Iklan Responsive

Memahami Tujuan dan Prinsip Asuransi

Asuransi pada dasarnya menjadi bentuk menejemen risiko yg terbilangpenting, terutama saat terjadi suatu insiden tertentu yg tidakdikehendaki. Suatu peristiwa yg dimaksud dalam iuran pertanggungan adalah insiden yangtidak tentu terjadinya.

Peristiwa yang ditanggung sang asuransi merupakan peristiwa yg menyebabkankerugian menurut pihak peserta premi. Kerugian ini pun juga wajib bukanmerupakan kesengajaan tertanggung, melainkan pada luar kemampuan tertanggung.

Jika menurut aturan iuran pertanggungan, insiden yg mengakibatkan kerugian bagitertanggung, yg dimaksud ini wajib menyebabkan timbulnya kewajibanpenanggung buat membayar ganti kerugian, yg besarnya sama dengan nilai maksimal yang tercantum dalampolis.


Risiko yang dapatdiasuransikan

Tidak seluruh hal, risiko atau insiden dapat diasuransikan. Terutama,jika merujuk pada ketentuan undang -undang yang berlaku di Republik Indonesia.dari ketentuan undang-undang, risiko yg dapat diasuransikan mencakup :

1)Risiko rusaknyabarang

Barang yang diasuransikan tiba-tiba mengalami kerusakan, sebagai akibatnya barangtersebut nir bisa lagi dipakai atau dimanfaatkan serta mengurangi kualitasatau jumlahnya.

2)Risiko hilang

Barang yang dipertanggungkan pada iuran pertanggungan hancur sebagian atauseluruhnya, yang diakibatkan karena dicuri atau jatuh entah di mana.

3)Risiko susut (Schade)

Jumlah barang yg dipertanggungkan berkurang dari jumlahnya semula, baikhanya sedikit maupun dalam jumlah besar .

4)Laba yangdiperkirakan

Risiko yang dapat ditanggung premi jika seseorang kehilangan labayang berdasarkan asumsi semula seharusnya bisa diterima, akan tetapikenyataannya laba tadi tidak menerima.

5)Risiko hari tua

Apabila seorang telah berusia tua, maka secara generik syarat fisiknyaakan menjadi lemah. Selain itu, penghasilannya pula akan semakin berkurang,bahkan hilang sama sekali. Padahal, kebutuhan hidupnya tidak mungkin dapatditunda, terutama kebutuhan dasar seperti kebutuhan makan, biaya pengobatan, minum,rekreasi,serta lain sebagainya.

6)Risiko kematian

Kematian atau ajal telah dipastikan akan datang bagi insan, siapa pun, dimana serta kapan pun, nir ada seorang pun yg bisa meramalkannya. Meskipun, iadokter atau pimpinan yg hebat sekalipun. Risiko kematian ini pun bisa dijadikanpertanggungan pada asuransi.


Tujuan Asuransi

Tentunya, ketikaseseorang mengikuti program premi, mereka ingin mendapatkan manfaat asuransiyang terbaik. Ada jua tujuan iuran pertanggungan yg dipercaya bisa menaruh manfaatpositif bagi pesertanya. Tujuan premi dari undang-undang ada beberapa,yakni menjadi berikut :

a.tujuan premi, bagi pihak tertanggung, meliputi:
1)Melimpahkanresiko (kerugian) kepada pihak lain
2)Memperkecilkemungkinan terjadinya kerugian
3)Kemungkinankerugian bisa dihindari
4)Mendapatkanpenggantian kerugian (yg sinkron) apabila terjadi klaim

b.tujuan premi, bagi pihak penanggungjawab, meliputi:
1)Memberikanperlindungan terhadap kemungkinan terjadinya kerugian
2)Menerimapremi yg dibayarkan sang pihak tertanggung
3)Menghilangkankeragu-raguan bagi perusahaan pada menjalankan suatu usaha
4)Mendapatkanhasil atas jasa-jasa yg diberikan dalam hal asuransi
5)Memberikandorongan ke arah perkembangan perekonomian secara lebih luas

Prinsip-prinsipAsuransi

Pada dasarnya, adapula prinsip iuran pertanggungan yang diubahsuaikan dengan aturan iuran pertanggungan yang ada. Di dalamhukum premi, disebutkan terdapat 5 prinsip yang digunakan sebagai dasar dalamperjanjian premi. Prinsip iuran pertanggungan tadi yakni :

a.prinsip indeminity atau prinsip indeminitas

Prinsip indeminitasini merupakan prinsip dasar dalam pertanggungan asuransi. Di dalamnya, berupakewajiban pihak penanggung buat membayarkan ganti rugi kepada pihaktertanggung, apabila benar-benar terjadi suatu resiko yg menyebabkan kerugian,sesuai menggunakan yang diperjanjikan.

b.prinsip Kepentingan

Hukum asuransimenetapkan merupakan prinsip kepentingan yakni apabila seorang tertanggung menutuppertanggungan iuran pertanggungan antara pribadinya (calon nasabah) dengan obyek yg akandipertanggungkan, maka harus terdapat hubungan atau kepentingan terhadap obyekyang dipertanggungkan tadi, baik berupa interaksi langsung atau tidaklangsung.

c.prinsip subrogosi

Prinsip subrogosimerupakan suatu prinsip di mana tertanggung mempunyai hak indeminity atau hakmenuntut klaim pada penanggung saja. Artinya, pihak tertanggung tidak dapat menuntut pada pihak ketiga. Hal inidilakukan karena hak tertanggung ini digunakan penanggung buat menuntutkepada pihak ketiga sebagai penyebab terjadinya resiko.

Sebagai contoh, misalterjadi kebakaran tempat tinggal tertanggung yg disebabkan kelalaian menurut pihak ketigasewaktu dia membakar sampah pada halaman di dekat pagar tertangugung. Lantaran cuacapanas serta datang-tiba angin bertiup kencang, maka bunga api jatuh pada atas ataprumah tertanggung hingga terbakar ludes.

d.prinsip representative

Prinsip representativemerupakan bentuk kewajiban tertanggung untuk memberikan data-data yg benardan juga terbuka. Ini lantaran pengisian polis menurut premi berdasarkan padainformasi yg amanah yg dari berdasarkan pihak tertanggung.

Jadi,saat hal-hal ataukondisi sebenarnya telah diketahui, maka pihak penanggung bisa menentukankeputusan, apakah polis pertanggungan yang diminta bisa diteruskan,dibatalkan, atau ditolak. Apabila suatu data nir sahih, maka bisa menimbulkanditolaknya klaim yang diajukan tertanggung.

e.prinsip keagenan

Prinsip asuransiberupa keagenan merupakan indera bantu yang sangat memilih maju mundurnya suatuperusahaan iuran pertanggungan. Pola keagenan yg dimaksud dapat melibatkan tiga pihak,yakni prinsipal, agen dan pihak ketiga. Dengan berita sebagai berikut :

1)Prinsipal
Principal dalamasuransi dalah pihak yg membangun hubungan keagenan kepada pihak ketiga.prinsipal ini merupakan sumber wewenang agen dalam bekerja sehari-hari.

2)Agen
Pengertian agen didalam prinsip asuransi merupakan orang yang diserahi prinsipial, serta pekerjaannyasehari-hari adalah menjual poli kepada pihak ketiga. Principal jua akanmenerima beberapa hak yg telah ditetapkan sinkron undang-undang.


Hak-hak yang diterimaagen iuran pertanggungan berdasarkan undang -undang, pada antaranya merupakan hak buat mendapattkankomisi (profisi), bonus akhir tahun serta lainnnya. Macam hak agen premi inidapat disesuaikan menggunakan kebiijakan masing-masing perusahaan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel