Iklan Responsive

CARA ANALISIS DAN EVALUASI RAPOR MUTU PMP TERBARU SEPTEMBER 2019

Sedikit ngelantur berbicara rapor mutu (PMP), sebenarnya bukan ranah serta kapasitas seseorang operator menjadi ujung tombak penentu mutu sekolah. Salah kaprahnya operator yg dijadikan kambing hitam oleh pihak sekolah untuk meng-gol kan rapor PMP tersebut, mampu dibilang YA, karena selama ini masih poly operator sibuk mengisi survey PMP yang bukan sebagai kapasitasnya. Hak pengisisan berita umum PMP secara adil telah termaktub dalam pedoman dan aturannya yakni warga sekolah yang mencakup siswa, guru, komite, ketua sekolah, pengawas. Apabila memaksakan pada operator maka yang terjadi bukan hanya tidak valid bahkan rusak mutu pendidikannya.
Jadi operator hanya sebagai jembatan fasilitas bukan pelaku. Warga sekolah mestinya harus faham betul apa itu Rapor Mutu Pendidikan (PMP)? Serta Untuk Apa?
Rapor Mutu Pendidikan diterbitkan setiap tahun. Seperti sekolah yang mengeluarkan rapor bagi peserta didiknya, maka LPMP diharapkan dapat menerbitkan rapor mutu pendidikan untuk provinsinya. Tentu saja, rapor mutu pendidikan dihasilkan menurut proses pengolahan data pokok pendidikan pendidikan (dapodik). Dapodik misalnya apa yg digunakan? Pusat Data serta Statistik Pendidikan-Kebudayaan (PDSP-K) meyakinkan bahwa dalam tahun 2016 kita harapkan dapat menjadi dapodik yg benar-benar berkualitas serta terintegrasi. Dengan demikian, data tadi bisa didayagunakan buat perencanaan pendidikan, kualitas kontrol, secara daring (online).
Jika LPMP akan menerbitkan Rapor Mutu Pendidikan (RMP), maka BSNP (Badan Standard Nasional Pendidikan) akan menerbitkan Rapor Mutu Pendidikan dalam lima tahunan. Laporan 5 tahunan yg dimuntahkan oleh BSNP akan memaparkan tentang mutu pendidikan pada delapan standar nasional pendidikan tadi, tentu saja jua berbasis sekolah, yang menggunakan demikian akan bisa dipakai menjadi ukuran buat proses akreditasi sekolah. Proses akreditasi tersebut telah barang tentu jua dilakukan secara transparan. Salah satu fungsi pendataan tadi antara lain merupakan untuk transparansi. Ibarat seperti tes PNS berbasis computer, peserta dapat segera mengetahui hasil tesnya secara transparan, dan output tes itu pun dapat diketahui oleh peserta lainnya secara transparan. Satu sekolah contohnya memperoleh status A pada akreditasi, tentu kita bisa mengetahui nilai masing-masing unsur atau aspek yang dievaluasi. Jika proses pendataan sudah berlangsung menggunakan memakai dapodik yang sahih-benar berkualitas serta terintegrasi, seperti yang dijanjikan oleh Pusat Data serta Statistik Pendidikan-Kebudayaan (PDSP-K), maka kita percaya bahwa hasil pendataannya akan membentuk keterangan yang transparan sebagaimana yang kita harapkan. (suparlan.org)
Jika pengisian rapor mutu (PMP) tidak terdapat dampak terhadap sekolah maka telah dipastikan bahwa penggunaan PMP hanya sekedar menggugurkan kewajiban semata. Padahal jikalau ditinjau dalam acuannya rapor PMP mampu dijadikan kapital awal dalam menciptakan RKAS, melihat kamjuan dan kelemahan sekolah dalam keliru satu indikator. Oleh karenanya pengisian informasi lapangan PMP wajib sempurna sasaran dan ada tindak lanjut misalnya analisis serta penilaian dimana rapor PMP setiap tahun pasti akan terdapat perubahan.

Cara analisis dan evaluasi Rapor Mutu PMP sebagai tindak lanjut sekolah

Ada 8 standar yang sudah menjadi acuan sekolah buat menuju SNP, kategori capaian SNP mampu dilihat dengan lambang bintang. ⭐ menuju SNP 1, ⭐⭐ menuju SNP 2, ⭐⭐⭐ menuju SNP 3, ⭐⭐⭐⭐ menuju SNP 4, ⭐⭐⭐⭐⭐ sudah SNP.
Rancangan membuat format anailis serta evaluasi rapor mutu PMP sederhana serta gampang ⇒ Unduh Rapor mutu pada bentuk excel ⇒ tambah sheet pengolahan data ⇒ tambah sheet analisis data ⇒ tambah sheet rekomendasi
Setiap standar memiliki kekuatan serta kelemahan menggunakan mengacu dalam perolehan bintang SNP mana yang tergolong tinggi dan mana yg menerima nilai bintang terendah dari setiap sub indikator.
Contoh pada sheet pengolahan data STANDAR ISI ➤ KEKUATAN (Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan) ➤ KELEMAHAN (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan belum  dikembangkan sinkron mekanisme)
sheet analisi data STANDAR ISI ➤ KELEMAHAN (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan belum  dikembangkan sinkron mekanisme) ➤ ANALISIS PROBLEM LAPANGAN (Belum Melibatkan pemangku kepentingan pada penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
sheet analisi data STANDAR ISI ➤ ANALISIS PROBLEM LAPANGAN (Belum Melibatkan pemangku kepentingan pada penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) ➤(Sekolah perlu  mengadakan workshop  penyusunan kurikulum  menggunakan melibatkan  Dinas Pendidkan ,  DU/DI, praktisi pendidikan , dan lintas sektoral.)

Silahkan dikembangkan sinkron menggunakan kebutuhan sekolah. Formatnya sanggup Anda download dilink //drive.google.com/open?Id=1tKwPO9rb30phz67PK3PEdkZZqugf_gBOeRT-_hKuiNs

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel