Iklan Responsive

Penulisan Tanda Baca yang Benar dan Contoh Penggunaannya


Ketika kita menulis, selain memperhatikan penulisan huruf, kita pula wajib memperhatikan penulisan indikasi baca. Dalam sebuah kalimat, kehadiran indikasi baca ini adalah hal penting serta harus. Dengan pertanda baca yg diletakkan secara tepat, kita sanggup lebih mudah dalam memahami maksud berdasarkan suatu kalimat.

Ada poly pertanda baca yang kita kenal dalam kaidah bahasa. Penulisan tanda baca dan penggunaan indikasi baca tersebut memiliki aturannya masing-masing. Jadi, kita nir boleh sembarangan ketika meletakkan tanda baca ya.

Kelihatannya, peletakkan indikasi baca ini sederhana. Akan namun, bila keliru hasilnya bisa mengakibatkan makna sebuah kalimat jadi ambigu atau berubah. Itu sebabnya, krusial bagi kita buat tahu cara meletakkan indikasi baca yg sempurna dalam bahasa Indonesia. Jadi, kalimat yg kita buat sanggup ditangkap maknanya secara sempurna sang pembaca.

Berikut ini tutorial-informasi.net kami sajikan tentang bagaimana penulisan indikasi baca penggunaannya secara benar pada sebuah kalimat. Ada banyak indikasi baca yg ada dalam kaidah Ejaan Bahasa Indonesia serta dilengkapi contoh penggunaan tanda baca supaya lebih gampang dipahami lagi.

TANDA BACA TITIK (.)

Tanda baca titik sangat tak jarang ada pada kalimat. Fungsi pertanda baca titik ada beberapa. Yang paling umum merupakan menjadi penanda akhir berdasarkan rangkaian kata.

Contohnya:
Dila ingin makan permen coklat.
Selain itu, tanda baca titik jua berfungsi buat mengakhiri singkatan yg belum resmi.

Contoh:
yth. (yang terhormat)
hlm. (laman)
a.N. (atas nama)

Tanda titik jua digunakan buat membatasi singkatan pada gelar sarjana dengan bidang yang diambilnya.

Contoh:
S.pd (Sarjana Pendidikan)
S.E (Sarjana Ekonomi)
S.hum (Sarjana Humaniora)

Tanda titik pula dipakai buat mengakhiri angka atau huruf yang terdapat dalam laporan atau tabel.

Contoh:
Tabel 3.1

Tanda titik digunakan pada pada daftar pustaka menjadi pembatas antara satu fakta lainnya.

Contoh:
Knight, John. 2001. Wanita Ciptaan Ajaib. Bandung: Indonesia Publishing House.

Tanda titik dipakai buat membatasi angka atau sapta ribuan serta kelipatannya

Contoh:
Harga jam tangan itu mencapai Rp 15.000.000.
Dia harus menyediakan pasir sebanyak 50.000 hektar.
Tanda titik digunakan buat pembatas jam serta mnt pada hitungan ketika.

Contoh :
Dia berangkat pukul 05.00 dini hari tadi.
Kita wajib telah tiba pada Bandung pukul 16.00.

Sebagai keterangan tambahan, indikasi titik (.) tidak digunakan pada penulisan judul atau warta pengirim serta tujuan pada surat.

Baca jua: Majas atau Gaya Bahasa

TANDA TANYA (?)

Cara penulis pertanda baca yang satu ini sangat sederhana. Kita sanggup mengenali kalimat yg perlu memakai tanda baca menggunakan gampang. Tanda tanya sendiri berfungsi buat memberitahuakn posisi kalimat sebagai kalimat tanya.

Jika menggunakan pertanda tanya, berarti kita nir perlu lagi meletakkan tanda titik (.) di akhir kalimat atau indikasi tanya tersebut menggantikan tanda titik. Apabila indikasi titik mengarah dalam kalimat pernyataan, tidak selaras menggunakan indikasi tanya (?) yang berfungsi buat mengarahkan kalimat sebagai kalimat yg bersifat pertanyaan.

Tanda tanya ini selalu diletakkan pada akhir kalimat. Ciri khas kalimat menggunakan tanda tanya pada bagian akhir merupakan kalimat tadi diawali dengan kata tanya (Apa, Mengapa, Kenapa, Berapa, serta sejenisnya), sekalipun, kalimat yg tanpa istilah tanya di depannya jua tetap bisa menggunakan pertanda tanya di akhirnya, selama kalimat tersebut pula adalah kalimat tanya.

Contoh:
Apakah Anda bisa menghadiri rapat hari ini?
Siapa nama saudara lelaki Anda?
Kamu bisa menolongku, bukan?

TANDA SERU (!)

Sama halnya tanda tanya, indikasi seru (!) pula sanggup menggantikan posisi tanda titik (.) di akhir kalimat. Bedanya, penggunaan indikasi baca seru akan menghasilkan kalimat yg sifatnya perintah atau seruan. Penggunaan pertanda baca seru jua dapat berfungsi menegaskan, mengajak, atau memengaruhi seorang melalui kalimat tersebut.

Contoh :
Tutup jendelanya!
Silahkan kerjakan sendiri!
Anda sebaiknya melupakan target penjualan itu!

TANDA KOMA (,)

Tanda koma (,) juga merupakan pertanda baca yang tak jarang muncul pada kalimat. Ciri khas peletakkan indikasi baca yang sahih merupakan berada pada pada kalimat. Tanda koma nir sanggup dipakai untuk awalan atau epilog kalimat.

Tata cara pemakaian serta penulisan tanda koma (,) yg sempurna dalam bahasa Indonesia yg pertama merupakan sebagai pemerinci dalam sebuah kalimat yg mempunyai subjek, objek, serta keterangan lebih berdasarkan 2. Dalam hal ini, peletakkan tanda koma selalu di akhir istilah yg dirinci. Khusus pada istilah terakhir, pertanda koma (,) berada sebelum dan kata yang menjadi istilah hubung.

Contoh:
Kakak ingin membeli buku, tas, sepatu, serta pulpen pada toko Rajawali.
Tanda koma menjadi pemisah antara anak kalimat yg letaknya mendahului induk kalimat.

Contoh:
Karena kakinya sakit dan tidak terdapat taksi, Sintia sebagai terlambat datang ke sekolah.

Tanda koma sebagai pemisah antara petikan kalimat pribadi menggunakan kalimat utamanya. Apabila petikannya berada di belakang pengujar, tanda koma diletakkan sebelum petikan eksklusif. Akan namun, apabila petikan kalimat langsung mendahului pengujar, tanda koma diletakkan di bagian akhir petikan, sebelum tanda kutip (“”).

Contoh:
Lily gembira melihat Kakek pergi berdasarkan rumah sakit, Lily lantas menyampaikan, “Lily kangen sama Kakek.”
“Kakek jangan sakit lagi ya.” Kata Lily waktu menyambut kakeknya dari rumah sakit.

Tanda koma sebagai pemisah antara nama dengan gelar.

Contoh:
Kak Brany telah menyelesaikan kuliahnya menggunakan baik serta kini beliau bergelar Brany Brian, S.pd.

Tanda koma menjadi pemisah antara nama pengarang yang dibalik dalam bibliograf.

Contoh:
Ardiani, Risa. 2005. Mahir Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tanda koma menjadi pembatas antara satu informasi menggunakan fakta lain yang berada dalam catatan kaki.

Contoh:
Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pustaka Rakyat, 150), hlm. 20.

Tanda koma menjadi pengapit informasi tambahan yang ada di dalam kalimat.

Contoh:
Ibu yg memiliki anak bayi tadi, Bu Ngadini, rajin membawa anaknya ke Posyandu.

Baca jua: Jenis Jenis Konjungsi, Fungsi dan Contoh Konjungsi

TANDA TITIK DUA (:)

Tanda titik 2 terkadang kita temui dalam beberapa tipe tulisan. Tanda baca ini memang nir sepopuler indikasi baca titik dan koma, tapi kita tetap harus memahami bagaimana tata cara peletakkannya yang sempurna.

Penggunaan indikasi baca titik dua yang pertama merupakan buat membatasi kabar dengan rinciannya.

Contoh:
Sebagai bahan ujian praktikum, para siswa harus menyiapkan: jas praktikum, gelas ukur, bahan standar praktikum, lensa pembesar serta kitab catatan.

Tanda titik dua dipakai pada obrolan yang ada dalam naskah drama buat membatasi antara pengujar dan kalimat yg diucapkan.

Contoh:
Lily : “Kenapa Kamu mampu hingga di sini?”
Dodi : “Aku mengikutimu semenjak tadi.”

Tanda titik 2 dipakai penanda batas antara penerbit dengan kota penerbit yang terdapat dalam penulisan daftar pustaka.

Rinawati.2019. Bahasa Indonesia Kebanggaanku. Jakarta : Gramatikal.

Tanda titik dua dipakai sebagai pembatas antara kabar yang ada pada goresan pena bersifat laporan.

Contoh:
Nama :
NIK :
Institusi :

TANDA TITIK KOMA (;)

Penggunaan indikasi baca titik koma (;) pada dasarnya seperti dengan penggunaan indikasi koma (,) pada kalimat. Akan namun, spesifik pertanda baca titik koma (;) ini baru bisa dipakai ketika terdapat 2 penempatan indikasi koma (,) yg salah satunya bersifat lebih tinggi daripada yg lainnya. Tanda titik koma sendiri diletakkan pada kalimat dengan sifat yang lebih tinggi. Misalnya misalnya yg ada pada kalimat beragam dengan rincian di dalamnya.

Contoh:
Setelah selesai ujian; saudara termuda telah menyiapkan aneka macam perlengkapan liburan buat pada tempat tinggal nenek, seperti : bola, pakaian, sepatu, kudapan, peralatan mandi, sampai kamera.

TANDA HUBUNG (-)

Tanda hubung relatif seringkali muncul dalam penulisan kalimat sehari-hari. Ada beberapa model kalimat yang mengharuskan kita menggunakan pertanda hubung. Yang pertama, pertanda hubung dipakai buat menghubungkan istilah-istilah yang mengalami pengulangan.

Contoh:
Aku melihat kitab -buku itu berantakan.
Tanda hubung dipakai buat menghubungkan imbuhan dalam bahasa Indonesia dengan kata asing.

Contoh:
Lily tampak anggun hanya saat wajahnya pada-make up.

TANDA PISAH (—)

Untuk indikasi pisah ini wajib perlu dipandang menggunakan sangat hati-hati. Sebab, pertanda baca ini terlihat seperti dengan pertanda hubung (-). Akan namun, kedua pertanda baca ini tidak sama. Tanda pisah (—) mempunyai bentuk yang lebih panjang.
Penggunaan keduanya pun jua tidak selaras. Pemakaian pertanda pisah (—) yg sempurna pada bahasa Indonesia yang pertama merupakan sebagai pengapit antara keterangan tambahan dalam sebuah kalimat.

Contoh :
Aku ingin sekali –seperti orang-orang pada umumnya—yang sanggup bebas berkarya.
Tanda pisah pula digunakan buat mengubah istilah sampai atau sampai pada informasi ketika.

Contoh:
Ujian mulut akan diadakan besok dalam pukul 09.00—12.00.

TANDA PETIK (‘…’)

Penggunaan indikasi petik yg utama adalah digunakan buat mengapit istilah yang mempunyai makna yg sifatnya konotatif atau nir sebenarnya.

Contoh :
Aku nir ingin sebagai ‘kambing hitam’ lantaran pertarungan ini.
Tanda petik pula digunakan buat mengapit makna istilah yg pribadi dicantumkan pada dalam kalimat.

Contoh :
Lily adalah anak emas ‘anak kesayangan’ famili ini.

TANDA KUTIP (“…”)

Tanda kutip dalam dasarnya adalah penggunaan tanda petik secara ganda. Namun, perlu diketahui bahwa fungsi tanda petik serta indikasi kutip tidak selaras. Penggunaan indikasi kutip dalam bahasa Indonesia adalah buat mengapit judul makalah, judul rubrik, bab kitab , atau judul karangan lain yang belum diterbitkan.

Contoh:
Andini mengarang sebuah kitab menarik yg berjudul “Kabut di Seberang Senja”.
Selain itu, pertanda kutip juga dipakai buat mengapit kalimat pribadi.

Contoh:
Pak Pengajar menyampaikan, “Seluruh siswa harus mengumpulkan tugas tepat ketika.”

TANDA GARIS MIRING (/)

Tanda garis miring pada penulisan bahasa Indonesia memiliki peran penting pada surat menyurat. Peran tanda garis miring adalah buat pembatas pada angka surat. Selain itu, fungsi tanda baca garis miring juga buat menggantikan istilah tiap.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel