Pengertian Menulis dan Proses Menulis Secara Filosofi

Pengertian dan Proses Menulis

Pengertian Menulis
Menulis merupakan holistik rangkaian aktivitas seorang untuk menyampaikan gagasan melalui bahasa tulis kepada pembaca buat dipahami tepat misalnya yang dimaksud sang penulis. Keterampilan menulis sebagai galat satu cara dari empat keterampilan berbahasa mempunyai peranan yg krusial dalam kehidupan manusia. Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan pikiran serta gagasan buat mencapai maksud serta tujuannya. Seperti yg dikatakan oleh Tarigan bahwa menulis merupakan menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang mendeskripsikan suatu bahasa yg dipahami seseorang, sebagai akibatnya orang-orang lain bisa memahami apa yang kita tulis tadi apabila mereka telah membaca atau melihat lambang grafik tadi ( Tarigan, 1983:21). 

Menulis merupakan kegiatan melahirkan pikiran serta perasaan menggunakan goresan pena. Dapat juga diartikan bahwa menulis adalah berkomunikasi mengungkapkan pikiran, perasaan, serta kehendak dalam orang lain secara tertulis ( Suriamiharja, 1985:dua). Selanjutnya, jua dapat diartikan bahwa menulis merupakan menjelmakan bahasa lisan, mungkin menyalin, atau melahirkan pikiran atau perasaan misalnya mengarang, menciptakan surat, menciptakan laporan serta sebagainya.

Kesimpulan yg bisa diambil yaitu keterampilan menulis merupakan kemampuan seorang dalam melukiskan lambang grafis yang dimengerti sang penulis bahasa itu sendiri juga orang lain yang memiliki kecenderungan pengertian terhadap simbol-simbol bahasa tadi. Jadi, dapat diketahui bahwa tujuan menurut menulis adalah supaya goresan pena yg dibuat bisa dibaca serta dipahami sang orang lain yg memiliki kecenderungan pengertian terhadap bahasa yg dipergunakan. Dengan demikian, keterampilan menulis menjadi keliru satu cara berkomunikasi, karena pada pengertian tadi timbul satu kesan adanya pengiriman dan penerimaan pesan. Sehingga dapat dikatakan bahwa menulis adalah keliru satu cara berkomunikasi secara tertulis, disamping adanya komunikasi secara mulut. Karena dalam biasanya nir semua orang dapat mengungkapkan perasaan dan maksud secara lisan saja.

Hal ini diperkuat oleh pendapat David Webb yg berkata bahwa “seseorang anak yg pendiam serta memalukan lebih bahagia mengungkapkan pendapatnya 

secara tertulis, karena beliau merasa takut serta sulit buat membicarakan secara lisan. Dari pendapat itu mengambarkan bahwa nir seluruh anak dapat mengungkapkan perasaannya secara lisan walaupun hal ini dapat diusahakannya, namun sebagai akibatnya tidak seluruh pendapat terungkapkan menggunakan cara tadi. Jalan munculnya merupakan dengan memberikan kesempatan kepada si anak untuk mengungkapkan secara tertulis. Dengan demikian, bisa dipandang apakah si anak mengerti atau tidak utama pembicaraan yang sedang berlangsung.

Proses Menulis
Menulis adalah serangkaian kegiatan yg terjadi serta melibatkan beberapa termin yaitu tahap prapenulisan (persiapan), penulisan (pengembangan isi karangan), pasca penulisan (telaah dan revisi atau penyempurnaan goresan pena).

Tahap prapenulisan
Pada termin ini masih ada beberapa hal yang penting yaitu memilih topik, menetapkan tujuan serta target, mengumpulkan bahan dan informasi yg diharapkan dan mengorganisasi ide atau gagasan pada bentuk karangan.

Tahap penulisan 
Dengan sehabis seluruh hal yang masih ada dalam termin pra penulisan berarti kita sudah siap buat menulis. Mengembangkan butir demi buah ide yg masih ada dalam kerangka karangan menggunakan memanfaatkan bahan atau berita yg telah dipilih serta dikumpulkan.


Tahap pasca penulisan.
Pada tahap ini adalah penghalusan atau penyempurnaan tulisan yg didapatkan. Kegiatannya terdiri atas penyuntingan dan perbaikan (revisi). Kegiatan revisi bisa berupa penambahan, penggantian, penghilangan, pengubahan atau penyusunan pulang unsur-unsur karangan.

Tentang-soal.