Perbandingan Antara Ilmu dan Filsafat

Perbandingan Antara Ilmu serta Filsafat
Louis Kattsoff dalam Sunny (2009) menjelaskan bahwa bahasa yang digunakan dalam filsafat dan ilmu pengetahuan dalam beberapa objek saling melengkapi.hanya saja bahasa yg dipakai pada filsafat mencoba buat berbicara mengenai ilmu pengetahuan, serta bukanya pada pada ilmu pengetahuan.filsafat pada usahanya mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan utama yg diajukan harus memperhatikan hasil-hasil ilmu pengetahuan.ilmu pengetahuan pada usahanya menemukan rahasia alam kodrat haruslah mengetahui anggapan kefilsafatan tentang alam kodrat tersebut.

Filsafat mempersoalkan kata-kata terpokok berdasarkan ilmu pengetahuan menggunakan suatu cara yg berada di luar tujuan dan metode ilmu pengetahuan. Dalam interaksi ini Harold H. Titus menunjukkan: Ilmu pengetahuan mengisi filsafat menggunakan sejumlah besar materi yg faktual serta deskriptif, yang sangat perlu dalam pembinaan suatu filsafat. Banyak ilmuwan yg juga filsuf. Para filsuf terlatih di pada metode ilmiah, serta tak jarang pula menuntut minat khusus dalam beberapa ilmu menjadi berikut:
  1. Historis, mula-mula filsafat identik dengan ilmu pengetahuan, sebagaimana pula filsuf identik menggunakan ilmuwan.
  2. Objek material ilmu adalah alam serta insan. Sedangkan objek material filsafat adalah alam, insan serta ketuhanan.

Perbedaan filsafat menggunakan ilmu merupakan filsafat mempelajari, membahas, dan memikirkan semua alam fenomena, dan mengusut bagaimana hubungan kenyataan satu sama lain. Harold memandang satu kesatuan yang belum dipecah-pecah serta pembahasanya secara kesuluruhan. Sedangkan ilmu-ilmu lain atau ilmu vak menilik hanya sebagian saja dari alam maujud ini, contohnya ilmu hayat menyampaikan mengenai fauna, tumbuh-flora serta manusia; ilmu bumi mengungkapkan mengenai kota, sungai, output bumi serta sebagainya.

Filsafat tidak saja menyelidiki mengenai karena-dampak, namun menyelidiki hakikatnya sekaligus, sedangkan ilmu vak membahas mengenai sebab serta dampak suatu insiden.  Dalam pembahasan filsafat menjawab apa sebenarnya, menurut mana asalnya, serta hendak ke mana perginya, sedangkan ilmu vak wajib menjawab pertanyaan bagaimana serta apa sebabnya. Sebagian orang menduga bahwa filsafat adalah bunda berdasarkan ilmu-ilmu vak. Alasannya ialah bahwa ilmu vak sering menghadapi kesulitan dalam memilih batas-batas lingkungannya masing-masing. Misalnya batas antara ilmu alam dengan ilmu hayat, antara sosiologi menggunakan antropologi.ilmu-ilmu itu menggunakan sendirinya sukar menentukan batas-batas masing-masing.suatu instansi yg lebih tinggi, yaitu ilmu filsafat, itulah yg mengatur dan menuntaskan hubungan serta disparitas batas-batas antara ilmu-ilmu vak tadi.

Pembahasan hubungan antara filsafat serta ilmu, bisa ditinjau dalam perbandingan antara ilmu menggunakan filsafat pada bagan di bawah ini:

Perbandingan Ilmu dengan Filsafat

Ilmu
Filsafat
Segi-segi yg dipelajari dibatasi supaya dihasilkan rumusan-rumusan yg pasti
Obyek penelitian yang terbatas





Tidak menilai obyek menurut suatu sistem nilai tertentu.


Bertugas memberikan jawaban
Mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban. Mencari prinsip-prinsip generik, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara generik dan holistik. Keseluruhan yg terdapat.

Menilai obyek renungan menggunakan suatu makna, misalkan , religi, kesusilaan, keadilan dsb.

Bertugas mengintegrasikan ilmu-ilmu
Sumber: Agraha Suhandi (1992)
Tentang-soal.