Iklan Responsive

KUMPULAN PERIBAHASA INDONESIA BESERTA ARTINYA DARI A SAMPAI Z 2019

Tutorial mata pelajaran bahasa indonesia kali ini akan menyuguhkan mengenai contoh-model peribahasa yang disertai dengan merupakan.
Semua negara mempunyai perumpamaan pada mencontohkan sesuatu. Perumpamaan inilah yg kita namakan menggunakan peribahasa.

Pada hakikatnya, Peribahasa Indonesia telah tak jarang dipakai oleh masyarakat. Akibat masih ada banyaknya keanekaragaman norma-norma, budaya, dan bahasa sehingga menghipnotis serta memperkaya perbendaharaan kalimat dan jua jumlah peribahasa indonesia.

Contoh-Contoh Peribahasa

1. Peribahasa dimulai abjad A

No Peribahasa Artinya
1. Ada Padang ada belalang, terdapat air ada juga ikan Dimana pun berada niscaya akan tersedia rezeki buat kita.
2. Ada uang kakak pada sayang, tak ada uang abang ditendang Hanya mau beserta disaat bahagia saja namun nir mau memahami disaat sedang susah.
3. Ada air ada ikan. Dimanapun kita tinggal,rezeki akan selalu terdapat.
4. Ada asap ada api Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu insiden / masalahpasti terdapat penyebabnya

5. Ada gula terdapat semut. Dimana banyak kesenangan disitulah banyak orang tiba.
6. Ada harga terdapat rupa Harga suatu barang tentu diubahsuaikan dengan keadaan barang tadi.
7. Ada pasang turun naik. Kehidupan di global ini tidak ada yg abadi, semua senantiasa silih berganti.
8. Ada rotan ada duri. Kesenangan tentu terdapat kesusahan.9. Ada uang abang pada sayang, tak terdapat uang abang ditendang. Hanya mau beserta disaat bahagia saja namun nir mau memahami disaat sedang susah
10. Ada ubi terdapat talas,terdapat budi terdapat balas. Kejahatan dibalas dengan kejahatan,kebikkan dibalas dengan kebaikan.
11. Ada udang di balik batu. Ada suatu maksud yang tersembunyi.
12. Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. Orang muda harus bersabar,dalam meraih hasrat.
13. Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut. Meminta hendaknya kepada yang punya, bertanya hendaknya pada yang pintar.
14. Air beriak pertanda tidak pada. Orang yang poly bicara umumnya tidak banyak ilmunya
15. Air besar batu bersibak. Artinya : Persaudaraan akan bercerai berai bila terjadi perselisihan.

16. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan jua. Sifat-sifat anak umumnya menurun dari sifat orang tuanya.
17. Air pada cencang tiada putus. Persaudaraan nir akan putas lantaran hanya perselisihian mini .
18. Air pada daun keladi. Sukar di ajar atau dinasihati.
19. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam. Tidak lezat makan serta minum (umumnya karena terlalu bersedih/sedih).
20. Air jernih ikannya jinak. Negeri yang serba teratur menggunakan penduduknya yg serba baik,baik juga budi bahasanya.
21. Air pun ada pasang surutnya. Senang dan susah selalu silih berganti.
22. Air susu dibalas dengan air tuba. Perbuatan baik dibalas menggunakan perbuatan jahat.
23. Air tenang menghanyutkan. Orang yg kelihatannya pendiam, tetapi ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya
24. Asam pada darat, ikan pada laut bertemu di belanga. Laki-laki serta perempuan kalau sudah jodoh niscaya akan bertemu pula.
25. Api dalam sekam. Hal-hal buruk yg nir tampak dan bahkan semakin membahayakan.

26. Alang berjawab, tepuk berbatas. Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula.
27. Angan - angan mengikat tubuh. Memikirkan yg tidak-nir akhirnya menderita sendiri.
28. Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya. Orang pendiam jangan disangka tidak berani.
29. Alah sanggup karena biasa. Segala kesukaran tidak akan terasa lagi jika sudah biasa.
30. Anak bapak. Anak lelaki yg berani.
31. Anak dipangku dilepaskan, beruk pada rimba disusui. Selalu membereskan urusan orang lain tanpa mempedulikan urusan sendiri.
32. Angin nir dapat ditangkap, asap nir bisa digenggam. Sesuatu hal yang tidak dapat dirasakan.
33. Anjing menggonggong, khafilah berlalu. Biarpun banyak rintangan pada usaha kita, kita nir boleh putus harapan.
34. Angan-angan menerawang langit. Mencita-citakan segala sesuatu yg tinggi-tinggi
35. Angan mengikut tubuh. Bersusah hati lantaran memikirkan yang bukan-bukan.
36. Angguk bukan, geleng dia. Lain pada verbal lain pada hati.

2. Peribahasa dimulai abjad B

No Peribahasa Artinya
1. Bagai Makan Buah Simalakama. Bagai seseorang yg dihadapkan pada
2 pilihan yg sangat sulit buat dipilih. Dua. Badan boleh dimiliki, hati jangan. Ungkapan bahwa orang tersebut telah memiliki kekasih, hatinya telah ada yang memiliki. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yg menindas, namun di dalam hati permanen menentang.
3. Bagai air di daun talas. Selalu berubah-ubah atau tidak tetap pendiriannya.
4. Bagai anak ayam kehilangan induk. Bercerai berai karena kehilangan tumpuan.
5. Bagai anjing beranak enam. Kurus sekali.
6. Bagai barah menggunakan asap. Tidak dapat dipisahkan.
7. Bagai bara pada sekam. Perbuatan jahat yg tak tampak.
8. Bagai bulan kesiangan. Pucat serta lesu.
9. Bagai di sayap menggunakan sembilu. Rasa hati yang sangat pedih.
10. Bagai duri dalam daging. Selalu terasa nir menyenangkan hati serta mengganggu pikiran.

11. Bagai itik pergi petang. Sangat lambat jalannya.
12. Bagai kacang lupa akan kulitnya. Tidak tahu diri, lupa akan asalnya.
13. Bagai katak pada tempurung. Sangat sedikit pengetahuannya, kurang luas pandangannnya.
14. Bagai kebakaran janggut. Bingung tidak keruan.
15. Bagai kerakap di atas batu, hidup segan meninggal tak mau. Hidup pada kesukaran / kesengsaraan. 24.
16. Bagai kerbau dicocok hidung. Menurut saja apa yg menjadi hasrat orang.
17. Bagai mencincang air. Mengerjakan perbuatan yg sia-sia.
18. Bagai menerima durian runtuh. Mendapat laba yg tidak disangkasangka tanpa harus bersusah payah mendapatkannya.
19. Bagai menegakkan benang basah. Melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan.
20. Bagai mentimun menggunakan durian. Orang yg lemah / miskin melawan orang kaya / bertenaga. 21. Bagai menulis di atas air. Melakukan perkerjaan yang sangat sukar atau membawa tidak mungkin secara hasil.
22. Bagai musang berbulu ayam. Orang dursila bertingkah laris menjadi orang baik.
23. Bagai musuh dalam selimut. Musuh pada kalangan / golongan sendiri.
24. Bagai pagar makan tanaman . Orang yg menghambat barang / sesuatu yg diamanatkan kepadanya.

25. Bagai pinang dibelah 2. Dua orang yg serupa benar.
26. Bagai pungguk merindukan bulan. Seseorang yg membayangkan atau menghayalkan sesuatu yg nir mungkin.
27. Bagai rambut pada belah seribu. Sedikit sekali.
28. Bagai tempat tinggal ditepi tebing. Selalu pada kecemasan dan ketakutan.
29. Bagai telur di ujung tanjuk. Terancam bahaya.
30. Bagaikan abu pada atas tanggul. Orang yg sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
31. Bagaikan air dengan minyak. Tak dapat manunggal.
32. Bagaikan api makan ilalang kemarau, tiada dapat dipadamkan lagi. Orang yg nir mampu menolak bahaya yg menimpanya.
33. Bagaikan burung pada dalam sangkar. Seseorang yg merasa hidupnya dikekang.
34. Bagaimana ditanam begitulah dituai. Tiap-tiap orang ber buat dursila,jahatlah balasannya,begitu kebalikannya.

35. Bahasa menampakan bangsa. Budi bahasa atau pangrai serta tutr istilah menunnjukkan sifat serta tabiatnya.
36. Bak ilmu padi, kian berisi kian runduk. Makin berilmu nir sombong.
37. Barangsiapa menggali lubang, dia pula terperosok ke dalamnya. Bermaksud mencelakakan orang lain, namun dirinya pula ikut terkena celaka.
38. Besar pasak daripada tiang. Besar pengeluaran daripada pendapatan.
39. Bermain air basah,bermain api hangus. Setiap pekerjaan atau usaha terdapat susahnya.
40. Belum beranak telah ditimang. Belum berhasil, tetapi sudah bersenang-senang lebih dulu.
41. Bertepuk sebelah tangan . Kebaikan yang hanya menurut satu pihak.
42. Bergantung dalam akar lapuk. Mengharapkan donasi dari orang yg nir mungkin memberikan bantuan.
43. Berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tidak jadi. Belajar wajib sungguh-sungguh, jangan terputus pada tengah jalan.
44. Belum bertaji hendak berkokok. Belum berilmu/kaya/berkuasa telah hendak menyombongkan diri.

45. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tidak jadi. Belajarlah sungguh-benar-benar jangan tanggung-tanggung(ragu-ragu).
46. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Bersama-sama dalam senang dan duka, baik tidak baik sama-sama ditanggung.
47. Berjalan sampai kebatas, berlayar hingga kepulau. Kita harus berusaha secara benar-benar-benar-benar untuk mencapai suatu tujuan.
48. Biar lambat asal selamat,tidak akan lari gunung dikejar. Dalam mengerjakan suatu pekerjaan haruslah berhati-hati supaya selamat.
49. Biarkan anjing menggonggong, kafilah permanen berlalu. Biarpun poly rintangan pada bisnis kita, kita tidak boleh putus harapan.
50. Biduk kemudian kiambang bertaut. Lekas berbaik atau berkumpul pulang. ( Seperti perselisihan antara sanak famili yang balik rukun ).
51. Bumi nir selebar daun kelor. Dunia tidak sempit.

3. Peribahasa dimulai abjad C-D-E-G

No Peribahasa Artinya 1. Cepat kaki ringan tangan. Suka menolong sesama umat. Dua. Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak pada hulu indikasi akan hujan. Sesuatu pasti akan ada bukti diri atau tanda khususnya. 3. Dalam samudera bisa diduga, dalam hati siapa tahu. Kita nir mengetahui isi hati orang lain. 4. Daripada hayati bercermin bangkai, lebih baik mangkat berkalang tanah. Daripada hayati menanggung malu lebih baik mati. 5. Daripada hidup berputih mata, lebih baik meninggal berputih tulang. Lebih baik matidaripada menanggung malu. 6. Daripada hujan emas pada negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri. 7. Datang tampak muka, pergi tampak punggung. Datang dan pergi hendaklah memberi tahu. 8. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita wajib beradaptasi dengan adat dan keadaan tempat tinggal yg kita tempati. 9. Di mana kayu bengkok, pada sana musang mengintai. Orang yg sedang lengah gampang dimanfaatkan oleh musuhnya. 10. Dibujuk dia menangis, ditendang ia tertawa. Mau bekerja menggunakan baik apabila telah menerima teguran. 11. Digenggam takut tewas, dilepas takut terbang. Serba keliru sama-sama merugikan. 12. Dimana lalang habis, disitu api padam. Hidup serta mati nir dapat dipengaruhi, jika sudah saatnya pasti kita akan meninggal. 13. Ditindih yg berat, dililit yang panjang. Kemalangan yg tiba tanpa mampu dihindari. 14. Duduk sama rendah, tegak ( berdiri ) sama tinggi. Sama kedudukannya (tingkatannya atau martabatnya ). 15. Elok basa akan kekal hayati, cantik budi akan bekal meninggal. Orang yg baik budi balasannya akan disayang orang selama hidup dan sesudah meninggal pun akan dikenang orang. 16. Enak makan dikunyah, enak istilah diperkatakan. Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu. 17. Esa hilang, dua terbilang. Berusaha terus menggunakan keras hati hingga maksud tercapai. 18. Gajah pada pelupuk mata tak tampak, semut pada seberang lautan tampak. Kesalahan / aib sendiri yg besar tidak tampak. 19. Gajah tewas lantaran gadingnya. Orang yg menerima kecelakaan atau binasa lantaran keunggulannya / tabiatnya. 20. Gajah tewas meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Orang populer jika dia meninggal dalam beberapa usang masih diklaim-sebut orang namanya. 21. Gali lubang, tutup lubang. Berhutang buat membayar hutang yg lain. 22. Gayung bersambut, istilah berjawab. Menangkis agresi orang, menjawab perkataan orang. 23. Gigi dengan lidah ada kalanya bergigit juga. Walau persahabatan sangat akrab terdapat kalanya berselisih pula. 24. Guru kencing berdiri, siswa kencing berlari. Kelakuan orang bawahan selalu mencontoh kelakuan atasannya.

4. Peribahasa dimulai abjad H-I-J-K

No Peribahasa Artinya 1. Habis manis sepah dibuang. Sesudah nir bermanfaat lagi kemudian dibuang / nir dipedulikan lagi. Dua. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang pula. Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seorang sudah tewas global. Tiga. Hangat-hangat tahi ayam. Kemauan yg nir permanen. 4. Harapkan guntur di langit, air pada tempayan dicurahkan. Mengharapkan sesuatu yg belum tentu, barang yang sudah ada dilepaskan. Lima. Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tidak hingga. Keinginan atau hasrat yang tidak mungkin dapat dicapai. 6. Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. Hawa nafsu nir boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya 7. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pintar. Orang yg hayati ekonomis akan menjadi kaya, orang yang rajin belajar akan sebagai pintar. 8. Hidup dikandung istiadat, meninggal dikandung tanah. Selama hayati orang wajib taat pada adat norma dalam rakyat. 9. Hidup segan mati pun tidak mau. Hidup yg merana karena terus menerus sakit. 10. Hujan emas di negeri orang, hujan batu dinegeri sendiri , baik jua di negeri sendiri. Betapa bahagia dan bahagi pada perantauan , tentu lebih senag serta bahagia pada negeri sendiri. 11. Ikhtiar menjalani, untung menyudahi. Setiap orang wajib berusaha sebaikbaiknya, berhasil tidaknya terserah kepada yang kuasa. 12. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah beliau. Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa. 13. Jauh di mata dekat pada hati. Dua orang yg tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan. 14. Kalah jadi abu menang jadi arang. Pertengkaran / permusuhan akan merugikan kedua belah pihak ( sama-sama merugi ). 15. Jauh panggang berdasarkan barah. Banyak bedanya, nir kena, tidak sahih. 16. Jika ditampar sekali kena hukuman emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar benar -betul. Setiap perbuatan dursila itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil. 17. Kalau dipanggil dia menyahut, bila dipandang beliau bersua. Bisa membicarakan maksud menggunakan cara yg tepat. 18. Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang. Jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud bisa dicapai. 19. Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Apabila nir bersenjata atau nir bertenaga, sebaiknya mengalah. 20. Kalau tidak angin bertiup, tidak akan pohon bergoyang. Sesuatu hal yg terjadi tentu ada penyebabnya. 21. Karena mata buta, lantaran hati mati. Menjadi celaka lantaran terlalu menuruti hawa nafsunya. 22. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Lantaran kejahatan atau kesalahan yg kecil, hilang kebaikan yg sudah diperbuat. 23. Katak hendak jadi lembu. Orang hina / miskin / rendah hendak menyamai orang besar / kaya; congkak; sombong. 24. Kecil-mini cabai rawit. Kecil, namun cerdik / bagak / membahayakan. 25. Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan. Artinya : Setiap orang tidak selaras pendapatnya

5. Peribahasa dimulai abjad M-N

No Peribahasa Artinya
1. Lain pada verbal lain pada hati. Yang dikatakan / diucapkan berbeda menggunakan isi hatinya.
2. Lain dulang lain kaki,lain orang lain hati. Setiap orang punya pendapat, kehendak serta perasaan yang berbeda.
3. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya.
4. Lancar kaji karena diulang, pasah jalan karena diturut. Segala sesuatu harus dilakukan berulang ulang supaya paham.
5. Lemak anggun jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Perundingan yang baik jangan disia-siakan, namun hendaknya dipikirkan secara pada-pada.
6. Lempar batu sembunyi tangan. Melakukan sesuatu, kemudian berdiam diri seolah-olah nir memahami menahu.

7. Lepas dari mulut harimau jatuh ke ekspresi buaya. Lepas dari bahaya yg besar , jatuh ke dalam bahaya yang lebih akbar lagi.
8. Lidah tak bertulang. Praktis saja mengatakan / menjanjikan sesuatu, yg berat adalah melaksanakannya.
9. Lubuk logika tepian ilmu. Seseorang yg dikenal mempunyai banyak ilmu pengetahuan.
10. Luka sudah hilang parut tinggal pula. Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas pada hati orang yg berselisih, walaupun perselisihan itu telah berakhir.
11. Makan hati berulam rasa. Menderita lantaran perbuatan orang yang kita sayang.
12. Malang tak bisa ditolak, mujur tidak dapat diraih. Segala sesuatu dalam kehidupan bukan insan yang memilih.
13. Malu bertanya sesat pada jalan. Kalau tidak mau berikhtiar tidak akan mendapat kemajuan.
14. Membagi sama adil, memotong sama panjang. Apabila membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya wajib adil dan nir berat sebelah.

15. Membelah dada melihat hati. Ungkapan buat menyatakan kesungguhan.
16. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kalah ataupun menang sama-sama menderita.
17. Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Menantikan donasi berdasarkan orang yang nir bisa memberikan donasi.
18. Menggantang asap. Melakukan perbuatan yg sia-sia.
19. Menghela lembu dengan tali, menghela insan menggunakan kata. Segala pekerjaan wajib dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.
20. Menohok teman seiring dalam lipatan. Mencelakakan teman sendiri.

21. Murah dimulut, mahal ditimbangan. Mudah sekali berjanji namun nir pernah menepati.
22. Musang berbulu ayam. Orang jahat bersikap misalnya orang baik.
23. Musuh pada selimut. Musuh dalam kalangan / lingkungan sendiri.
24. Nasi sudah menjadi bubur. Sudah terlajur, nir bisa diperbaiki atau diubah lagi.
25. Nasi tidak dingin, pinggan tidak retak. Orang selalu mengerjakan sesuatu menggunakan hati-hati.

6. Peribahasa dimulai abjad O-P-S

No Peribahasa Artinya
1. Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. Apabila menghendaki sesuatu, niscaya akan menerima jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan.
2. Pandai berminyak air. Pandai menyusun kata-kata buat mencapai maksudnya.
3. Pangsa menerangkan bangsa, umpama durian. Kita mampu melihat perangai seorang melalui tutur pungkasnya.
4. Putih kapas dapat dibentuk, putih hati berkeadaan. Kebaikan hati yang mampu dicermati menurut tingkah lakunya.
5. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Seiya sekata pada seluruh keadaan.

6. Seberat-berat mata memandang, berat jua bahu memikul. Seberat apapun penderitaan orang yg melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.
7. Sedap jangan ditelan, getir jangan segera dimuntahkan. Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar nir kecewa.
8. Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Suatu pekerjaan yg dilakukan dengan keyakinan serta kesabaran akan berakibat output yg baik.
9. Sekali air pasang, sekali tepian beranjak, Sekali air pada dalam, sekali pasir berubah. Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.
10. Sekali jalan terkena, dua kali jalan memahami, tiga kali jalan jera. Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi buat kedua kalinya.

11. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali melakukan pekerjaan, beberapa maksud tercapai.
12. Seludang menolak mayang. Sebutan buat orang sombong serta melupakan orang lain yang sudah berjasa dalam hidupnya.
13. Seorang makan cempedak, semua kena getahnya. Seorang berbuat keliru, semua dipercaya salah juga.
14. Sepandai-pintar tupai melompat, sekali ketika jatuh pula. Sepandai-pandainya manusia, suatu waktu pasti pernah melakukan kesalahan jua.
15. Seperti cacing kepanasan. Tidak hening, selalu gelisah.

16. Seperti durian dengan mentimun. Orang lemah / miskin / udik melawan orang kuat / kaya / pandai
17. Seperti lebah, ekspresi bawa madu, pantat bawa sengat. Berwajah mengagumkan namun perilakunya dursila.
18. Serigala berbulu domba. Orang yg kelihatannya kurang pandai serta penurut namun sebenarnya kejam, jahat, serta curang
19. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian nir berguna. Pikir dahulu masak-masak sebelum berbuat sesuatu ( pikirkan laba dan ruginya ).
20. Setali tiga uang. Sama saja, nir ada bedanya.

7. Peribahasa dimulai abjad T-U-Y

No Peribahasa Artinya
1. Tahu asam garamnya. Tahu seluk beluknya / berpengalaman.
2. Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya.
3. Tambah air tambah sagu. Tambah banyak permintaannya, bertambah juga biayanya. Jika bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya.
4. Tangan merentang bahu memikul. Berani berbuat wajib berani bertanggung jawab.
5. Terbuat dari emas sekalipun, kandang tetap kandang jua. Meskipun hayati dalam kemewahan namun terkekang, hati permanen merasa tersiksa jua.
6. Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Segala sesuatu yg berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.

7. Tertangguk dalam ikan sama menguntungkan, tertanggung dalam rangsang sama mengiraikan. Suka serta sedih dijalani beserta. Keuntungan yang didapatkan dinikmati beserta-sama, kesusahan yg dialami diatasi beserta-sama juga.
8. Tiada rotan akarpun jadi. Kalau nir ada yang baik, yg kurang baik pun boleh juga.
9. Tua-tua keladi, makin tua makin sebagai. Orang tua yg bersikap misalnya anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
10. Umur setahun jagung. Belum berpengalaman.
11. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. Keberuntungan atau nasib manusia tiada permanen, kadang pada bawah serta kadang pada atas.
12. Yang buta peniup lesung, yang peka pelpas bedil. Masing-masing terdapat faedahnya, asal diletakkan dalam tempatnya.

Demikianlah deretan peribahasa indonesia yang disertai dengan arti atau maknanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel