Ajaran Hukum Kodrat Hugo de Groot

Ajaran Hukum Kodrat Hugo de Groot

Hugo de Groot beropini bahwa aturan kodrat bersumberdari logika manusia atau ratio insan. Ia mengungkapkan bahwa aturan kodrat atauhukum pembawaan adalah ‘pertimbangan nalar’, yg menyatakan, apa yang padahakekatnya jujur atau tidak (yakni patut atau nir). Dengan mengikuti aliranscholastic dasar menurut segala susila serta hukum dianggapnya bersumber dalam asas,bahwa insan harus hidup sinkron menggunakan kodratnya. Lantaran ratio merupakan ciri manusiayang terutama, maka itu berarti, bahwa beliau harus hayati sesuai menggunakan apa yangdiajarkan oleh akalnya. Akan namun bagi de Groot hal itu akbar lagi artinya.manusia diperbedakan berdasarkan makhluk yang lain selain daripada sang akalnya, jugakarena ia pada dirinya sendiri memiliki harapan yg keras akan sesuatumasyarakat yg teratur dari akal serta secara hening. Maka dengan demikian deGroot melukiskan aturan kodrat menjadi ‘sesuatu tindakan sang lantaran sinkron atautidak menggunakan kodrat manusia sebagai makhluk yang berakal dan makhluk sosial,dari kesusilaan patut disampingkan atau diharuskan.

Hugo terutama memperoleh bahan-bahannya yang bersifatsejarah dan perbandingan hukum menurut Montesquieuyang meletakkan hasil-output dari penyelidikan perbandingan hukum yg luasdalam Esprit de lois. Walaupun olehpenyelidikannya ia menarik konklusi bahwa hukum positif dalam pelbagai bangsatidak hanya sangat berlainan, melainkan harus berlainan, karena beliau harusmenyesuaikan diri pada pelbagai keadaan, dalam mana bangsa itu hayati.

Rudolf Stammler beropini bahwa penyelesaian masalahitu masih ada pada ajarannya Lehre vomringtigen Recht. Ia merogoh sebagai pangkal, bahwa pendapat tentangkebenaran suatu pertukaran hukum selalu bergantung pada kaedah-kaedah waktudan loka. Hukum merupakan buat memenuhi kebutuhan-kebutuhan insan yg dimana-mana serta pada setiap ketika berubah-ubah itu. Lantaran itu maka takmungkinlah kita memperoleh sesuatu peraturan hukum yang mempunyai isi yangsedemikian, sebagai akibatnya selalu serta di mana-mana dapat dipakai. Maka kesalahanhukum kodrat artinya justru bahwa beliau tidak menyadarinya.

Akan namun, Stammler berpendapat, bahwa adalah mungkinmenemukan hukum yang tepat untuk sesuatubangsa dan buat sesuatu waktu, dari saja kita memiliki bahan-bahan yangnyata, atau menggunakan perkataan lain berasal saja kita mengetahui sahih akankebutuhan-kebutuhan insan.
Tentang-soal.