Makalah PEMANTAUAN PELAYANAN KEBIDANAN KHORT IBU BAYI DAN BALITA

Tugas kelompok 

PEMANTAUAN PELAYANAN KEBIDANAN 

KHORT IBU , BAYI ,DAN BALITA 




KELAS II A 

KELOMPOK 6 



PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN 

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AVICENNA KENDARI 

T.A2019



KATA PENGANTAR 

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena menggunakan rahmat dan karunia-Nya penyusunan makalah tantang “Manajemen Pemantauan Pelayanan Kebidanan Kohort Ibu,Bayi serta Anak” dalam mata kuliah organisasi manajemen pelayanan kebidanan ini dapat diselesaikan secara baik serta tepat dalam waktunya. 

Terimakasih kami sampaikan pada seluruh pihak yg telah berpatisipasi pada penyusunan makalah ini, semoga dengan adanya makalah ini dapat mempertinggi pengetahuan mengenai perawatan kesehatan dalam bayi 

Makalah ini nir tanggal berdasarkan kekurangan, sebagai akibatnya memerlukan saran dan kritik yg membentuk menurut pembaca buat kesempurnaan makalah ini. 



Salatiga 1 7 juli2019 



Penyusun 





DAFTAR ISI 



KATA PENGANTAR...............................................................................................I 

DAFTAR ISI ......................................................................................................... Ii 

BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................................... 

1.1. Latar Belakang....................................................................................... 

1.2. Rumusan Masalah................................................................................. 

1.tiga. Tujuan...................................................................................................... 

1. Tujuan Umum........................................................................................ 

2. Tujuan Khusus...................................................................................... 

1.4. Manfaat..................................................................................................... 

BAB III PEMBAHASAN ......................................................................................... 

2.1.pemantauan pelayanan kebidanan ......................................................... 

BAB IV. PENUTUP .................................................................................................. 

3.1. Konklusi ................................................................................................ 

3.2. Saran ......................................................................................................... 

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 



BAB I 

PENDAHULUAN 

1.1.latar Belakang 

Sejarah menerangkan bahwa kebidanan merupaka salah satu profesi tertua pada global semenjak adanya peradaban umat insan. Bidan lahir menjadi wanita terpercaya dalam mendampingi serta menolong ibu-mak yang melahirkan. Posisi ini sudah mendudukkan kiprah dan posisi bidan menjadi terhormat di rakyat karena tugas yang di embannya sangat mulia pada upaya menaruh semangat serta membesarkan hati mak -mak . Disamping itu menggunakan setia mendampingi dan menolong bunda-mak dalam melahirkansampai sang ibu bisa merrawat bayinya dengan baik. Sejak zaman prasejarah, dalam naskah antik sudah tercatat bidan dari mesir (siphrah dan poah ) yang berani mengambil resiko membela keselamatan bayi pria bangsa Yahudi ( sebagai orang yang terjajah dalam bangsa mesir ) yg pada perintahkan sang Fir’aun buat di bunuh. Merka sudah menunujukkan perilaku etika moral yang tinggi dan taqwa pada Tuhan pada mmbela orang-orang yang berada dalam posisi lemah, yg dalam zaman terbaru in, kita sebut peran advokasi. Dalam menjalankan tugas dan prakteknya, bidan bekerja dari pada pandangan fisiolofis yg pada anut, keilmuan, metode kerja baku praktek pelayanan kebidanan dank kode etik profesi yang pada milikinya. 

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, nomor klematian Ibu dan anak sangat tinggi. Tenaga penolong persalinan merupakan dukun. Pada tahun 1807 (zaman Gubernur Jenderal Hendrik Wiliam Deandels) para dukun di latih dalam pertolongan persalinan, namun keadaan ini nir berlangsung lama lantaran tidak adanya instruktur kebidanan. 

Pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan hanya pada peruntukkan bagi orang-orang belanda yang ada pada Indonesia. Kemudian dalam tahun1849 pada buka pendidikan dokterj Jawa di Batavia. (Di Rumah Sakit Militer Belanda sekarang RSPAD Gatot Subroto). Seiring menggunakan di bukanya pendidikan kedokteran tersebut, dalam tahun 1851, pada buka pendidikan bagi wanita pribumi di Batavia sang seorang Dokter militer (Dr.W.bosch) lulusan ini lalu bekerja pada tempat tinggal sakit dan juga pada rakyat. Mulai waktu itu pelayanan kesehatan bunda dan anak di lakukan oleh dukun serta bidan. 

Pada tahun 1952 mulai pada adakan pembinaan bidan secara formal agar bisa menaikkan kualitas pertolongan persalinan. Kursus buat dukun masih berlangsung sampai menggunakan kini yg memberikan kursus merupakan bidan. Perubahan pengetahuan dan keterampilan mengenai pelayanan kesehatan mak serta anak secara menyeluruh pada masyarakat di lakukan melalui kursus tambahan yg dikenal menggunakan kursus tambahan Bidan (KTB) dalam tahun 1953 di Yogyakarta yang akhirnya didirikan Balai Kesehatan Ibu serta Anak (BKIA) dimana Bidan menjadi penangggung jawab pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan yg pada berikan meliputi pelayanan antenatal, postnatal dan inspeksi bayi dan anak termasuk iminisasi dan penyuluhan gizi. Sedangkan diluar BKIA, bidan memberikan pertolongan persalinan di rumah famili serta pulang melakukan kunjungan rumah menjadi upaya tindak lanjut menurut pasca persalinan. 

Dari BKIA inilah yg akhirnya menjaid suatu pelayanan terintegrasi pada masyarakat yg dinamakan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada tahun 1957. Puskesmas menaruh pelayanan di pada gedung serta pada luar geduang dan berorientasi dalam daerah kerja. Bidan yang bertugas pada puskesmas berfungsi dalam menaruh pelayanan kesehatan bunda dan anak termasuk pelayanan keluarga berencana baik pada luar gedung maupun pada dalam gedung adalah pelayanan kesehatan keluarga serta pelayanan di pos pelayanan terpadu (posyandu). Pelayanan di Posyandu meliputi empat kegiatan yaitu : inspeksi kehamilan, pelayanan famili berencana, imunisasi, gizi dan kesehatan lingkungan. 

Mulai tahun 1990 pelayanan kebidanan di berikan secara merata serta dekat dengan warga , sinkron dengan kebutuhan warga , sinkron dengan kebutuhan masyarkat. Kebijakan ini melalui instruksi Presiden secara ekspresi pada sidang cabinet tahun 1992 mengenai perlunya menididik bidan buat penempatan bidan pada desa. Adapun tugas pokok bidan di desa adalah menjadi pelaksan kesehatan KIA, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas dan pelayanan kesehatan bayi baru lahir, termasuk pembinaan dukun bayi. Dala kaitan tersebut, bidan pada desa juga menjadi pelaksana pelayanan kesehatan bayi serta famili berencana yang pelaksanaanya sejalan menggunakan dengan tugas utamanya dalam pelayanan kesehatan mak . Dalam melaksanankan tugas pokoknya bidan di desa melaksanankan kunjungan rumah pada mak serta anak yg memerlukannya , mengadakan pembinaan pada posyandu pada daerah kerjanya dan membuatkan pondok bersalin sinkron menggunakan kebutuhan warga setempat. 

Hal tersebut pada atas adalah pelayanan yg di berikan oleh bidan di desa. Pelayanan yang di berikan berorientasi pada kesehatan warga berbeda halnya dengan bidan yg bekerja di rumah sakit, dimana pelayanan yang pada berikan berorientasi pada individu. Bidan di tempat tinggal sakit memberikan pelayanan poliklinik famili berencana, senam hamil, pendidikan perinatal, ka mar bersalin, kamar operasi kebidanan, ruang nifas serta ruang perinatal. 



1.2 Rumusan Masalah 

1. Bagaimana pemantauan pelayanan kebidana dalam ibu ,bayi dan anak ? 

2. Apa defenisi mengenai kohort mak ,bayi dan anak ? 

3. Bagaimana cara penulisan kohort bunda,bayi dan anak ? 



1.tiga Tujuan 

1.tujuan umum 

Tujuan menurut pembuatan makalah ini merupakan agar penyusun makalah ini mengetahui serta mengerti tentang manajemen pemantauan pelayanan kebidanan kohort bayi. 

2.tujuan khusus 

a. Mengetahui mengenai definisi tentang kohort mak , bayi serta anak 

b.mengetahui mengenai cara penulisan 



1.4 Manfaat 

Dengan menpelajari dan tahu materi ini imsyaallah kita bisa menaruh pelayanan kebidanan sebagai lebih baik buat ke depannya 





BAB 

PEMBAHASAN 

2.1 Pemantauan Pelayanan Kebidanan 

Pemantauan pelayanan kebidanan wajib lebih terarah,supaya bisa menjangkau semua bunda serta mampu menagani mereka yang ditemukan resiko tinggi secara memadai.pemantauan pelayanan kebidanan dapat dilakukan menggunakan cara: 

A .pemantauan pelayanan Kebidanan 

Kohort Ibu,Balita dan Bayi 

1.pengertian 
Register kohort adalah asal data pelayanan bunda hamil, ibu nifas, neonatal, bayi dan balita. 

2.tujuan 

Untuk mengidentifikasi kasus kesehatan mak dan neonatal yang terdeteksi pada rumah tangga yang teridentinfikasi menurut data bidan. 

Jenis registor kohort 

Register kohort mak  

Register kohort mak adalah sumber data pelayanan mak hamil serta bersalin, dan keadaan/resiko yang dipunyai ibu yg pada organisir sedemikian rupa yang pengkoleksiaannya melibatkan kader dan dukun bayi diwilayahnya setiap bulan yg mana kabar pada waktu ini lebih difokuskan pada kesehatan ibu serta bayi baru lahir tanpa adanya duplikasi informasi. 

Register kohort bayi 

Merupakan sumber data pelayanan kesehatan bayi, termasuk neonatal. 
Register kohort balita 

Merupakan sumber data pelayanan kesehatan balita, umur 12 bulan hingga menggunakan lima tahun 

Cara Pengisian Kohort Ibu,Bayi Dan Anak 

1. Cara pengisian kohort Ibu 

kolom 
1. Diisi nomer urut 

2. Diisi nomer indeks berdasarkan keluarga folder 

3. Diisi nama mak hamil 

4. Diisi nama suami mak hamil 

5. Diisi alamat bunda hamil 

6. Diisi umur mak hamil 

7. Diisi umur kehamilan dalam kunjungan pertama dalam minggu/tanggal HPL 
8. Faktor resiko : diisi v ( rumput) buat umur mak kurang menurut 20 tahun atau lebih menurut 35 tahun 

9. Paritas diisi Gravidanya 

10. Diisi jika jeda kahamilan 

11. Diisi apabila BB bunda 

12. Diisi jika TB mak  

13. Sd 17 Resiko tinggi : diiisi menggunakan lepas ditemukan ibu hamil dengan resiko tinggi, HB diperiksa serta ditulis output pemeriksaannya 

18. Pendeteksian faktor resiko : diisi tanggal ditemukan bunda hamil menggunakan resiko tinggi sang energi kesehatan 

19. Diisi diisi tanggal ditemukan ibu hamil menggunakan resiko tinggi oleh Non NAKES. 
20. Sd 22 diisi lepas immunisasi sinkron dengan statusnya. 
23. Sd 34 diisi umur kehamilan pada bulan kode pengisian sebagai berikut : 



K I :Kontak pertama kali menggunakan tenaga kesehatan dimana saja dalam kehamilan I s/d 5 bulan dengan rambu-rambu O serta secara eksklusif jua akses menggunakan rambu-rambu 

.K4 :Kunjungan bunda hamil yang keempat kalinya. 
Untuk memperoleh K4 bisa memakai rumus 1-1–2 atau 0-dua-2 menggunakan rambu-rambu 



Untuk K4 tidak boleh rada usia kehamilan 7 bulan 
Pada bunda hamil pertama kali kunjungan pada usia kehamilan lima bulan pada bulan berikutnya yaitu 6 bulan harus berkunjung atau dikunjungi supaya tidak kehilanganK4. 
Pada mak hamil yang awalnya periksa diluar kota, dan dalam akhir kehamilannya periksa di wilayah kita lantaran buat melahirkan serta penduduk setempat sanggup menerima K1, K4 dan sekaligus Akses apabila mak tersebut bisa menandakan inspeksi menggunakan kentara 



Akses : Kontak pertama kali menggunakan tenaga kesehatan nir memandang usia kehamilan menggunakan rambu-rambuΟ 

35. Penolong Persalinan, diisi tanggal penolong persalinan tenaga kesehatan 

36. Diisi tanggal apabila yg menolong bukan nakes. 

37. Hasil akhir Kehamilan : Abortus diisi tanggal kejadian abortus 

38. Diisi lahir mangkat  

39. Diisi BB jika BBL 

40. Diisi BB bila BBL > 2500 gram 

41. Keadaan ibu bersalin,pada beri tanda v apabila sehat 

42. Dijelaskan sakitnya 

43. Diisi sebab kematiaannya 

44. Diisi v (rumput) 

45. Diisi bila pindah, atau yang perlu diterangkan 



2. Cara pengisian kohort Bayi. 

Kolom 

1. Diisi nomor urut. Sebaiknya nomor urut bayi disesuaikan dengan nornor urut ibu pada register kohort bunda. 

2. Disi nomor indeks berdasarkan Family Folder 

3. Sd 7 kentara 

8. Diisi nomor berat bayi lahir dalam gr sd 10 diisi lepas pemeriksaan neonatal oleh energi kesehatan 

11. Diisi tanggal inspeksi post neonatal sang petugas kesehatan 

12. Sd 23 Diisi hasil penimbangan bayi pada kg serta rambu gizi yaitu : 

N = naik, T = turun, R = Bawah garis titik¬ – titik (BGT), BGM = Bawah garis merah 

24.sd 35 Diisi lepas bayi tersebut mendapat immunisasi 
36.diisi tanggal bayi ditemukan meninggal. 

37.diisi penyebab kematian bayi tersebut 

38. Diisi bila bayi pindah atau terdapat kolom yang perlu warta. 



3. Cara pengisian kohort Balita 

Kolom 
1. Diisi nomor urut. Sebaiknya nomor urut bayi disestiaikan dengan angka urut ibll pada register kohort ibu 

2. Disi nomor indeks berdasarkan Family Folder 

3. Sd 7 kentara 

8. Sd 31 dibagi 2, diisi output penimbangan dalam kg dan rambu gizi 32 sd 35 diisi 

tanggal pcmberian vit A bulan februari dan Agustus 

36. Diisi tanggal jika ditemkan sakit 

37. Diisi penyebab sakit 

38. Diisi tanngal mati 

39. Diisi sebab mangkat  

40. Diisi lepas jika ditemukan kelainan tumbuh kembang 

41. Diisi jenis kelainan tumbuh kembang. 

42. Diisi bila ada kcterangan krusial tentang balita tersebut. 



BAB III 

PENUTUPAN 



3.1 Kesimpulan 

Register kohort merupakan asal data pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi serta balita. Upaya kesehatan Ibu serta Anak adalah upaya pada bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan bunda hamil, bunda bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita dan anak prasekolah. 

Unit Pelayanan Bayi Balita berfungsi memelihara kesehatan bayi balita dengan melaksanakan upaya promotif preventif agar bayi balita sehat serta tumbuh kembang dengan optimal. 



3.2 Saran 

Saran bagi dosen pengajar diaharapkan makalah ini berguna menjadi indera pembanding pada menaruh pembelajaran pada pada kelas khususnya bagi mahasiswa semester V dengan mata kuliah Organisasi manajemen pelayanan kebidanan. 

Bagi mahasiswa di harapkan supaya makalah ini lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pemebelajaran Organisasi manajemen pelayanan kebidanan tentang “Manajemen Pemantauan Pelayanan Kebidanan Kohort Bayi” dan sanggup menerapkan teori secara aplikatif sebisa mungkin yg telah pada harapkan. 




DAFTAR PUSTA 

Syafrudin, 2010, Organisasi manajemen Pelayamam Kesehatan, Trans info Media, Jakarta 2012 



Pusat Pendidikan Tenaga kesehatan,Departemen Kesehatan Republik Inonesia,Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak,Bakti Husada ,Jakarta,1996. 



Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan,Departemen Kesehatan Republik Indonesia,Pedoman Pelayanan Kebidanan dasar,Bakti Husada,Jakarta 1999. 

Tentang-soal.