Iklan Responsive

PENGERTIAN MANAJEMEN MATERI PELAJARAN EKONOMI

Bagi engkau yg sedang belajar ekonomi, kamu tentunya akrab dengan kata manajemen, bukan? Pengertian manajemen umumnya dibahas pada bab bab awal saat hendak mempelajari ekonomi. 

Selain itu, kita jua perlu belajar tentang fungsi manajemen, sejarah manajemen, pembagian terstruktur mengenai manajemen dan pula prinsip manajemen. Beberapa hal inilah yg kali ini akan kita bahas ya.


Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen adalah koordinasi menurut aneka macam asal daya yg berlangsung melalui rangkaian proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan energi kerja, pengarahan dan pengawasan guna mencapai tujuan awal yg telah ditetapkan. Seluruh koordinasi sumber daya yang dilakukan merupakan dengan menerapkan terapan ilmu dan seni, lantaran sesungguhnya Ilmu dan seni dalam disiplin manajemen tidaklah dapat dipisahkan.

Manajemen sebagai sebuah ilmu karena memang sudah la.A dipelajari semenjak dahulu. Selain itu, di dalam olmu ini juga masih ada penerangan tentang aneka tanda-tanda manajemen yang berdasarkan pada penelitian menggunakan memakai metode yang ilmiah dan dirumuskan dalam bentuk prinsip yang membuatnya layak dianggap sebagai teori.

Adapun manajemen dipercaya sebagai seni, yakni jika ditinjau berdasarkan sudut pandang sebuah pekerjaan yang mengunakan tenaga dan kerja sama menggunakan orang lain. Laku cara-cara buat menerima kerja sama ini bisa dilakukan dengan me-manage atau mengatur. Dalam hal inilah dibutuhkan sebuah seni. Tujuannya, maksud hati serta cara penyampaian yg dilakukan bisa tersampaikan menggunakan baik.

Fungsi Manajemen

Manajemen mempunyai banyak fungsi. Adapun fungsi manajemen, mencakup :

1. Planning (Perencanaan)

Pekerjaan wajib telah ditetapkan oleh kelompok guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal. Dalam aktivitas Planning terdapat aktivitas pengambilan keputusan dan pemilihan keputusan yg realistis sehimgga akan lebih gampang buat dijalankan. Planning krusial buat mencapai tujuan yg lebih akbar karena visi serta pandangan ke depan yang baik krusial buat setiap orang.

Terdapat 2 elemen primer dalam perencanaan, yg berupa sasaran serta rencana. Sasaran (goal) merupakan satu hal yg perlu dicapai individu atau gerombolan . Sasaran terkadang jua dianggap menggunakan tujuan. Sedangkan rencana (plan) adalah bentuk dokumen yang dipakai buat menaruh citra dalam mencapai tujuan. Rencana mempunyai elemen-elemen lagi di dalamnya, berupa alokasi asal daya, dana, jadwal, jangka waktu, serta frekuensinya.

Simak jua: Pengertian serta Syarat Segmentasi Pasar

2. Organizing (Pengorganisasian)

Adalah suatu proses mengelompokkan kegiatan -kegiatan guna mencapai tujuan serta buat memberi tugas kepada setiap kelompok yang dilakukan oleh seseorang manajer. Pengorganisasian misalnya ini dilakukan dengan tujuan mengatur sumber yg diperlukan, misalnya insan serta pekerjaan yg dibutuhkan serta dikehendaki sebagai akibatnya target keberhasilan bisa tercapai. Di dalam organisasi, masih ada empat komponen yg disingkat menjadi WERE (work, employees, relationship, environment).

Work atau pekerjaan merupakan fungsi organisasi yang harus dilaksanakan, fungsi ini dilandasi sang adanya sasaran yang sudah ditetapkan pada awal atau sebelumnya. Employees atau pegawai-pegawai merupakan orang-orang yg telah menerima tugas atau pekerjaan tertentu yang akan dilaksanakan.

Relationship atau hubungan merupakan satu elemen penting, yaitu interaksi antara pegawai menggunakan pekerjaannya, interaksi interpersonal antar pegawai, antara unit kerja yang satu dengan unit kerja yang lain. Environment atau lingkungan merupakan suatu komponen yg di dalamnya mencakup sarana fisik dan sasaran umum, serta jua sebagai loka pegawai -pegawai untuk menjalankan pekerjaannya, pula termasuk sebagain tempat indera - dan lokasi yg dipakai.

3. Actuating (Pelaksanaan)

Pelaksanaan merupakan usaha yg dlakukan guna menggerakkan anggota- anggota yang tedapat pada suatu grup eksklusif dengan cara tertentu, sebagai akibatnya orang-orang pada gerombolan tersebut tergerak dan berkeinginan melaksanakan aktivitas tertentu supaya dapat mencapai tujuan yg sudah direncanakan di awal.

4. Controlling (Pengawasan)

Pengawasan merupakan inovasi dan penerapan cara, serta pula indera buat menjamin bahwasanya rencana atau rencana yang telah dilaksanakan sesuai dengan hasrat. 

Pengawasan yg dilakukan seorang manajer haruslah dilakukan dengan sebaik mungkin supaya dapat menghindari keterlambatan proses pencapaian tujuan, serta menghindari hal-hal yang terjadi pada luar prosedur. Manajer bisa melakukan supervisi melalui alat, media, sekaligus melakukannya eksklusif.

Tipe - Tipe Pengawasan

Terdapat 3 tipe supervisi yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah beberapa tipe supervisi :

1. Feedforward Control

Adalah tipe supervisi yang dirancang guna mengantisipasi adanya perkara dan defleksi standar tujuan serta untum memungkinkan koreksi sebelum aktivitas eksklusif diselesaikan.


2. Concurrent Control

Adalah tipe pengawasan dengan proses yang dilakukan dalam aspek eksklusif menurut mekanisme serta wajib disetujui dulu sebelum kegiatan dilanjutkan atau guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.

3. Feedback Control

Dilakukan dengan tujuan buat mengukur output-output kegiatan yg telah selesai dilaksanakan.

Simak jua: Faktor Faktor Produksi dalam Ekonomi

Sejarah Manajemen

Sejarah perkembangan ilmu manajemen bisa dicermati berdasarkan adanya pembagian dalam empat fase, yaitu :

Era Pemikiran Awal

Tahun 1776, Adam Smith memperkenalkan doktrin ekonomi klasik melalui bukunya yg berisi mengenai organisasi terhadap pembagian kerja yg menurutnya akan berefek positif terhadap keunggulan dan kesuksesan ekonomi. 

Pembagian kerja yg beliau tutur merupakan perincian pekerjaan terhadap pekerja beserta tugas yg lebih terkhusus buat dilakukan secara berulang bagi masing masing pekerja. 

Adam Smith menyatakan bahwa dengan sepuluh orang yg menjalankan tugas khusus pada sebuah perusahaan, maka akan menghasilkan 48 ribu peniti dalam satu hari. Namun, berbeda bila hanya satu orang yg bekerja sendiri buat seluruh bagian pembuatan peniti dati awal sampai akhir, maka paling hanya sanggup membuat sepuluh peniti saja.

Adam Smith berkesimpulan bahwa pembagian kerjalah yg bisa menaikkan produktivitas, berhemat waktu, menaikkan keterampilan kerja, serta hemat energi.

Lalu, terjadilah revolusi industri pada Britania. Revolusi ini ditandai dengan maraknya penggunaan mesin yang menggantikan peran manusia, yg lalu dikenal menggunakan pabrik. 

Akibatnya, manajer waktu itu pun memerlukan teori yg tepat buat mengarahkan dan memberi tugas tugas bagi bawahan- bawahannya. Teori dan disiplin ilmu tadi lah yang jua merupakan awal menurut perkembangan ilmu manajemen.

Era Manajemen Sains

Manajemen Sains atau manajemen ilmiah telah dipopulerkan oleh pakar manajemen bernama Frederick Winslow Taylor melalui bukunya yang berjudul "Principles of Scientific Management" (1911). Taylor dalam buku tadi memaparkan bahwa manajemen sains merupakan ilmu yg pada dalamnya masih ada penggunaan metode ilmiah dalam memilih cara terbaik buat menyelesaikan pekerjaan.

Lalu tahun 1940 an, Patrick Blackett mengeluarkan ilmu tentang riset operasi yang merupakan bagian menurut ilmu kombinasi menurut mikroekonomi serta teori statistika. Riset operasi ini lebih dikenal dengan sebutan 'manajemen sains'. Ini dilakukan menggunakan mencoba pendekatan ilmiah guna merampungkan masalah yang terdapat pada manajemen khususnya pada bidang operasi serta logistik. 

Lalu tahun 1946, Peter F Drucker meluncurkan bukunya yang berisi mengenai manajemen terapan, berjudul "Concept of the Corporation". Buku ini di dalamnya menugaskan penelitian mengenai organisasi.

Manajemen yang dinyatakannya juga didukung pemikiran yang baru Henry Gantt serta Gilbreth. Henry menyumbangkan idenya yang menyatakan bahwa seseorang mandor harus dapat memberi pendidikan dalam para karyawannya, serta memanajemen serta mengontrol pekerjaannya. 

Aementara Lilian Gilbreth dan Frank yang adalah oasutri jua menciptakan indera yg bisa mencatat gerakan yang dilakukan oleh para pekerja, yg diberi nama micromotion.

Tahun 1950, terdapat lima fungsi manajemen yang dikemukakan Henry Fayol, yang merupakan seseorang industriawan menurut Prancis, kelima fungsi manajemen tersebut mencakup:

  1. Merancang
  2. Mengorganisasi
  3. Memerintah
  4. Mengkoordinasikan
  5. Mengendalikan

Lalu tahun 1940, Patrick Balckett balik mengemukakan tentang riset kombinasi berdasarkan teori mikroekonomi dan statistika. Risetnya kali ini mencoba merampungkan secara ilmiah serta manajemen pada bidang operasi dan logistik. 

Lalu di tahun 1946, Peter F Ducker membangun kitab mengenai manajemen terapan dengan judul Concept of the Corporation, yg pada dalam kitab ini pula mendeskripsikan penelitian tentang organisasi.

Era Manusia Sosial

Pada 1942, Mary Parker Follet menerbitkan sebuah kitab yg berjudul Creative Experience. Di dalam kitab ini bercerita tentang filosofi usaha. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa tugas memimpin adalah tujuan menurut organisasi serta wajib dapat mengitegrasikannya dengan tujuan kelompok serta individu. Pada pada dasarnya, para manajer dan karyawan wajib mengakibatkan mereka sebagai rekan serta mitra kerja, bukan sebagai lawan

Era Modern

Era terkini ada di abad ke 20 yang pertama kali dicetuskan oleh ahli manajemen W. Edward Deming dan Joseph Juran. Deming sendiri pada Jepang dipercaya sebagai seorang Bapak Kontrol Kwalitas. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa kebanyakan konflik pada kualitas bukanlah asal menurut kesalahan para pekerja, akan namun asal dari sistemnya. Akibatnya, saat kualitas ditingkatkan, maka akan mempunyai dampak sebagai berikut, seperti:

  1. Berkurangnya porto pengeluaran, lantaran terjadinya kesalahan sedikit, dapat mengakibatkan biaya buat pemugaran sebagai berkurang
  2. Produktifitas meningkat
  3. Pangsa pasar yang meningkat lantaran peningkatan terhadap kualitas serta terjadi penurunan harga
  4. Keuntungan semakin tinggi, sebagai akibatnya perusahaan bisa bertahan
  5. Jumlah lapangan pekerjaan akan semakin bertambah.


Klasifikasi Manajemen

1) Manajemen Lini

Ini juga disebut dengan manajemen taraf pertama, yg merupakan tingkatan paling rendah dari sebuah organisasi. Dalam hal ini, seseorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Seperti seseorang mandor yg mengawasi pabrik, dan pengawas teknik suatu bagian penelitian dan riset.

2) Manajemen Menengah (Midle Manager)

Merupakan manejemen yg terdapat lebih dari satu strata pada suatu organisasi. Manajer ini bertugas buat mengarahkan kegiatan manajer lain, dan mengarahkan dan mengontrol aktivitas yang dilaksanakan sinkron menggunakan kebijakan organisasi. Contohnya misalnya ketua bagian yang membawahi para kepala seksi.

3) Manajemen Puncak (Top Manager)

Merupakan manajemen yang terdiri berdasarkan grup dengan jumlah yg nisbi kecil, yg bertanggung jawab terhadap manajemen holistik dari organisasi. Manajer ini bertugas buat tetapkan kebijaksanaan terhadap operasional serta kegiatan, dan membimbing terjadinya hubungan organisasi menggunakan lingkungannya. Sebutan bagi manajer ini yg umumnya adalah Chief Executive Officer atau direktur primer, Presiden.

Prinsip Manajemen

Prinsip manajemen merupakan suatu dasar serta nilai yg menjadi berdasarkan sebuah keberhasilan pada manajemen.

Berikut merupakan 14 prinsip manajemen yang dirangkum dari pakar manajemen Prancis, Henry Fayol :


a. Pembagian Kerja

Memberikan spesialisasi pekerjaan dalam para individu di dalam ruang lingkup manajemen, sehingga dapat menambah produktivitas serta pula berhemat saat.

b. Wewenang serta Tanggung Jawab

Adalah suatu kunci pada aplikasi kolaborasi. Pemerintah berwenang buat memberikan perintah, sekaligus tanggung jawab yang akan timbul menurut kekuasaan tadi. Tanggung jawab terbesar dalam hal ini terdapat dalam manajer puncak , sehingga manajer zenit wajib memiliki sifat dan keahlian lebih tinggi tentang kepemimpinan

c. Disiplin

Pemegang kewenangan harus bisa menanamkan rasa disiplin pada pada dirinya sendiri, sebagai akibatnya ia dapat memlunyai rasa tanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya


d. Kesatuan Perintah

Prinsip ini adalah suatu perintah yg diterima para bawahan serta tidak boleh diberikan oleh lebih menurut satu orang atasan. Dengan begitu karyawan hanya memiliki sebuah jalan pemikiran saja.

e. Kesatuan Pengarahan

Setiap golongan pekerjaan haruslah mempunyai tujuan yg sama. Ini bekerjasama erat dengan adanya konsep hubungan kerja serta pembagian kerja.

f. Subordinasi Kepentingan Perseorangan Terhadap Kepentingan Umum

Bagi setiap karyawan haruslah mengabdikan kepentingan pribadinya terhadap kepentingan dari perusahaan. Inilah yang akan menciptakan kegiatan dapat berjalan baik.

g. Penggajian Pegawai

Pemberian upah secara adil serta aporisma buat para pegawai, sebagai akibatnya ini dapat menaikkan rasa semangat serta sekaligus sanggup menambah produktivitas berdasarkan pegawai

h. Pemusatan

Tanggung jawab terbesar terdapat pada orang yg memegang kewenangan paling tinggi atau manajemen zenit. Ini menciptakan seoranh manajer terhindar berdasarkan simpang siur atau penyelewengan yang tidak diinginkan

i. Rangkaian Perintah

Merupakan prinsip yg pada dalamnya mewajibkan perintah yang dari berdasarkan atas ke bawah yg wajib memiliki jeda dekat. Sehingga garis otoritas yang terbentuk tidak terlalu jauh

j. Ketertiban

Ketertiban sebuah pekerjaan merupakan syarat utama yg bisa mengakibatkan adanya  peningkatan disiplin menurut karyawan

k. Keadilan

Manajer yang bisa memberikan keadilan terhadap para karyawannya sebagai akibatnya dapat menaikkan kesetiaan, ketaatan, serta tumbuhnya rasa patuh terhadap atasannya.

l. Stabilitas masa jabatan

Karyawan akan bekerja lebih baik, jika menerima ransangan keamanan pekerjaan dan adanya peningkatan karir yg pasti.

m. Inisiatif

Inisiatif akan sebagai hal krusial yang sanggup membuat adanya jalan pintas baru buat membuat pekerjaan sebagai lebih mudah serta lebih cepat terselesaikan, tanpa harus mengurangi kualitas berdasarkan hasil suatu pekerjaan.


n. Semangat Kesatuan

Merupakan suatu kesetiaan kelompok serta kekompakan para pegawai yg dapat menaikkan semangat kerja yang lebih baik. Manajer yg mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik, akan bisa menumbuhkan semangat kesatuan sepeti ini.

Teori Manajemen

Beberapa teori manajemen yg diungkapkan oleh para ahli sebagai berikut.

Haiman

Manajemen adalah suatu fungsi guna mencapai tujuan melalui aktivitas orang lain, dan menggunakan mengawasi usaha yang dilakukan individu agar mencapai tujuan

George R. Terry

Manajemen adalah suatu cara buat pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui aktivitas orang lain

Marry Parker Follet

Manajemen sebagai suatu seni pada menuntaskan pekerjaan melalui orang lain

Stoner

Manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta supervisi bisnis-usaha berdasarkan para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-asal daya manusia organisasi lain supaya dapat mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.

Gulick

Manajemen adalah suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yg pada dalamnya berusaha secara sistematis supaya dapat tahu tentang mengapa serta bagaimana manusia bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan buat membuat sistem ini bisa lebih berguna bagi kemanusiaan.

Schein
Manajemen menjadi suatu profesi. Menurutnya manajemen adalah suatu profesi yang dituntut buat dapat bekerja secara profesional.

Terry

Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang di dalamnya melibatkan bimbingan atau pengarahan menurut suatu gerombolan orang-orang menuju arah berdasarkan tujuan-tujuan organisasional atau berdasarkan maksud-maksud yang nyata

Nah, demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai pengertian manajemen dan hal - hal lain tentang manajemen. Semoga bermanfaat ya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel