Iklan Responsive

PENGERTIAN UNSUR DAN CIRI CIRI PUISI

Sering kali disaat gundah ataupun ingin menyatakan perasaan, kita membuat rangkaian kata yg dikenal dengan PUISI. Bahkan beberapa orang menggunakan puisi sebagai media kritik terhadap penguasa.

Maka berdasarkan itu tentang-soal.blogspot.com pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai PUISI, terutama pengertian puisi, unsur unsur dari puisi (unsur intrinsik dan ekstrinsik) dan juga karakteristik ciri puisi. Simak penjelasannya ini dia.


PENGERTIAN PUISI

Puisi merupakan sebuah karya sastra berdasarkan buah pemikiran serta perasaan insan, dimana bahasanya terikat oleh matra, bait, rima, jua irama penyusunan lirik yang dilakukan menggunakan penuh makna.

Puisi juga lebih mengutamakan bentuk, bunyi dan makna yg akan disampaikan. Puisi yang dapat dikatakan baik apabila mempunyai makna mendalam dan makna tadi diungkapan dengan memadatkan segala unsur bahasa.

Dalam penggunaan bahasa, puisi menggunakan bahasa yg tidak sinkron dengan bahasa keseharian kita. Lebih lanjut dapat dilihat dalam ciri ciri puisi. Tentunya kedalaman makna menurut sebuah puisi bergantung dari oleh pembaca. Pengetahuan serta khayalan berdasarkan pembaca sangat penting pada menangkap pesan puisi.

Simak juga: Memahami Teks Cerita Fiksi pada Novel

UNSUR – UNSUR PUISI

Sebuah karya puisi diciptakan dengan 2 unsur didalamnya, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut ini penerangan serta pembagian terstruktur mengenai dari 2 unsur tadi.

1. Unsur Intrinsik Puisi
Unsur intrinsik menurut puisi dibagi sebagai 7 pada umumnya. 7 unsur tersebut adalah menjadi berikut:

a. Unsur Tema
tema merupakan gagasan pokok atau sebuah ide dasar berdasarkan sebuah puisi. Setiap puisi memiliki banyak hal yg akan dibahas. Tetapi, demikian puisi tadi pastinya mempunyai 1 topik primer atau ilham dasar berdasarkan holistik pembahasan puisi.

b. Unsur Suasana (Latar)
Suasana adalah unsur perasaan pula pemikiran menurut oleh penyair. Dimana, unsur tersebut mampu membawa suatu suasana tertentu pada pembaca ataupun pendengar saat puisi dibacakan.

c. Unsur Imaji
Imaji adalah suatu gambaran yang tercipta waktu puisi dibacakan. Gambaran tadi dapat menyentuh perasaan atau imajinasi pembaca maupun pendengar melalui indra yg dimiliki manusia, yakni pendengar, penglihatan dan lainnya.

Tujuan unsur ini agar pembaca maupun pendengar dapat tahu atau menangkap makna berdasarkan puisi yg diciptakan oleh kreator. Imaji sendiri mengkategorikan sebagai beberapa citraan, yakni citraan mobilitas, citraan perasaan, cintraan perabaan, citraan penciuman, citraan pengecapan, citraan penglihatan, citraan indera pendengaran, serta juga citraan intelektual.

d. Unsur Simbol atau Lambang
Simbol atau lambang adalah unsur puisi dimana kata – istilah dalam sebuah puisi dapat menjadi suatu lambang guna maksud dan tujuan eksklusif. Contohnya “kasih sang mentari , yg menyinari pagi”, kata “Sang Mentari” pada penggalan puisi tersebut dapat melambangkan atau menyimbolkan kehangatan atau bisa jua kesetiaan.

e. Unsur Musikalitas Puisi (Nada/Bunyi)
Musikalitas puisi merupakan susunan istilah yg mempunyai makna, latif serta menarik buat didengar nadanya, sebagai akibatnya membuat pembaca juga pendengar tertarik menggunakan puisi tersebut.

f. Unsur Gaya Bahasa
Fondasi dari sebuah puisi merupakan bahasanya. Penyair satu dengan yang lain tentu memiliki gaya bahasa yang berbeda. Gaya bahasa tersebutlah yg menjadi kekhasan dari oleh penyair, dalam membicarakan pikiran juga perasaannya.

g. Unsur Amanat
Jika diawal tersebut telah sempat dibahas bahwa dalam sebuah puisi mengandung sebuah makna, maka makna tersebutlah yang seharusnya merupakan amanat yg perlu disampaikan sang penyair.

Amanat merupakan sebuah pesan pada hal ini berdasarkan penyair kepada pembaca juga pendengar. Biasanya amanat menurut sebuah puisi dapat dimengerti setelah tahu isi juga makna puisi. Ini lantaran amanat tadi disampaikan secara tersirat, sehingga nir dapat pribadi ditangkap langsung sang pikiran kita.

2. Unsur Ekstrinsik Puisi
Unsur ekstrinsik adalah unsur yg ada dalam penyair tidak bekerjasama langsung menggunakan puisi yg dibentuk. Unsur ekstrinsik tadi antara lain sebagai berikut, keadaan sosial menurut penyair, lingkungan dari penyair, profesi dari penyair, pengalaman penyair, syarat ekonomi menurut penyair, peran penyair dalam hubungan rakyat dan masih banyak lagi.

CIRI – CIRI PUISI

Pada dasarnya puisi memiliki karakteristik yg sederhana. Ciri karakteristik tadi merupakan menjadi berikut:

1. Pola Bunyi (rima)
Pola Bunyi atau Rima adalah penataan suara dari susunan kata – istilah pada sebuah puisi. Penataan suara tadi bisa diamati dari tiap baris puisi. Terciptanya pola bunyi tersebut sanggup disengaja atau tidak disengaja sang penyair.

2. Irama (Ritme) 
Irama merupakan pergantian istilah, keras lembutnya sebuah kata istilah, lambat juga cepat pembacaan rangkaian kata, bahkan tinggi dan rendahnya pembacaan istilah pada puisi. Irama tadi untuk mepercantik puisi sebagai akibatnya memiliki nilai kualitas yang baik.

3. Diksi (Pemilihan Kata)
Diksi atau pemilihan kata dalam puisi memang spesial . Kata kata tadi nir sama menggunakan bahasa dialog sehari hari. Pengetahuan oleh penyairlah yang berperan akbar pada rangkaian diksi dalam puisi.

Demikian penerangan menurut tutorial-informasi.net tentang PUISI. Semoga selesainya membaca artikel ini kalian dapat merangkai kata dalam selembar kertas tuk dijadikan sebuah pesan yg akan dikenang sepanjang jaman. Terima kasih dan selamat belajar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel