Iklan Responsive

PENGERTIAN FUNGSI DAN MACAM SATELIT 2019

Pembahasan tentang luar angkasa memang sangat menarik, maka berdasarkan karena itu kali ini kita akan membahas tentang satelit. Di tutorial-informasi.net kita mampu menerima berbagai ilmu buat menambah wawasan kita.

Pengertian Satelit

Sering kita mendengar kata satelit akan namun tidak banyak yang mengerti apa itu satelit, pribadi saja kita simak mengenai pengertian berdasarkan satelit. Satelit merupakan benda langit yang mengorbit benda lainnya dengan saat rotasi serta revolusi eksklusif.

Bukan hanya itu saja masih ada banyak pendapat mengenai pengertian dari satelit salah satunya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa satelit merupakan bintang siarah yang mengorbit bintang siarah lainnya yg lebih akbar. Proses satelit mengitari planet ditimbulkan karena adanya gaya gravitasi planet.

Nah, mengenai pengertian dari satelit telah kentara, maka selanjutnya akan diterangkan tentang jenis-jenis serta  fungsi dari satelit itu sendiri.



Jenis dan Fungsi

Satelit dibedakan menjadi beberapa jenis, nah setiap jenisnya mempunyai fungsi masing-masing.

1. Satelit alami: benda luar angkasa yg telah ada bukan karena buatan insan yg mengorbit galat satu planet. Dengan istilah lain sateli alami bumi merupakan bulan. Dalam mengitari bumi bulan melakukan tiga gerakan yaitu rotasi, revolusi bulan mengelilingi surya, dan revolusi bulan mengelilingi bumi.

Contoh satelit alami lainnya adalah Callisto, Io, Ganymede yg mengorbit planet Jupiter serta Titan yg mengorbit planet Saturnus.

Apa itu rotasi? Rotasi adalah gerak perputaran bulan terhadap sumbunya dengan memakan ketika selama 29 hari. Sedangkan revolusi adalah gerak bulan mengelilingi bumi. 

Maka gerakan revolusi mampu menciptakan bentuk bulan berubah-ubah ( fase bulan ) menggunakan urutan menjadi berikut bulan baru – bulan sabit – bulan 1/2 – bulan bungkuk – bulan purnama – bulan bungkuk – bulan setengah – bulan sabit – bulan baru. 

Selain itu bulan juga mengelilingi mentari dengan durasi satu tahun, sedangkan bulan mengelilingi bumi 12 kali dalam setahun, sehingga proses tersebut dijadikan dasar pada penanggalan masehi atau hijriah.

Berikut merupakan fungsi menurut satelit alami  :
  1. Satelit alami melindungi planet berdasarkan hantaman benda langit lainnya (asteroid serta komet).
  2. Sebagai pengontrol kecepatan rotasi planet yg disebabkan oleh gravitasional tidal wave.
  3. Memberikan cahaya dalam malam hari.
  4. Memberikan ekuilibrium perputaran siklus air laut sebagai akibatnya mengakibatkan pasang surut air bahari.
  5. Mengurangi adanya radiasi sinar ultraviolet.


2. Satelit buatan: galat satu benda langit yang sengaja dibentuk oleh insan dengan jenis dan fungsi yang berguna bagi manusia menggunakan mengorbit planet lain.

Berikut ini adalah jenis-jenis dari satelit buatan insan bersama fungsinya.
  1. Satelit metrologi, yang memiliki fungsi buat meneliti atmosfer bumi buat melakukan peramalan cuaca.
  2. Satelit geodesi, memiliki fungsi buat melakukan pemetaan bumi dan memperoleh warta mengenai gravitasi.
  3. Satelit navigasi, satelit yg dibuat menggunakan tujuan membantu penerbangan serta pelayaran dengan cara memberikan warta posisi pesawat terbang dan kapal dalam bepergian.
  4. Satelit militer, satelit yang dibuat buat kepentingan militer suatu negara, dalam melakukan pengintaian kekuatan senjata versus.
  5. Satelit penelitian, satelit ini berfungsi buat melakukan penyelidikan sistem tata surya serta alam semesta secara menyeluruh tanpa terpengaruh oleh atmosfer. Contohnya satelit ini memperoleh fakta tentang surya dan bintang buat mengungkap rahasia alam semesta.
  6. Satelit survei SDA, satelit yg dibuat buat tujuan memetakan dan meneliti asal daya alam di bumi buat kepentingan pertambangan, pertanian, perikanan, serta lain-lain.
  7. Satelit komunikasi, satelit yg dibuat manusia dengan fungsi sebagai alat komunikasi layaknya radio, telepon, dan televisi.


3. Satelit masih digolongkan ke berbagai jenis berdasarkan ketinggian garis edarnya, yaitu Satelit LEO, Satelit GEO, serta Satelit MEO.
  1. Satelit GEO kepanjangan menurut Geostationary Earth Orbit yg merupakan satelit dengan lintasan orbit geostasioner mencapai 36.000 km berdasarkan permukaan bumi. Dengan adanya orbit stasioner mengakibatkan revolusi satelit dengan durasi satu hari. Contoh berdasarkan satelit GEO adalah satelit palapa serta intelsat.
  2. Satelit MEO kepanjangan Medium Earth Orbit yang memiliki garis orbit menengah dengan ketinggian 10.000 sampai 20.000 km dengan durasi revolusi kurang lebih 6 sampai 12 jam.
  3. Satelit LEO atau yg dikenal sebagai Low Earth Orbit adalah satelit menggunakan garis orbit yang mempunyai ketinggian rendah yaitu 500 sampai 10.000 km menurut permukaan bumi menggunakan durasi revolusi sekitar dua sampai 6 jam. Contoh berdasarkan satelit LEO diantaranya satelit Global Star, Odessey, Iridium,Constellation dan Elipsat.


Cara Kerja Satelit

Seluruh satelit yg mengelilingi bumi dikendalikan sang Master Control Station yg berada pada stasiun bumi dengan menggunakan sistem otomatis yang memakai dua sistem pengendalian yakni Spin Stabillized yang adalah metode pengendalian dengan menggerakan body satelit secara berputar menuju ke loka yang diinginkan dan Three Axiz Body Stabillized yang adalah metode pengendalian dengan berpedoman sumbu koordinat X, Y dan Z yg nantinya akan dipetakan menjadi posisi pitch, yaw dan roll. Karena dari teori posisi satelit akan permanen membisu di posisi orbitnya, tetapi sesungguhnya posisi satelit akan bergeser menurut orbit yg sebenarnya.

Nah, kali ini kita akan mengetahui cara kerja satelit yg terbagi sebagai dua cara, yaitu uplink serta downlink. Apa itu uplink dan downlink? Uplink adalah transmisi yg asal berdasarkan planet bumi menuju satelit, sedangkan downlink merupakan transmisi berdasarkan satelit menuju stasiun bumi.

Karena komunikasi satelit dan cara kerjanya sangat berperan sebagai repeater pada langit maka satelit tadi akan memakai transponders (alat yg memeungkinkan adanya komunikasi dua arah).

Dan yg paling peting pada komunikasi satelit merupakan antena satelit itu sendiri sebagai penangkap transisi di setiap wilayah dunia. Dan disisi lain sebuah satelit spancing memakai radar buat melakukan transmisi menurut wilayahnya. Power sistem yg digunakan dalam satelit diperoleh berdasarkan pancara sinar mentari yg diubah menjadi listrik (solar cells).

Proses mengganti energi surya sebagai listrik asal berdasarkan pesawat luar angkasa yang berada di ruang angkasa buat membangkitkan energi dengan energi matahari menggunakan memakai struktur layaknya sayap akbar yg seringkali dianggap menjadi panel surya. Panel mentari tersebut terdiri dari beberapa sel dengan ukuran lebih mini dari sel mentari . Sel tersebut terbuat dari silikon.

Sebuah panel mentari akan bekerja saat terpapar sinar mentari , yg lalu satelit tersebut dilengkapi menggunakan sensor atahari buat mencari arah cahaya matahari. 

Motor menggerakan panel buat dihadapkan ke arah cahaya surya. Sebuah satelit wajib dilengkapi menggunakan asal tenaga menggunakan kapasitas 12 tahun yang berperan menjadi bahan bakar buat tetap bekerja.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel