Makna Filsafat Sebagai Penyejuk dan Sebagai Pengendalian Diri

Makna Filsafat Sebagai Penyejuk serta Sebagai Pengendalian Diri

Filsafat Sebagai Penyejuk
Filsafat dikatakan sebagai penyejuk lantaran dalam kajiannya memuat aneka macam kandungan ilmu pengetahuan serta seni yang dapat membawa pikiran insan ke suatu alam tersendiri, sehingga dia bisa mengetahui keberadaan hidupnya.

Orang yg memahami filsafat, berarti ia mengetahui asal muasal hidupnya serta muncul pandangan pada hidupnya tentang berdasarkan mana asalnya, sekarang berada di mana dan nantinya akan ke mana. Apabila ia menyadari mengenai eksistensi dirinya, maka muncul suatu ketenangan serta penyejuk bagi dirinya. Terutama dalam filsafat agama, mengajarkan insan buat berbuat kebajikan dan menghindarkan diri dari perbuatan tercela. Pandangan tersebut menggambarkan bahwa alur hayati manusia diperhadapkan 2 sisi kehidupan, yakni sisi kebajikan dan kejahatan. Apabila sisi kebajikan mendominasi kehidupannya, maka akan tercapai kehidupan yang bahagia pada global serta akhirat. Sebaliknya bila sisi kejahatan yang mendominasi hidupnya, maka kesengsaraan serta penderitaan yang dialaminya.
Filsafat Sebagai Pengendalian Diri 
Dalam ajaran filsafat masih ada dasar-dasar pemikiran logika, etika serta estetika. Pandangan demikian dapat membawa insan kepada proses buat bertindak lebih arif serta bijaksana. Seseorang tidak akan cepat merogoh keputusan sebelum memikirkan sematang-matangnya tentang apa yg hendak dilakukan.

Alternatif yg bisa ditempuh pada mencari solusi dari perilaku dursila merupakan pengendalian diri. Mengendalikan diri berarti mengupayakan untuk menghindari konduite-konduite yang tidak sinkron dengan ajaran filsafat.
Tentang-soal.