Cara Mengatasi Kesalahan Penyetoran Jenis Pajak

Cara Mengatasi Kesalahan Penyetoran Jenis Pajak. Seperti kita ketahui, bahwa salah satu pendapatan negara terbesar merupakan dari pajak, entah itu berdasarkan jenis pajak apapun.
Bagi Anda yg kebetulan bekerja serta sebagai bendahara pemegang keuangan tentunya sudah tidak asing lagi dengan masalah perpajakan, baik itu PPN, PPh 21, PPh 22, Maupun PPh 23.
Sebelum kita masuk ke utama bahasan tentang Cara Mengatasi Kesalahan Penyetoran Jenis Pajak, ada baiknya kita ketahui dulu jenis-jenis pajak serta berapa pemotongannya.
Cara-Mengatasi-Kesalahan-Penyetoran-Jenis-Pajak

Jenis-jenis Pajak Dan Pemotongannya

No
Objek
Kd_Akun
Trf ber NPWP
Trf non NPWP
1
PPh Pasal 21
411121 100
5%
6%
2
PPh Pasal 22
411122 900
1,50persen
3%
3
PPh Pasal 23 Sewa
411124 100
2%
4%
4
PPh Pasal 23 Jasa
411124 104
2%
4%
5
PPN DN
411211 900
10persen
10persen
6
PPh Psal 4 (dua)
411128 403
10persen
10persen

Keterangan  : 
  • PPh Pasal 21  :  Adalah mutilasi atas penghasilan pribadi sehubungan dengan pekerjaan jabatan, jasa & kegiatan 
  • PPh Pasal 22  :  Adalah pemungutan atas penghasilan yang dibayarkan sehubungan dengan Pembelian Barang dengan nilai diatas 2 juta.
  • PPh Pasal 23 Sewa  :  Adalah pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan berupa hibah, bunga, deviden, SEWA, royalty serta JASA. 
  • PPh Pasal 23 Jasa  :  Adalah pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan berupa hibah, bunga, deviden, SEWA, royalty serta JASA. 
  • PPN DN  :  Adalah pemungutan  PPN sehubungan dengan penyerahan Barang Kena Pajak & Jasa Kena Pajak dengan nilai diatas 1 juta.
  • PPh Pasal 4  :  Adalah mutilasi atas penghasilan yang dibayarkan sehubungan jasa tertentu & asal eksklusif (jasa konstruksi, sewa tanah/bangunan, pengalihan hak atas tanah/bangunan, hadiah undian serta lainnya)

Cara Mengatasi Kesalahan Penyetoran Jenis Pajak
Dengan banyaknya jenis pajak serta pemotongannya terkadang membuat bingung buat menentukan jenis pajak yang akan kita setorkan. Seperti perkara yg aku alami baru-baru ini, saya melakukan kesalahan pada penyetoran jenis pajak.
Kasus yang aku alami, pajak yang seharusnya adalah PPh pasal 22 dengan jumlah pajak kurang lebih Rp. 518.000, tetapi pada memasukkan kode di dalam SSP yg aku masukkan adalah PPh pasal 21 menggunakan nominal Rp. 1.900.000,- , menggunakan begitu pajak yg sudah saya bayar 3 kali lipat lebih akbar menurut yg seharusnya saya bayarkan.
Lalu apakah uang yang sudah disetorkan bisa balik ?

Nah itulah pertanyaan yg terdapat dibenak saya waktu itu, dan mungkin sekarang juga ada di benak Anda, apabila uang yang 1.900.000, yang sudah saya setorkan tidak balik , itu merupakan saya harus mengembalikan uang tadi ditambah membayar yg 518.000, waduh pusing khan.
Untuk mengatasi kebingungan tersebut akhirnya aku mendatangi tempat kerja pajak buat konsultasi. Setelah melakukan konsultasi akhirnya perkara yg aku hadapi bisa selesai. Walupun uang yang sudah saya setor tidak kembali, namun setidaknya aku nir perlu mengembalikan uang tersebut.
Lalu pertanyaannya merupakan kok mampu tidak mengembalikan?

Begini jawabannya, uang yang telah kita setor dapat kita pakai buat membayar jenis pajak lain dengan cara mengajukan Surat Permohonan Pemindahbukuan.
Adapun kondisi pemidahbukuan merupakan sebagi berikut  :
  1. Surat permohonan pemindahbukuan.
  2. Surat Setoran Pajak SSP lembar 1 asli .
  3. Tanda terima surat setoran pajak menurut bank atau kantor pos.
  4. Semua surat tadi diajukan ke kantor Pajak KPP Pratama.

Adapun contoh surat permohonan pemindahbukuan dan cara pengisiannya dapat Anda lihat menggunakan mendownloadnya melalui link berikut Link Download
Demikian pengalaman saya tentang Cara Mengatasi Kesalahan Penyetoran Jenis Pajak.  Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat.