Pengertian Flap Sayap Pesawat Terbang dan Fungsinya

New%2BPicture%2B(3).bmp

Pengertian serta fungsi Flap pada sayap pesawat terbang
Flap merupakan sebuah bagian atas bergerak yg berengsel dalam tepi belakang sayap pesawat terbang biasa jua dianggap SIRIP PESaWAT. Jika sirip sayap diturunkan maka kecepatan anjlog (bahasa Inggris: stall speed) pesawat terbang akan menurun. Sirip sayap juga dapat ditemukan pada tepi depan sayap dalam beberapa pesawat terbang terutama pesawat jet berkecepatan tinggi. Sirip sayap ini disebut pula sebagai slat.

Sirip sayap mengurangi kecepatan anjlok menggunakan menambahkan kamber sayap serta dengan demikian meningkatkan koefisien gaya angkat maksimum. Beberapa sirip sayap juga menambah luas bagian atas sayap. 

Flap bisa ditinjau pada ketika pesawat akan lepas landas (take off) juga mendarat (landing). Mengapa pada 2 syarat tersebut? Karena pada 2 kondisi tadi, pesawat berkecepatan rendah. Sehingga untuk meningkatkan daya angkatnya dibutuhkan tambahan daya angkat dengan cara memperluas permukaan sayap atau memberi bentuk lengkungan pada sisi sayap. Tentunya pula penggunaan flap menyesuaikan jenis pesawat serta kondisi landasan
Pada pesawat terbang bersayap tunggal (monoplane) masih ada 2 macam sirip yg melekat diujung serta dipangkal sayap. Inilah yg disebut menjadi aileron serta flap. Aileron (kemudi guling) terbentang dari tengah hingga ujung tiap sayap, berkecimpung keatas serta kebawah secara antagonis dalam masing-masing sayap dgn membelokkan yoke (stir pesawat) atau misalnya stir dalam mobil. Apabila aileron pada sayap kanan naik maka yang kiri turun, demikian jua kebalikannya. Aileron inilah yg berfungsi bagi pesawat terbang buat belok.
Sedangkan flap, terbentang mulai menurut pangkal hingga pertengahan sayap ditiap sayap. Flap ini selalu beranjak searah, jika flap kiri turun maka flap kanan pula turun dengan sudut/angle yg sama. Dikendalikan menggunakan menarik tuas seperti rem tangan dalam kendaraan beroda empat, atau memutar roda kerekan atau pula secara elektris/hydrolik pada tipe pesawat terbang yg lebih belia tahun pembuatannya.
Pada ekor pesawat terbang terdapat yang dinamakan stabiliser vertikal (tegak) serta stabiliser horisontal (sayap mini ). Masing-masing tdk berkecimpung dan berfungsi misalnya bulu dalam panah, yaitu buat menstabilkan serta membantu meluruskan pesawat. Pada stabiliser vertikal (tegak) ini terdapat rudder/kemudi. Fungsinya buat menggeser nose/hidung pesawat waktu terbang kekiri dan kanan, rudder ini dikendalikan menggunakan pedal oleh kaki penerbangnya. Rudder ini jua dikombinasikan menggunakan aileron tadi supaya pesawat terbang paripurna saat belok.
Kemudian pada stabiliser horisontal juga masih ada elevator buat menaikkan serta menurunkan hidung pesawat sampai mencapai ketinggian yg diiinginkan, dikendalikan menggunakan yoke (stir pesawat) dengan cara ditarik atau didorong. Umumnya elevator punya sirip tambahan yg mini dibelakangnya yang disebut trim tab. Fungsinya untuk mengatur tekanan yg harus dikeluarkan waktu memposisikan sudut tanjak/tukik pesawat. Trim tab ini diatur didalam cockpit sang roda yg bisa diatur kedepan serta kebelakang, posisi trim tab ini umumnya dekat throttle atau console box tengah loka tongkat persneling pada kendaraan beroda empat.

Fungsi flap dalam sayap pesawat terbang
Flap manfaatnya merupakan mengendalikan laju udara yang mengalir melalui sayap pesawat. Flap dapat membantu pesawat tipe fix wing lepas landas maupun melakukan pengereman ketika mendarat, Kegunaan flap, fungsi flap ini untuk menambah daya angkat (lift), tapi disisi lain pula buat menambah drag. Setiap posisi flap itu digunakan dalam setting tertentu menggunakan memperhitungkan syarat load (beban muatan pesawat terbang), panjang runway (landasan), power setting dll.
Sudut/angle kemiringan flap pada umumnya bervariasi berdasarkan 5, 10, 15, 20, 40 derajat, bergantung type pesawat terbangnya. Untuk takeoff tanpa flap atau flap rendah akan membutuhkan runway yg lebih panjang, Hasilnya, pada waktu pesawat terbang tsb terbang climb (mendaki) performance-nya akan lebih mengagumkan. Sebaliknya, jika flap tinggi akan mengurangi jeda takeoff...tapi karena dragnya tinggi, otomatis kemampuan climb-nya jadi rendah.
Artinya, jikalau runway-nya panjang...sanggup takeoff tanpa flap. Sebaliknya, bila runway-nya pendek, maka flap harus digunakan buat meningkatkan kecepatan lift-off atau airborne. Cara ini dinamakan short field takeoff...terdapat pula cara soft field takeoff yang digunakan untuk takeoff pada permukaan runway yang berpasir atau berbatu.
Pada saat set flap 40 derajat, terjadi drag yang sangat akbar...artinya, performance pesawat sangat jelek buat takeoff menggunakan flap tsb. Tetapi pada ketika approach/landing (waktu pesawat terbang meluncur turun) inilah flap 40 dipakai. Kenapa? Karena speed/kecepatan pesawat terbang pada saat itu sangat rendah, nir terjadi drag yg akbar bahkan lift yg didapatkan cukup akbar buat menurunkan stall speed. Dengan menambah flap ini otomatis stall speed berkurang serta speednya rendah, syarat ini pesawat terbang sebagai gampang dikendalikan.
Contoh kecil : dalam pesawat terbang Boeing 737 tanpa flap di ketinggian 1.000 feet mungkin akan mempunyai stall speed kurang lebih 180 knots (tergantung beratnya), menggunakan set flap 40 maka stall speed-nya akan turun sekitar 115-120 knots. Jadi dengan berat tsb serta flap di posisi set 40, dia mampu landing dengan speed kurang lebih sekitar 130 knots.
Fungsi flap dalam pesawat terbang aslinya/beneran ini jua sama pada pesawat terbang remote control bahkan terbang simulator. Cobalah anda aplikasikan penjelasan diatas dengan memakai pesawat terbang remote control anda dan nikmati perbedaannya.
Tag Search :
pengertian flap pesawat,pengertian flap pesawat,pengertian flap pada pesawat
Tentang-soal.