Iklan Responsive

Belajar Dari Leicester City Dan Claudio Ranieri

TENTANG ILMU - Belajar Dari Leicester City Dan Claudio Ranieri. Minggu ini terdapat yang mengejutkan dari kancah persepakbolaan, terutama di tanah punyannya Ratu Elizabeth. Yah, tanpa diduga-duga pada demam isu2019/2016 ini kampiun Liga Premier Inggris tidak lagi dikuasai oleh klub-klub besar yang telah punya nama, misalnya Chelsea, MU, dan pula Arsenal, Juara isu terkini ini merupakan Leicester City.
Walaupun pertandigan Liga Premier Inggris masih menyisakan 2 laga lagi, tapi The Foxes sudah memastikan diri menjadi juara dengan raihan poin 77 terpaut 7 point menurut Tottenham Hotspur yang mempunyai nilai 70. Walau didua pertandingan sisa Tottenham menangpun sudah nir bisa mengejar poin Leicester lagi.
Leicester%2BCity%2BChampionship.jpg
Sumber Gambar :  BBC Indonesia

Mungkin Anda merasa aneh kenapa blog ini datang-tiba membahas soal bola. Ada hal yg istimewa dari kemenangan Leicester City ini, istimewanya merupakan sebuah klub yg hanya bermodalkan para pemain kelas 2, namun bisa menyingkirkan klub-klub akbar yang memiliki segudang pemain Top.
Silahkan baca jua  : Air Dan Api

Keberhasilan Leicester City buat pertama kalinya merengkuh gelar Liga Premier Inggris ini, tidak lepas dara polesan kreatifitas tangan dingin oleh instruktur Claudio Ranieri. Dari tangan oleh instruktur dari Italy ini Leicester bisa bermetamorfosis menjadi sebuah kekuatan yg hebat dengan menyingkirkan klub-klub besar .
Lalu apa hubungannya kemenangan The Foxes ini menggunakan saya atau Anda yang kebetulan tersesat dan menemukan artikel ini?, Secara generik memang tidak terdapat hubungannya menggunakan kita, namun setidaknya terdapat dua hal yang bisa diambil menjadi pelajaran buat kita pada kehidupan sehari-hari.
Yang Pertama  :  Keterbatasan bukanlah penghalang buat mencapai sesuatu, walau dengan keterbatasan yang terdapat, tetapi menggunakan semangat dan kekretifan pasti sebuah keberhasilan sanggup pula dihasilkan. Begitu jua dengan Leicester City serta Sang pelatihnya Claudio Ranieri, menggunakan keterbatasan yang ada mereka mampu bahu membahu dan akhirnya mampu merengkuh gelar pertama untuk mereka.
Yang Kedua  :  Kesombongan terkadang mampu menjadi bumerang bagi kita sendiri, mugkin saja tim-tim besar macam MU, M City, Arsenal, Chelsea, terlalu percaya diri menggunakan kekuatan yang terdapat, tapi pada kenyataanya mereka malah tersungkur. Menang percaya diri itu krusial, tapi bila berlebihan juga kurang baik dan terkadang malah menjadi bomerang.
Semua orang hebat pada awalnya hanyalah orang lemah, akan tetapi beliau menggunakan gigih melewati segala tantangan yg membatasi langkahnya. Hingga pada akhirnya beliau cukup kuat buat melewati segala pembatas yg ada

Akhhir kata, tetap semangat walau dalam keterbatasan yg terdapat, lantaran keterbatan bukanlah adalah suatu penghalang. Salam blogger And Happy blogging

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel