Iklan Responsive

PENGERTIAN CONTOH DAN RUMUS GERAK PARABOLA

Tutorial pembelajaran materi ekamatra dalam kesempatan kali ini akan membahas tentang mobilitas parabola yang pada bahasa inggris sering diklaim menggunakan projectile motion terutama beberapa rumus penting misalnya : mencari tinggi maksimum gerak parabola, ketika waktu benda hingga ke tanah serta lain-lain.
Target menurut materi mobilitas parabola yang dijabarkan dalam tutorial ini merupakan kita nantinya dapat mengerjakan soal-soal yg berhubungan dengan gerak parabola. Jadi sebelum kita memasuki latihan soalnya, ada baiknya kita tahu beberapa ringkasan materi gerak parabola yg esensial, seperti : pengertian mobilitas parabola, model-model gerak parabola, beberapa rumus pada mobilitas parabola. Tentunya pemahaman konsep ini akan mempermudah kita pada memecahkan variasi soal yg timbul yg akan kita posting pada tutorial berikutnya.

Bagi anda yg menginginkan eksklusif pada latihan soal mobilitas parabola, silahkan kunjungi ke posting berikut :
Contoh Soal Gerak Parabola serta Pembahasannya

Apa itu gerak parabola ?

Gerak parabola adalah mobilitas yang memiliki lintasan melengkung. Ketika membangun lintasan melengkung, tentunya  akan menciptakan sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Hal ini dikarenakan adanya impak mobilitas lurus berubah beraturan pada sumbu vertikal dan gerak lurus beraturan pada sumbu horizontal.

(Credit Picture : voer.edu.vn)
Contoh gerak parabola :
  • lintasan yang terbentuk waktu bola ditendang
  • lintasa dalam peluru meriam yang ditembakkan
  • lintasan yang terbentuk saat seseorang pemain melakukan shooting bola basket
  • lintasan yg terbentuk ketika seseorang pemain golf mengayunkan stick dalam bola golf.

Rumus-rumus mobilitas parabola

Gerak parabola seringkali pula dianggap menggunakan gerak peluru, karena penjabaran rumus-rumus mobilitas parabola dilakukan dengan menganalisa atau mengamati lintas yg terbentuk akibat sebuah projektil peluru yang ditembakkan.

Dalam menjabarkan rumus-rumus mobilitas parabola, kita dapat melihat 2 macam mobilitas yg terjadi, yaitu :
  • Gerak Horizontal (sumbu x) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Beraturan(GLB). Kecepatan pada GLB adalah konstan
  • Gerak Vertikal (sumbu y) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Berubah Beraturan(GLBB). Pada GLBB kecepatan berubah karena dipengaruhi sang gaya gravitasi

Sekarang kita akan menjabarkan rumus-rumus mobilitas parabola berdasarkan titik-titik yg dilewati :

1. Pada titik awal

Sebuah peluru yg ditembakkan tentunya mempunyai kecepatan awal, serta saat menciptakan lintasan melengkung pastinya masih ada sudut yg dibuat. Oleh karena itu, kita harus memasukan sudut dalam perhitungan kecepatan awal.

Dengan demikian kita menerima persamaan kecepatan awal buat mobilitas horisontal (V0x) dan vertikal (V0y) sebagai berikut :

a. Kecepatan awal dalam gerak horisontal (V0x)
V0x = V0 cos θ

b. Kecepatan awal pada mobilitas vertikal (V0y)
V0y = V0 sin θ

c. Kecepatan awal (V0)
V0 = √V0x + V0y

Keterangan
  • V0 merupakan kecepatan awal
  • V0x merupakan kecepatan awal dalam sumbu x
  • V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
  • θ adalah sudut yang dibuat terhadap sumbu x positif

2. Pada titik A

Seperti yang sudah dikemukakan di atas, mobilitas dalam sumbu x kita analisis menggunakan Gerak Lurus Beraturan (GLB). Maka untuk kecepatan Vx sama menggunakan kecepatan V0x, sedangkan buat Vy terpengaruhi sang gravitasi yang menarik benda ke bawah(GLBB), sebagai akibatnya kecepatan berkurang.

Untuk jarak horizontal digunaka rumus jarak Gerak Lurus Beraturan, sedangkan buat jarak vertikal atau tinggi dicari menggunkan rumus jeda Gerak Lurus Berubah Beraturan.
Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :

a. Kecepatan dalam sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ

b. Kecepatan pada sumbu y
Vy = V0y - gt
Vy = V0 sin θ - gt

c. Jarak pada sumbu x
X = V0x . T

d. Jarak pada sumbu y
Y = V0y . T -
1/2
gt2

Keterangan
  • V0 merupakan kecepatan awal
  • V0x merupakan kecepatan awal dalam sumbu x
  • Vx adalah kecepatan dalam sumbu x
  • V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
  • Vy adalah kecepatan dalam sumbu y
  • g merupakan gravitasi
  • t merupakan saat tempuh
  • θ adalah sudut yang dibuat terhadap sumbu x positif
  • X merupakan jeda terhadap sumbu x
  • Y merupakan jeda terhadap sumbu y

3. Pada titik B

Titik B ini adalah titik tertinggi dimana kita simbolkan menjadi ymaks atau h. Agar sebuah benda dapat mencapai ketinggian maksimum maka syaratnya adalah Vy = 0, maka kecepatan pada titik tertinggi merupakan kecepatan dalam sumbu x (Vx ).

Berikut ini beberapa persamaan yg dapat kita rumuskan waktu melalui titik B (titik maksimum) :

A. Titik tertinggi yang sanggup dicapai
h =
V0y2/2g

h =
V02 sin2 θ/2g

B. Waktu buat hingga di titik tertinggi (B)
Vy = 0
Vy = V0y - gt
0 = V0 sin θ - gt
t =
(V0 x sin θ)/g

t =
V0y/g

C. Jarak horizontal dari titik awal hingga titik B
X = V0x x t
X = V0 cos θ x
V0 sin θ/g

X =
V02 x cos θ x sin θ /g

X =
V02 x sin 2θ /g

Keterangan
  • V0 merupakan kecepatan awal
  • V0x merupakan kecepatan awal dalam sumbu x
  • Vx adalah kecepatan dalam sumbu x
  • V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
  • Vy adalah kecepatan dalam sumbu y
  • g merupakan gravitasi
  • t merupakan saat tempuh
  • X merupakan jeda terhadap sumbu x
  • h adalah tinggi maksimum

4. Pada titik C

Untuk mobilitas parabola pada titik C sama seperti gerak parabola dalam titik A. Perbedaanya merupakan gerak gravitasi yg bernilai positif karena menuju ke bawah.

Karena dikatakan sama misalnya melalui titik A, maka gerak pada sumbu x permanen memakai GLB serta buat y memakai GLBB (namun gravitasinya bernilai positif).

Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :

A. Kecepatan dalam sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ

B. Kecepatan dalam sumbu y
Vy = V0y + gt
Vy = V0 sin θ + gt


5. Pada titik D

Titik D ini adalah jarak terjauh yg dilewati sang sebuah benda yg melakukan gerak parabola. Pada gambar kita simbolkan jarah terjauh ini dengan simbol Xmaks. Jarak maksimum ini mampu pula dikatakan jarah sebuah objek kembali ke tanah sehabis objek tersebut melakukan mobilitas parabola.
Waktu yang diharapkan sebuah benda untuk hingga ke tanah merupakan 2 kali ketika benda tadi buat mencapai jeda ketika berada di titik tertinggi.

Berikut ini beberapa persamaan gerak parabola pada titik D :

A. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 . Cos θ
B. Kecepatan dalam sumbu y
Vy = V0 sin θ + gt
C. Waktu yg diharapkan hingga ke tanah (titik D)
t = dua.
V0y/g

t =
2 . V0 . Sin θ/g

D. Jarak maksimum (Jarak dari awal bola bergerak sampai titik D)
Xmaks =
V02 sin 2θ/2g

Keterangan
  • V0 merupakan kecepatan awal
  • V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
  • Vx merupakan kecepatan pada sumbu x
  • V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
  • Vy merupakan kecepatan dalam sumbu y
  • g merupakan gravitasi
  • t merupakan saat tempuh
  • X merupakan jeda terhadap sumbu x
  • Xmaks merupakan jeda maksimum

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel