Iklan Responsive

10 Anak Muda Terkaya di 2019 Berkat Teknologi

Majalah Forbes telah melansir daftar 100 orang terkaya pada global berkat inovasi dibidang teknologi. Dalam daftar tadi, Forbes pula mengelompokkan 10 miliarder menurut kalangan anak muda. Mereka dikelompokkan sesuai menggunakan urutan harta kekayaannya.
BloGooblok berupaya menulis kembali daftar Forbes tersebut dan menyajikannya buat Anda. Berikut daftarnya dimulai berdasarkan utaran paling atas;

1. Mark Zuckerberg si Pendiri Facebook

Anak muda yg menempati posisi pertama terkaya berkat teknologi adalah Mark Zuckerberg si Pendiri Facebook. Dia bahkan menempati posisi ke empat orang terkaya di global versi majalah Forbes pada2019. Peringkatnya naik dari posisi tujuh di2019. Total kekayaan yang dikantongi Mark saat ini mencapai USD 41,dua miliar atau IDR 603,4 triliun.

Kekayaan pemuda berusia 31 tahun ini memang terbilang fantastis. Walau secara akademik dia tergolong tidak sukses lantaran dikeluarkan dari Universitas Harvard, namun daya khayalan dan bisnisnya tidak mampu diragukan. Suami Priscilla Chan ini selain mengelola Facebook juga melebarkan sayap menggunakan mengakuisisi Instagram pada 2012 kemudian dan WhatsApp pada 2019.

Harga kedua sosial media yang diakuisisi Mark jumlahnya pun tidak sedikit, tetapi berkat kedua sosial media tadi kekayaan Mark terus bertambah. Bahkan beliau dinobatkan menjadi galat satu tokoh paling berpengaruh di2019 lalu. Mark walau bergelimang harta pula dikenal sebagai langsung yang sederhana.

Indonesia patut berbesar hati karena telah pernah dikunjungi oleh Mark. Bahkan Indonesia masuk menjadi keliru satu negara yang dijadikan Mark buat menyalurkan dana sosialnya. Saat berkunjung ke Indonesia 2019 silam, beliau sekaligus memperkenalkan Internet.org.

2. Dustin Moskovitz si Pembantu Facebook

Urutan kedua anak belia terkaya di global masih nir jauh berdasarkan Facebook. Ia merupakan Dustin Moskovitz, sahabat sekaligus yang membantu Mark Zuckerberg mendirikan Facebook pada 2004. Dia jua mengikuti jejak Mark dikeluarkan berdasarkan Universitas Harvard, tapi malah sukses bergelimangan harta.
Kekayaan Dustin dihasilkan dari saham yg dimilikinya menurut Facebook. Total kekayaan pemuda 31 tahun ini mencapai USD9,8 miliar atau IDR 143,lima triliun. Selain memegang sebagian saham Facebook, Dustin jua mendirikan perusahaan aplikasi bernama Asana pada 2008.

Asana adalah aplikasi web buat manajemen kerja sebuah tim, baik untuk mengatur task list maupun project list. Asana mampu menjadi cara lain pilihan aplikasi buat bekerja secara kolaborasi atau tim. Selain Dustin yg menciptakan projek ini, ikut juga rekannya Justin Rosenstein yang masih bagian berdasarkan Facebook.
Setelah menikahi Cari Tuna, Reporter Wall Street Journal, Dustin lalu lebih poly melakukan aksi-aksi sosial. Pasangan ini mendirikan yayasan bernama Good Ventures yg sudah menggelontorkan jutaan dollar buat membantu penuntasan malaria serta kesetaraan pernikahan.

3. Garrett Camp si Pencipta Taksi Uber
Hingga waktu ini masalah Taksi Uber di Jakarta masih belum selesai. Aplikasi transportasi ini nir hanya mengundang kontroversi pada Indonesia, di Eropa dan India, Uber pula mengundang reaksi yang beragam. Bahkan pada China, aplikasi ini sudah menyebabkan kerugian besar bagi pebisnis taksi lokal.
Walau mengundang kontroversi, Uber sudah sebagai pelaksanaan yg disenangi di Amerika. Bahkan sudah digunakan pada 57 negara lainnya di global.

Kesuksesan inilah yg mengantarkan pendirinya menempati urutan ke tiga anak belia yang punya banyak harta pada global. Total kekayaan Garrentt mencapai USD 6 miliar atau IDR 87,8 triliun. Dalam rangking Forbes, lelaki berusia 36 tahun ini menempati urutan ke-35 orang terkaya pada dunia.
Selain berdasarkan Uber, Garrentt juga mendapat penghasilan akbar dari hasil menjual StumbleUpon, alat inovasi web yg membantu terciptanya Reddit dan Tumblr. Aplikasi ini dijual ke ebay seharga USD 75 juta atau IDR 1,1 triliun pada tahun 2007.

4. Eduardo Saverin si Pendiri Tech in Asia
Eduardo sebenarnya bukan orang Asia sama sekali. Ia masih bagian menurut berdirinya Facebook pada awal-awal 2004. Hingga saat ini pun dia masih punya saham di super besar sosial media tersebut. Namun, Eduardo, laki-laki keturunan Brazil ini menentukan buat penekanan menggarap pasar Asia.

Pada 2012 ia tetapkan pindah berdasarkan Amerika ke Singapura buat mendirikan Tech in Asia. Tech in Asia adalah komunitas startup terbesar di Asia sampai saat ini yang adalah media pemberitaan berbasis terknologi. Selain situs kabar teknologi, Eduardo juga merambah bisnis transportasi berbasis pelaksanaan yang diberi nama Silvercar dan Hopscotch yang spesifik melayani transportasi bandara.
Tidak berhenti sampai disitu saja, lelaki berusia 33 tahun ini jua merambah pasar India dengan menghadirkan layanan pengecer online menggunakan nama Kidswear. Ia pula mendirikan perusahaan ekuitas bernama Velos Partners yang berbasis pada Los Angeles.

Eduardo telah menikah menggunakan wanita keturunan Indonesia-China dalam Juni2019. Ia menikah di Singapura walau istrinya, Elaine Andriejanssen awalnya tinggal pada Prancis.

5. Frank Wang si Pencipta Phantom Drone
Mungkin salah satu diantara Anda telah pernah memakai drone pada banyak sekali aktifitas. Anda mestinya berterima kasih kepada Frank Wang atas temuan tersebut. Walau wangsit drone sendiri berawal dari alat-alat militer, tetapi ditangan lelaki berusia 34 tahun ini, alat yang tadinya ekslusif bisa dinikmati poly orang.
Wang lahir pada China. Di negaranya, beliau nir begitu familiar. Apalagi akan ada menjadi sosok yang diburu pemberitaan, namun ciptaanya telah mendunia serta dikenal poly orang. Dalam daftar orang terkaya di global yg dimuntahkan Forbes, Wang menempati urutan ke 54. Namun di posisi anak muda dia berada diurutan ke 5.

Kekayaan pendiri Dajiang Inovasi Teknologi Co (DJI) ini sebanyak USD 3,6 miliar atau jikalau dirupiahkan mencapai 52.7 triliun. Diperkirakan jumlah kekayaannya akan terus bertambah seiring saat. Dalam sebuah wawancara menggunakan Forbes, Wang mengaku sama sekali nir menyangka apa yg dia ciptakan tadi mampu laris besar pada masyarakat.
Ia awalnya hanya berpikir bagaimana membentuk produk yang sanggup menghidupi 10 atau 20 orang pada timnya. Tapi ternyata, Phantom Drone malah sebagai incaran dihampir seluruh negara.

6. Joe Gebbia si Penyewa Rumah Airbnb
Siapa sangka, dengan hanya menciptakan membuat aplikasi penyewaan tempat tinggal , aparteman dan tempat singgah lainnya di internet sanggup mengantarkan seseorang menjadi orang terkaya nomor 62 pada dunia serta menduduki urutan ke 6 pada daftar anak muda yg kaya raya lantaran teknologi. Yah, itulah Joe Gebbia si pendiri Airbnb.

Airbnb adalah aplikasi yg menaruh kita gambaran soal rumah tinggal sementara bila mendatangi suatu negara. Airbnb telah berafiliasi menggunakan 190 negara di dunia, termasuk Indonesia. Lebih spesifik lagi, aplikasi ini telah merambah hingga ke kota-kota di dunia.
Joe mendirikan perusahaan ini dalam 2008 silam bersama sahabat sekolahnya, Brian Chesky. Selain menyasar pada segmen penyewaan tempat tinggal dan apartemen, Airbnb pula tengah mengarah pada usaha travel. Saat ini baru buat daerah Afrika dan Kuba.

Airbnb saat ini telah bernilai USD25 miliar dimana Joe Gebbia menguasai lebih kurang 13 % saham. Inilah sumber kekayaan yang mendorong Joe masuk daftar Forbes.

7. Brian Chesky si CEO Airbnb
Harta kekayaan Brian Chesky hampir sama dengan Joe Gebbia. Mereka bahkan sama-sama menempati urutan ke 62 orang terkaya berdasarkan teknologi menurut daftar Forbes. Ini karena, Brian Chesky merupakan CEO menurut Airbnb yg dimiliki sang Joe Gebbia.
Airbnb awalnya bernama Airbedandbreakfast.com serta berkantor pada San Francisco. Pada awal peluncurannya, Airbnb bahkan ditolak sang tujuh investor. Chesky bahkan sempat menyerah namun akhirnya sadar bahwa apa yg beliau bangun bersama Joe Gebbia adalah salah satu startup terpanas sepanjang sejarah.

Mereka pun terus melakukan pengembangan hingga akhirnya dalam2019 lalu jumlah tamu yang memakai layanan Airbnb sudah mencapai 20 juta orang serta meningkat hingga2019 ini mencapai 30 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah menggunakan ekspansi yang dilakukan keduanya.
Sama menggunakan Joe Gebbia, Brian Chesky pula mengantongi 13 persen saham pada Airbnb. Itulah mengapa, harta kekayaan keduanya sama dan menempati urutan yang sama pada Forbes. Pria berusia 34 tahun ini patut berbangga lantaran dalam Mei2019 telah dinobatkan menjadi ambasador enterpreneurship secara dunia oleh Presiden Obama.

8. Nathan Blecharczyk si Teknisi Airbnb
Bukan hanya pemilik dan CEO yg kecipratan dari laba Airbnb. Sang teknisi Nathan Blecharczyk jua menjadi galat satu orang terkaya di global menurut inovasi di bidang teknologi. Nathan jua adalah miliarder ke 2 termuda pada dunia. Usianya baru 32 tahun, setahun lebih belia menurut pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.
Harta kekayaan Nathan nir jauh berbeda menggunakan dua rekannya diatas. Ia juga mengantongi 13 % saham di Airbnd dengan total kekayaan ketika ini USD3.tiga miliar.

Selain menjadi salah satu pendiri Airbnb, dia jua menduduki jabatan Kepala Teknologi Airbnb. Salah satu sumbangsinya yang terbaru adalah mendorong Airbnb buat memasuki pasar Kuba. Dan beliau berhasil menaikkan layanan sampai 2.000 lebih spesifik pada Kuba.
Airbnb saat ini telah memuat lebih kurang 1,5 juta rumah serta kamar menurut rumah-rumah warga sampai apartemen dari 190 lebih negara. Keuntungan mereka dapatkan dari pengguna yang menyewa kamar melalui mereka.

9. Sean Parker si Pencipta Napster
Miliarder berusi 35 tahun ini punya peran yg banyak. Selain kesuksesannya pada dunia teknologi, dia pula termasuk miliarder yang bahagia menyumbangkan uang buat urusan politik. Tapi, ia jua nir melupakan buat berbagi dengan orang-orang tidak mampu. Ia serta istrinya mendirikan yayasan sosial.
Yah, Sean Parker adalah miliarder nyentrik yang kaya berkat layanan musik online yang terfokus. Ia mendirikan Napster menjadi sebagai peer-to-peer file sharing layanan Internet pioner yang ditekankan buat membuatkan file audio, umumnya musik dan kemudian dikodekan pada format MP3. Inilah yang terus berkembang hingga ketika ini.

Selain menghasilan uang berdasarkan Napster, Perker juga meraup laba berdasarkan Brigade Media. Aplikasi smartphone buat media aggregator. Selain itu, Parker pula sempat tercatat sebagai galat satu presiden di Facebook waktu usianya masih 24 tahun. Walau singkat, hal itu sebagai pengalaman berarti buat Parker.

Oh iya, si Parker ini berhasil membangun Napster ketika usianya masih 19 tahun. Ia sekarang jua bergabung dengan  Peter Thiel's venture serta memfokuskan diri dalam digital musik barunya, yakni Spotify. Total kekayaan Sena Parker hingga waktu ini mencapai USD tiga miliar Amerika atau IDR 43.9 triliun.

10. Evan Spiegel si Pencipta Snapchat
Evan Spiegel merupakan miliarder terakhir menurut daftar 10 miliarder belia yang kaya raya menurut penemuan pada bidang teknologi. Ia bahkan sebagai miliarder paling muda, dengan usia baru menginjak 25 tahun di2019 ini. Evan mengantongi harga kekayaan USD dua.1 miliar Amerika atau IDR 30.7 triliun.

Penghasilan Evan tiba berdasarkan aplikasi Snapchat. Aplikasi spesifik buat Play Store serta App Store ini merupakan pelaksanaan pesan yang punya keunikan sendiri. Keunikan yang permanen dipertahankan inilah yang menciptakan pembuatnya sebagai kaya raya. Ia sudah diunduh lebih dari 1oo juta orang pada seluruh global.

Evan membangun aplikasi ini bersama Bobby Murphy. Keduanya adalah mahasiswa pada Universitas Stanford. Mereka akhirnya mendirikan perusahaan di 2011 dengan Snapchat sebagai andalannya. Pada pertengahan2019 lalu, perusahaan ini telah ditawari sang Facebook seharga USD tiga miliar Amerika, tetapi Evan menolahnya mentah-mentah.

Tak usang setelah menolak tawaran Facebook, Evan menerima investasi yang relatif akbar sampai akhirnya perusahaan ini bernilai USD 16 miliar Amerika. Walau terbilang sukses, tetapi aplikasi ini sempat masuk ke ranah hukum, karena klaim menurut Reggie Brown yang pula turut dan diawal-awal terciptanya pelaksanaan ini.
Itulah 10 anak belia pada dunia yang sebagai kaya raya berkat inovasi teknologi yg dilakukan. Dalam daftar tadi mampu dipandang bahwa penemuan dibidang internet mendominasi. Semoga suatu saat terdapat anak-anak muda berasal Indonesia yang masuk pada daftar 100 orang terkaya berkat inovasi pada bidang teknologi.
Sekian dan Jangan Lupa Bahagia!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel