Iklan Responsive

Faktor yang Mempengaruhi Evolusi

Di pada biologi, evolusi merupakan sautu proses pewarisa sifat organisme yg berubah dari generasi ke generasi dalam kruun ketika yg usang atau sampai jutaan tahun. Dalam hal ini, dikenal oula teori evolusi di mana dalam teori tadi dipelajari tentang faktor -faktor yang mendorong terbentuknya aneka macam makhluk hidup seperi yang hidup di dunia waktu ini.

Teori evolusi menilik banyak sekali hal tentang bagaimana spesies tanaman dan jua hewan yg hayati pada jangka ketika tertentu. Evolusi jua membahas tentang bagaimana spesies -spesies yg bebeda bisa mempunyai relasi atau kemiripan sifat -sifat serta karakter fisik.

Pengkajian mengenai evolusi ini telah dilakukan semenjak abad ke -6 sebelum Masehi. Para pakar berusaha buat mengemukakan pendapat mereka mengenai dari -usul aneka macam jenis makhluk hayati yang terdapat pada global ini. 


Beberapa pakar yang mencoba membicarakan pemikirannya mengenai teori evolusi ini misalnya, Anaximander (500 SM), Empedocles (495 - 435 SM), Erasmus Darwin (1731 - 1802 SM), Sir Charles Lyell (1797 - 1875), Thomas Robert Malthus (1766 - 1834), dan George Cuvier (1769 - 1832).

Setelah masa para ahli ini, lalu bermunculan juga para pakar biologi yang juga mengemukakan pendapatnya terkait evolusi ini. Tokoh biologi yg paling dikenal dalam menelaah teori evolusi ini merupakan Lamarck, Charles Darwin, dan August Weismann. 

Poin kunci berdasarkan pemikiran Teori Evolusi berdasarkan Lamarck merupakan bahwa evolusi terjadi karena adanya perubahan individu yg diwariskan kepada keturunannya sebagai prosedur adaptasi terhadap lingkungan. Pendapat ini pula acapkali diklaim menjadi Teori Lamarck.

Sedangkan poin kunci dari pemikiran teori Evolusi dari Darwin merupakan bahwa evolusi terjadi lantaran adanya seleksi alam, pada mana individu yg akan bertahan hayati adalah individu yang sanggup mengikuti keadaan menggunakan lingkungannya. Pemikirannya ini pula dikenal menjadi Teori Darwin.

Faktor yg Mempengaruhi Evolusi

Para pakar lain, yg merupakan seseorang professor matematika dari Inggris, Godfrey Harold Hardy serta juga seorang dokter menurut Jerman, Wilhelm Weinberg, jua memiliki pendapat sendiri mengenai proses evolusi ini.

Mereka secara terpisah mempublikasikan hasil analisis mereka mengenai keseimbangan gen dalam populasi. Dari pemikiran mereka ini, dikenallah Hukum Hardy - Weinberg.

Hukum Hardy -Weinberg ini menyatakan bahwa frekuensi alel atau gen di dalam populasi bisa permanen stabil serta tetap berada dalam keseimbangan menurut satu generasi ke generasi, dengan kondisi :
1.jumlah populasi yg besar
2.perkawinan terjadi secara rambang atau random
3.tidak terjadi mutasi maju atau pun mutasi balik
4.tidak ada seleksi 
5.tidak ada migrasi

Namun, jika kondisi ini nir terjadi, maka dimungkinkan terjadinya perubahan alel atau gen pada populasi tadi yang berujung pada syarat yang diklaim sebagai evolusi ini. 

Para ahli evolusi memakai Hukum Hardy -Weinberg ini buat mengamati apakah suatu perubahan frekuensi alel sudah terjadi pada suatu populasi. Hal inilah yg lalu sebagai tanda terjadinya mikroevolusi. Mikroevolusi ini lalu mmebentuk makroevolusi atau yang lebih dikenal menjadi evolusi pada pengertian generik.

Hingga waktu ini, diketahui beberapa faktor yg mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan frekuensi gen atau alel pada dalam suatu populasi. Hal ini jua dikenal menjadi faktor yg menghipnotis evolusi.

Faktor yang mengakibatkan evolusi ini, mencakup :

1.perkawinan tidak acak
Kenyataannya, secara alami nir ada perkawinan yg benar -sahih rambang. Perkawinan secara generik dipengaruhi oleh faktor pilihan. Sebagai model, secara naluriah burung merak betina akan memilih merak jantan yang memiliki bulu ekor besar dan latif. Begitu pun manusai yang akan cenderung mengembangbiakan hewan atau tumbuhan yg mengagumkan dan menguntungkan.

2.migrasi
Ketika individu meninggalkan populasi atau emigrasi, maka dia akan membawa alel keluar, begitu pun sebaliknya. Hal ini yang lalu berpotensi membuat alel baru. Pergerakan alel antar populasi inilah yang diklaim sebagai alel gen. Artinya, migrasi mengakibatkan terjadi varias sifat dalam populasi.

3.hanyutan genetik
Ketika sebagian anggota populasu terpisah dari populasi besar atau pun kawin hanya menggunakan antar populasi mereka, maka frekuensi alel akan berubah. Perubahan dari frekuensi alel akibat adanya populasi kecil yang memisah berdasarkan populasi besar inilah yang diklaim menjadi hanyutan genetik.

4.seleksi alam
Seleksi alam adalah terjadi perubahan pada suatu lingkungan hidup. Perubahan inilah yang kemudian berpotensi menyebabkan evolusi. Sebab, saat menghadapi perubahan ini, organisme mungkin akan bisa mengikuti keadaan menggunakan lingkungan baru dan mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Kemungkinan lain, organisme tersebut tidak mampu beradaptasi menggunakan lingkungannya yang baru serta kemudian akan meninggal atau pindah ke wilayah lain yg tidak mengalami perubahan lingkungan. 

5.mutasi
Mutasi adalah sautu bentuk perubahan materi genetik yg bersifat menurun. Mutasi ini bisa terjadi pada seluruh organisme serta merupakan asal berdasarkan adanya variasi hereditas. Ketika terdapat beberapa gen yang bermutasi, maka akan mengakibatkan terjadinya perubahan frekuensi gen. 

Mutasi sebagai bahan mentah evolusi, lantaran buat mampu bertahan dari seleksi alam, populasi harus mempunyai variasi genetik yang tinggi. Menggunakan adanyamutasi, maka dapat terbentuk spesies baru yg adaptif, mempunyai peningkatan daya fertilitas dan viabilitas, dan lainnya.

6.rekombinasi dan seleksi
Bagian paling krusial berdasarkan prosedur evolusi ini adalah adanya rekombinasi gen. Rekombinasi gen ini bisa terjadi melalui perkawinan sehingga reproduksi seksual menjadi faktor penting pada proses evolusi.

Demikian pemaparan mengenai Faktor yg Mempengaruhi Evolusi. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel