Iklan Responsive

Pengertian Hukum Menurut Para Pakar

Sudah sebagai kodrat insan buat hidup menjadi makhluk sosial. Artinya, manusia nir dapat hayati dengan terpisahkan menurut masyarakat. Hal inilah yang diungkapkan sang seseorang ilmuwan muslim bernama Ibnu Khaldun (1331 - 1406).
Ibnu Khaldun dengan jelas menyatakan bahwa insan adalah makhluk yg memiliki keharusan buat hidup bermasyarakat. Manusia memiliki keharusan untuk hayati bermasyarakat ini lantaran didorong sang beberapa faktor. Faktor yg mendorong manusia buat hayati bermasyarakat atau menjadi makhluk sosial ini, diantaranya :

 

a. Karena manusia memiliki keinginan buat memenuhi kebutuhan hidup dirinya.
b. Lantaran insan mempunyai harapan untuk membela atau mempertahankan dirinya.
c. Karena insan mempunyai asa buat menyebarkan keturunannya.
d. Lantaran insan mempunyai cita-cita buat berkomunikasi.
Karena aneka macam alasan inilah, manusia terdorong atau memiliki keharusan buat hidup bermasyarakat. Dalam hayati bermasyarakat ini, manusia tidaklah bisa bertindak menggunakan sebebas -bebasnya.
Selaku anggota warga , maka seorang insan dalam berhubungan dengan orang lain harus tunduk serta terikat terhadap anggaran -aturan yg berlaku di dalam masyarakat tersebut. Apabila anggaran -aturan pada rakyat ini ditaati menggunakan sungguh -benar-benar, maka dapat terwujud suatu warga yang tertib dan teratur.
Untuk bisa mencapai ketertiban pada warga ini, dibutuhkan anggaran yg mengikat sehingga bisa dipatuhi dan ditaati sehingga sahih -benar bisa berperan positif terhadap kehidupan pergaulan hidup sehari -hari.
Aturan -anggaran ini mampu bermacam -macam, seperti contohnya adalah berupa hukum. Hukum inilah yang mengatur tata tertib di pada suatu rakyat. Hukum ini juga yg mesti ditaati oleh anggota rakyat.
Lantas, apa pengertian dari aturan itu sendiri? Definisi hukum ini mampu dimengerti melalui penerangan dari banyak sekali ahli hukum. Pengertian hukum menurutu para pakar, diantaranya :
a. Pengertian Hukum dari Prof. DR. Mochtar Kusumaatmaja, S.H LL.M.
Di pada bukunya yg berjudul “Hukum, Masyarakat dan Pembinaan Hukum Nasional” beliau mengemukakan tentang definisi aturan, bahwa :
“Hukum adalah holistik kaedah -kaedah serta azas -azas yang mengatur pergaulan hidup manusia pada pada masyarakat yang tujuannya buat memelihara ketertiban serta keadilan yg mencakup forum lembaga serta proses -proses guna mewujudkan berlakunya kaedah itu sebagai fenomena rakyat”
b. Pengertian aturan berdasarkan JCT. Simorangkir, S.H
Di pada bukunya berjudul “Pelajaran Hukum Indonesia”, JCT. Simorangkir mengemukakan bahwa :
“ Hukum adalah peraturan -peraturan yg bersifat memaksa yang memilih tingkah laris manusia di dalam lingkungan rakyat yg dibuat oleh badan badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan -peraturan tersebut dapat membuahkan diambilnya tindakan yaitu dengan sanksi eksklusif”
Dari definisi hukum yang diungkapkan oleh pakar -ahli di atas, maka dapat diambil konklusi bahwa pengertian hukum itu pada dasarnya meliputi beberapa unsur, yang pada antaranya merupakan :
a. Peraturan tentang tingkah laku manusia
b. Peraturan itu dibentuk oleh badan -badan resmi yang berwajib
c. Peraturan itu bersifat memaksa
d. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tadi merupakan tegas serta konkret. Artinya, pihak yang melanggar bisa mencicipi eksklusif hukuman yg dikenakan kepadanya.

Ciri Ciri Hukum

Setelah mengenal pengertia aturan tadi, kita perlu tahu juga makna aturan melalui ciri karakteristik aturan yang ada. Ciri ciri hukum, bisa dilihat dari :
a. Adanya perintah serta / atau larangan
b. Perintah serta / atau embargo itu harus ditaati oleh setiap orang
c. Adanya sanksi hukum yg tegas sifatnya

Tujuan Hukum

Lantas, apa sebenarnya tujuan aturan tersebut? Mengenai tujuan aturan, sebetulnya hal ini telah tersirat dalam uraian -uraian yang disampaikan. Tapi, supaya lebih kentara lagi, kita mampu menarik kesimpulan tentang apa tujuan hukum ini.
Tujuan hukum adalah buat mewujudkan keserasian antara ketertiban menggunakan keadilan serta membangun atau memajukan rakyat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel