Iklan Responsive

Cara Pembenihan Dan Pembibitan Tanaman Kehutanan

Ceritatani.com - Cara Pembenihan Dan Pembibitan Tanaman Kehutanan. Tingkat keberhasilan pada pembenihan dan pembibitan tanaman kehutanan itu sangat ditentukan sang mutu benih serta bibit yg digunakan. Adapun mutu benih, itu sangat dipengaruhi sang sifat genetik dan pula pengolahannya. Sedangkan mutu bibit selain ditentukan sang benih pula ditentukan oleh cara pengolahannya selama benih di persemaian.
Untuk membentuk benih yg bermutu pada jumlah yg banyak, maka benih wajib dikelola menggunakan baik. Adapun pengelolaanya mencakup dari pemeliharaan flora, penyediaan benih hingga sampai menggunakan penyaluran bibit. Pengelolaan pembibitan tanaman kehutanan sangat perlu dilakukan karena hal ini merupakan langkah awal buat menyiapkan bahan tumbuhan kehutanan yang sehat dan bermutu.
Menginat pentingnya bahan tanam atau bibit buat bisnis pembagunan kehutanan, maka dalam aplikasi pembibitan harus betul-benar dilaksanakan sinkron menggunakan cara yang baik. Dengan cara pembenihan dan pembibitan yg baik, dibutuhkan output yg akan didapat juga akan baik serta mengagumkan.
Cara-Pembenihan-Dan-Pembibitan-Tanaman-Kehutanan

Pengertian Benih Dan Bibit
Sebelum kita masuk ke teknik cara pembenihan serta pembibitan, terdapat baiknya kita kita fahami dulu pengertian dari benih dan bibit terlebi dahulu.
  • Benih  :  Adalah tumbuhan yg selanjutnya dianggap Benih merupakan tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak atau berbagi flora. Sebagai model, Stek, Entres, Rimpang, Umbi dan lain sebagainya.
  • Bibit  :  Adalah bahan tanam yang diperbanyak atau didapatkan dari pembiakan flora secara generatif/biji.
  • Benih generatif yaitu benih atau bahan tanam yang berasal menurut biji.
  • Benih vegetatif adalah benih atau bahan tanam yang berasal menurut tanaman atau bagiannya yg bisa digunakan buat memperbanyak tumbuhan, baik itu secara alamiah maupun secara protesis.
Pemilihan Sumber Benih
Sebelum kita melakukan pembenihan, langkah pertama yang mesti dilakukan adalah memilih benih, memilih benih yang baik yaitu menggunakan cara memilih sumber benih itu asal. Adapun untuk memilih sumber benih yang baik terdapat kriteria yang mesti dilakukan yaitu  :
  • Benih yang baik, asal berdasarkan pohon induk yg baik.
  • Benih wajib diambil berdasarkan induk yg telah tua dan juga sudah berbuah lebih dari 3 kali.
  • Benih nir diunduh dari pohonnya yang tumbuh menyendiri atau sporadis, karena pohon yang tumbuh menyendiri akan menghasilkan benih berdasarkan output perkawinan sendiri.
  • Sebaiknya benih dikumpulkan berdasarkan pohon-pohon yg tumbuh dalam tempat yg masih ada jumlah pohon yang relatif atau mengelompok.
  • Jika Benih harus membeli, usahakan menggunakan benih yg dari dari sumber benih yg jelas berasal-usulnya, berlabel dan jua bersertifikat.
Standar Mutu Benih
Seperti yg sudah dijelaskan dalam point kelima pemilihan asal benih, jika memang wajib membeli usahakan harus ditinjau mutu beneih tersebut, adapun mutu benih yang baik merupakan sebagai berikut  :
  • Benih mempunyai kemurnian 95 %
  • Benih memiliki daya kecambah 80 %
  • Daya tumbuh benih pada persemaian 80 % 
  • Benih Bebas Dari Penyakit.
Adapun empat kriteria baku mutu benih diatas dapat dicermati dalam label bungkus bibit yg akan kita beli. Untuk itu sebaiknya sebelum membeli benih terlebih dahulu kita cek label yg terdapat.
Cara Pembibitan Dan Persemaian
Langkah selanjutnya setelah melakukan pemilihan sumber benih serta memilih baku mutu benih adalah menyiapkan huma atau lokasi pembibitan serta persemaian dan persiapan-persiapan lainnya. Adapun buat menentukan lokasi pembibitan kriterianya adalah sebagai berikut  :
Pemilihan Lokasi Persemaian.
  • Usahakan lokasi dekat menggunakan asal air.
  • Tempat yang akan dipakai datar dengan kelerengan tidak lebih berdasarkan lima%.
  • Lokasi dekat menggunakan jalan supaya pada distribusi bibit nantinya lebih mudah.
  • Dekat menggunakan lokasi penanaman.
  • Lokasi terbuka.
  • Tersedia cukup bahan atau media yang akan digunakan dan juga aman.
Pembuatan Bedengan
Adapun pembuatan bedengan terdiri berdasarkan dua aktivitas yaitu  :
Pembuatan Bedeng Tabur
  • Bedeng tabur dibuat untuk menyemaikan benih dari proses perkecambahan sampai menggunakan bibit/anakan cukup kuat buat disapi ke bedeng sapih.
  • Ukuran bedengan, panjang lima m dan lebar 1 m atau bisa jua menyesuaikan dengan kondisi lokasi.
  • Arah bedengan sebaiknya Utara-Selatan.
  • Jika memang diperlukan, bedengan bisa diperkuat dengan bambu atau batu bata.
  • Bedengan pula mampu dibentuk menggunakan papan yg dibentuk kotak memanjang buat jenis flora eksklusif.
  • Jika bedengan menggunakan atap atau naungan usahakan atap menghadap ke timur.
Cara-Pembenihan-Dan-Pembibitan-Tanaman-Kehutanan

Pembuatan Bedeng Sapih
  • Bedeng sapih dipakai buat menyusun polybag/ kantong plastik yg sudah diisi media tanam.
  • Bedeng sapih sebaiknya diperkuat dengan belahan bambu disisi kiri dan kanan bedengan, tujuannya merupakan supaya polybag nir roboh serta bedengan menjadi lurus.
  • Ukuran bedengan, panjang lima m serta lebar 1 m atau mampu menyesuaikan lokasi.
  • Bedengan yang baik memiliki arah Utara-Selatan.
  • Berilah atap atau naungan yang tujuannya merupakan buat melindungi anakan yang baru disapih supaya nir terlalu terkena panas matahari.
Cara-Pembenihan-Dan-Pembibitan-Tanaman-Kehutanan

Penyiapan Media Tanah
  • Media yg dimaksud disini adalah campuran tanah dan pupuk sangkar dengan perbandingan dua:1. 
  • Media inilah yang nantinya akan dimasukkan kedalam polybag/kantong plastik.
  • Media yang baik merupakan media yang porous, yang artinya dapat menyerap serta menunda air menggunakan gampang.
Penyiapan Polybag / Kantong Plastik
  • Isi polybag dengan media tanah yg telah disiapkan.
  • Pengisian polybag wajib penuh.
  • Polybag / kantong plastik lalu disusun pada bedengan yang sudah disiapkan secara rapi tegak lurus serta kedap.
  • Pasang naungan apabila diharapkan.
Itulah beberapa cara teknik pembenihan serta pembibitan flora kehutanan yg bisa dilakukan supaya mampu menghasilkan jenis bibit yang baik serta bermutu. Tanaman yg dihasilkan berdasarkan bibit yang bermutu tentu akan cepat pada pertumbuhannya. Semoga bermanfaat, Salam Tani.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel