kadang pula aku terjebak dalam perdebatan argumentasi yang judes. Kalau sudah begini kadang susah buat bertahan.

Namun aku punya senjata lain. Saya tak ingin apa yg dikatakan orang utamanya yang nir mendidik dan cenderung menjatuhkan tidak akan saya tambahkan dalam hati. Lantaran ini niatnya hanya ingin membawa kita kebawah dan terus tertinggal. Lakukan apa yg berdasarkan kalian baik dan benar.

11. Selalu Membutuhkan Waktu Yang Tidak Sebentar
Menjadi blogger sukses, nir secepat yg dipikirkan. Begitu juga saat menjalankannya. Bahkan buat menulis pun saya membutuhkan ketika yang nir sementara waktu. Kadang tulisannya telah lumayan, aku rombak lagi serta memulainya menurut awal. Semuanya untuk menyenangkan pembaca.

Untuk mengklik Publish kelihatannya mudah saja. Tetapi bagi saya itu tidak semudah istilah-ucapnya. Saya wajib memikirkan wangsit tulisan yang akan aku untuk, menciptakan ilutrasi fotonya yg adalah aku wajib mengedit lagi hingga pada hal, bagaimana aku wajib mendistribusikan goresan pena tadi. Jadi pliss jangan copy paste. Karena dibalik satu goresan pena, ada banyak saat yg dibunuh.

Saat pertama kali keluar menurut pekerjaan tetap, aku berpikir akan punya banyak saat buat diri sendiri. Kenyataannya nir demikian. Saya malah dibanjiri sang pekerjaan-pekerjaan baru dan menyita poly saat. Semua itu karena aku tak punya ketika yg mengikat.

Kadang ketika orang-orang berangkat ke loka kerja, aku malah baru bangun tidur. Atau sebaliknya, saat orang-orang pergi kantor, saya malah tambah asik bercokol di depan personal komputer . Jam kerja saya pada sehari pula sanggup lebih lama , 10 hingga 12 jam dalam sehari.

13. Anda Harus Sedikit Merasa Keren
Hampir semua blogger punya sisi lain pada dirinya yang ingin beliau raih. Mungkin hal yg tak pernah sempat dikerjakan. Makanya Anda harus sedikit merasa keren supaya bisa menghabiskan saat memeriksa teknik SEO, mendesain tampilan atau menulis yang membutuhkan saat lama di depan personal komputer .

Menjadi blogger yg tidak menikmati masa kerennya akan mengganti aktivitas ini menjadi sesuatu yang berat.

14. Harus Tegar
Saya tidak pernah membayangkan sudah selama ini bekerja sebagai full time blogger. Kalau bukan karena ketegaran, mungkin saya sudah mengalah dan mengambil semua job yang masuk. Tapi saya selalu yakin bahwa pilihan ini merupakan sesuatu yg juga menguntungkan secara finansial.
Saya kadang merasa tertekan ketika apa yang saya harapkan nir tercapai. Misalnya, terdapat penawaran yg menarik buat ditindak lanjuti, namun upaya buat meraihnya nir mudah. Ini butuh usaha dan saya harus siap menjalaninya.

15. Blogging Bisa Membuat Frustari
Tidak mudah. Itu intinya. Kadang saya harus berteriak-teriak sendiri karena apa yg saya kerjakan nir nampak seperti yang aku bayangkan. Atau kadang kala aku ingin menulis namun tak punya ilham buat dikembangkan. Sementara terdapat poly saat yg harus saya gunakan.
Semua kegiatan ini kadang kala menciptakan saya frustasi. Apalagi, poly orang diluar sana yg mengharapkan aku buat bekerja gratis buat dia. Ditambah lagi misalnya, ada keluarga atau teman dekat yang ingin dikerjakan projeknya menggunakan upacan terima kasih saja. Kadang berat untuk menolak, maka disitulah awal putus harapan itu bermula.

16. Cukup Memalukan Jika Harus Vlog
Saat ini telah banyak Vlogger yg ada di Indonesia. Tren Video Blogging ini memang menghantui bagi aku . Kadang ingin rasanya menciptakan vlog misalnya mereka, namun inilah hal yg paling canggung dan memalukan yg coba saya lakukan.
Mungkin banyak blogger lain yang bisa melakukannya, namun aku belum siap secara mental. Tapi bila Anda mampu dan sanggup melakukannya, itu sahih-benar sesuatu yg keren. Saran, pelajarilah cara-cara melakukan vlog yg baik supaya mampu menambah penghasilan menjadi full time blogger.

17. Punya Hubungan Intim menggunakan Google Analytics
Saya selalu menilik Google Analytics hampir setiap hari. Kadang aku sangat jatuh cinta padanya, kadang pula sangat membencinya. Apabila trafik blog saya tinggi aku cinta dengannya, tetapi bila rendah, ibarat horor yang selalu menghantui. Karena bagi saya Analytics telah menjadi tuan yang wajib dimanjakan.
Itulah mengapa setiap hari saya masih acapkali deg degkan bila membuka Google Analytics.

18. Bersiaplah Menerima Pendapatan Yang Fluktiatif
Jika Anda sudah terbiasa menggunakan penghasilan tetap serta rutin setiap bulan, lalu menentukan menjadi blogger purna ketika, maka siap-siaplah menerima fenomena bahwa penghasilan Anda tidak akan selalu sama setiap bulannya. Kadang sanggup besar , kadang jua sangat sedikit.
Itulah mengapa, saat menjadi blogger jangan pernah meletakkan telur dalam satu keranjang saja. Mengapa saya menyayangi blogging, lantaran ini memaksa aku buat kreatif mencari sumber penghasilan menurut berbagai loka dan banyak sekali cara. Asal nir melakukan hal yang negatif.

19. Konten Akan Selalu Menjadi Raja
Menjadi blogger, bukan soal punya blog atau tidak. Lebih berdasarkan itu, kita akan terbiasa berakibat konten blog menjadi raja. Mungkin pengguna internet pada Indonesia mudah terjebak dengan bermain sosial media. Atau blogger pemula yang terpaku pada tampilan blog semata.
Semua itu nir kalah penting dari konten. Karena dalam akhirnya, itulah yang membuat blog mampu berkembang dan mendatangkan penghasilan. Jadi mulailah menghasilan konten berkualitas dan jangan mudah hanyut pada norma buruk.

20. Anda Harus Mencintai Apa Yang Anda Lakukan
Menjadi full time blogger, Anda harus mencintai apa yang Anda lakukan. Lantaran menggunakan begitulah semua hal mampu dikerjakan menggunakan baik. Jangan coba-coba meninggalkan pekerjaan Anda saat ini, jika belum mengasihi profesi ini sepenuhnya. Lantaran apabila tidak, maka sia-sia saja semuanya.
Saya pula nir memaksa orang-orang buat sepenuhnya sebagai full time blogger. Lantaran apa yang aku nikmati saat ini, belum tentu dirasakan sang orang lain. Cara paling ampuh menjalani profesi ini merupakan, menyisihkan saat luang diluar ketika kerja buat mengerjakan banyak hal di blog. Utamanya membuat konten.

Ke-20 hal diatas mungkin tidak terjadi disemua blogger yang purna waktu. Namun, itulah yang saya rasakan dan alami selama tiga tahun terakhir. Saya memilih keluar berdasarkan jabatan aku di kantor buat menikmati pekerjaan yang menyenangkan. Bagi saya, kenyamanan dalam berkreasi serta bekerja merupakan segalanya.
Selamat Berkarya dan terus berusaha..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel