Iklan Responsive

PENGERTIAN DAN SIFAT CAHAYA SEPTEMBER 2019

Dalam kesempatan kali ini, Tutorial-informasi.net akan menguraikan tentang  pengertian cahaya beserta sifat-sifat cahaya.

Dalam kehidupan sehari-hari sudah sangat tak jarang kita mendengar istilah cahaya misalnya : cahaya matahari, pantulan cahaya dari cermin, cahaya berdasarkan lampu serta masih banya lainnya.

Dengan adanya cahaya , maka suatu tempat yg disinari sebagai jauh lebih terperinci dan tidak gelap. Dengan keadaan yang terang ini, kita bisa dengan mudah melihat keadaan yang pada sekitar dan insiden apa yg terjadi pada lebih kurang.

Lalu kira-kira apa sich cahaya itu ?. Untuk itu sebelum kita memahami sifat-sifat cahaya, terlebih dahulu kita akan memahami definis atau pengertian cahaya.

Apa itu Cahaya ?

Cahaya adalah tenaga yang berbentuk gelombang elektromagnetik yg dapat dicermati dengan mata manusia (terlihat secara kasat mata).  Panjang gelombang menurut cahaya adalah lebih kurang 380–750 nm. Sebuah benda yg memancarkan cahaya disebut menggunakan sumber cahaya.
Berdasarkan jenisnya, cahaya dibedakan menjadi
  • Cahaya tampak
    Cahaya tampak adalah cahaya yang apabila tentang benda maka benda tersebut akan dapat dicermati oleh insan, contoh cahaya matahari. 
  • Cahaya nir tampak.
    Cahaya tak tampak adalah cahaya yang jika tentang benda tidak akan tampak lebih terperinci atau masih sama sebelum terkena cahaya. Contoh cahaya tak tampak adalah sinar inframerah dan sinar x.

Sifat-Sifat Cahaya

Berikut ini merupakan beberapa sifat cahaya yg perlu kita ketahui:

1. Cahaya memiliki sifat merambat lurus

Untuk menunjukan apakah suatu cahaya bisa merambat secara lurus bisa dibuktikan menurut kemampuan cahaya tersebut meneruskan cahaya. Apabila masih ada sebuah benda yang tidak bisa ditembusi oleh cahaya maka benda tadi nir dapat meneruskan cahaya yang mengenainya..

Jika dikenai cahaya serta benda tadi membangun bayangan, maka benda tadi digolongkan sebagai benda gelap. Dengan demikian benda gelap adalah benda-benda yang  tidak sanggup membentuk cahaya sendiri, contohnya merupakan : kayu, tembok, tripleks, batu dan sebagainya.

Benda-benda yang ditembusi sang cahaya telah barang tentu dapat meneruskan cahaya yg mengenai benda tersebut.  Benda model misalnya ini dianggap sebagai golongan benda asal cahaya dan akan merambat secara lurus.
Contoh
  • cahaya senter membentuk garis lurus
  • cahaya mercusuar di pinggir laut membentuk garis lurus

2. Cahaya memiliki sifat bisa dipantulkan

Sifat cahaya berikutnya adalah cahaya bisa dipantulkan. Pemantulanan cahaya merupakan proses terpancarnya balik cahaya berdasarkan bagian atas benda yang memang terkena sang cahaya. 

Pemantulan cahaya dibedakan menjadi 2 yang dasar pembagiannya berkenaan menggunakan keadaan permukaan benda tadi. Benda yang memiliki bagian atas yg homogen (model: cermin), memantulkan cahaya dengan teratur. Sedangkan, benda yang  permukaan yg nir rata atau kasar maka akan memantulkan cahaya dengan nir teratur atau baur (difus). Berikut ini merupakan penjelasan lebih lengkap tentang pemantulan teratur serta serta pemantulan difus :
  • Pemantulan teratur
    Pemantulan teratur adalah pemantulan yang berkas cahaya pantulnya itu sejajar. Kondisi yang mengakibatkan terjadinya pemantulan teratur lantaran cahaya tentang benda yg permukaannya itu rata serta mengkilap . Cermin merupakan galat satu model benda yg dapat menghasilkan pemantulan teratur.
  • Pemantulan nir teratur (difus)
    Pemantulan nir teratur (difus) adalah pemantulan yang berkas cahaya pantulanya tidak beraturan. Hal ini disebabkan oleh kondisi permukaan benda tidak rata atau bergelombang. Dengan adanya pemantulan tidak teratur, maka tempat-tempat yang sebelumnya tidak disinari oleh cahaya secara langsung, akan menjadi ikut terang. Inilah keuntungan jika adanya pemantulan baur.

Cermin yg adalah galat satu benda yang bisa membuat pemantulan cahaya secara teratur dibedakan sebagai :
  • Cermin datar
  • Cermin cembung
  • Cermin cekung

a). Cermin Datar
Cermin datar merupakan cermin yang susunan permukaannya homogen dan nir masih ada atau adanya permukaan yg melengkung, seperti cermin yang digunakan pada berias.. Adapun sifat berdasarkan cermin datar yaitu:
  • Memiliki berukuran bayangan yang  sama menggunakan berukuran bendanya.
  • Menghasilkan jarak antara bayangan sama dengan jarak berdasarkan benda ke cermin.
  • Bayangan yg dihasilkan berlawanan dengan benda, misalnya ketika kita bercermin tangan kiri pada bayangan pada cermin akan sebagai tangan kanan.
  • Sifat bayangan yg dihasilkan dalam cermin datar merupakan semu atau maya, yang ialah bayangan dapat ditinjau namun tidak dapat ditangkap layar.
  • Bayangan yang dihasilkan pada cermin datar adalah tegak.

b). Cermin Cembung (Positif)
Cermin cembung adalah cermin yang mempunyai permukaan bidang pantul yg melengkung ke arah luar atau cembung. Adapun sifat dari cermin cembung yaitu :
  • Bersifat mengembangkan cahaya atau divergen
  • Memiliki ukuran bayangan yang diperkecil dari benda yang sebenarnya
  • Sifat bayangan yang dihasilkan dalam cermin konveks merupakan maya serta tegak

c). Cermin Cekung (Negatif)
Cermin konkaf adalah kebalikan menurut cermin konveks yaitu memiliki bagian atas yg melengkung kearah bagian pada.adapun sifat berdasarkan cermin konkaf:
  • Bayangan benda dalam cermin bersifat tegak, diperbesar serta jua maya.
  • Dan jika benda jauh berdasarkan cermin konkaf, maka bayangannya bersifat konkret dan pula terbalik.

3. Cahaya memiliki sifat bisa dibiaskan

Pembiasan cahaya adalah insiden penyimpangan atau pembelokan cahaya lantaran melalui 2 medium yg tidak selaras kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
  • mendekati garis normal
    Cahaya dibiaskan mendekati garis normal apabila cahaya merambat dari medium optik kurang kedap ke medium optik lebih kedap, contohnya cahaya merambat dari udara ke pada air.
  • menjauhi garis normal
    Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal apabila cahaya merambat menurut medium optik lebih kedap ke medium optik kurang rapat, contohnya cahaya merambat berdasarkan dalam air ke udara.

Syarat-kondisi terjadinya pembiasan :
  • Cahaya melalui 2 medium yang berbeda kerapatan optiknya.
  • Cahaya datang nir tegaklurus terhadap bidang batas (sudut tiba lebih mini menurut 90 derajat)

Berikut ini merupakan model gejala pembiasan yang bisa kita dijumpai pada kehidupan sehari-hari, yaitu antara lain :
  • Kolam yang memiliki air yg jernih terlihat seperti dangkal berdasarkan kedalaman yang sebenarnya.
  • Pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air, maka pensil tadi akan terlihat membengkok.
  • Pandangan bagi penderita rabun jauh atau rabun dekat lantaran adanya pembiasan.

4. Cahaya memiliki sifat bisa diuraikan

Penguraian cahaya diklaim pula dengan kata dispersi. Dispersi adalah proses penguraian cahaya putih sebagai cahaya yg mempunyai berbagai macam rona yang berbeda-beda.
Berikut ini merupakan beberapa mengenai penguraian cahaya :
  • Peristiwa terjadinya pelangi.
    Terbentuknya pelangi selesainya hujan turun. Warna pelangi itu terdiri atas beberapa rona, yaitu : rona merah, kuning, hijau, biru, nila serta ungu. Sebenarnya rona-rona tadi dari menurut satu rona saja, yakni warna putih yg dihasilkan menurut cahaya mentari . Oleh karena itu cahaya surya kadang-kadang dianggap pula sebagai cahaya polikromatik.
  • Gelembung air sabun yg terkena cahaya mentari tampak mempunyai variasi warna yang berbeda
  • Cakram warna yang diputar akan memberi citra warna putih.
  • Terjadinya  halo yg seakan-akan mengelilingi bulan atau surya.

5. Cahaya dapat menembus benda bening.

Pernahkan anda mengamati waktu berjalan di bawah cahaya matahari. Ke mana pun anda berjalan atau melangkan akan selalu diikuti sang bayangan kita sendiri. Bayangan tadi akan hilang  saat anda memasuki ruangan misalnya rumah. Bayang terrsebut terjadi karena cahaya tidak bisa menembus suatu benda. Ketika cahaya mengenai tubuhmu, cahaya tidak dapat menembus tubuhmu sebagai akibatnya terbentuklah bayangan.

Dengan demikian kita bisa memaknai bahwa hal tersebut diatas mengungkapkan bahwa cahaya nir bisa menembus tubuh seorang karena bukanlah benda bening, sebagai akibatnya yg terbentuk hanyalah bayangan.
Bayangan dapat dibedakan sebagai dua jenis, yaitu :
  • Bayangan nyata.
    Bayangan nyata merupakan bayangan yang dapat ditangkap layar. 
  • Bayangan maya.
    Bayangan maya (semu) adalah bayangan yang dapat dilihat oleh mata, namun nir bisa ditangkap dalam layar.

Benda bening merupakan benda yang bisa ditembus dengan gampang oleh cahaya. Contoh benda bening yg terdapat pada lebih kurang kita antara lain, kaca, mika, plastik bening, botol bening serta air jernih.
Contoh insiden   cahaya yang bisa menembus benda bening :
  • Cahaya matahari dapat  masuk  ke  pada  sebuah  rumah menembus ventilasi yang memiliki kaca yang bening. Apabila kaca jendela ditutupi menggunakan kain berwarna hitam maka cahaya nir dapat menembus kaca ventilasi tersebut.

Berdasarkan dapat atau tidaknya di tembus cahaya, benda-benda digolongkan menjadi 3:
  • Opaque atau benda nir tembus cahaya
    Adalah benda gelap yg nir dapat ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque memantulkan seluruh cahaya yang mengenainya. Benda semacam ini misalnya merupakan buku, kayu, tembok dsb.
  • Benda Bening atau transpran
    Benda bening adalah benda-benda yg bisa ditembus cahaya. Benda bening atau transparan akan meneruskan semua cahaya yg tiba dan mengenainya. Contohnya kaca yg bening dan air jernih
  • Benda Transluent
    Benda transluent merupakan benda-benda yg hanya bisa meneruskan sebagian cahaya yg datang dan membuatkan sebagian cahaya yg lainnya. Contohnya kain gorden yang tipis, serta beberapa jenis plastik.

Pemanfaatan cahaya yg bisa menembus benda bening bisa digunakan pada pembuatan banyak sekali macam peralatan krusial misalnya : kacamata, kaca kendaraan beroda empat, akuarium hingga termometer.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel