Pernyataan FUI tentang Penerbitan Karikatur Menghina Islam oleh The Jakarta Post

بسم الله الرحمن الرحيم


Siaran Pers 
Tentang Penerbitan Karikatur Menghina Islam oleh The Jakarta Post


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mencermati penerbitan dan penyebaran karikatur yang isinya kentara-jelas menghina Islam, yakni bendera hitam berlafazh kalimat tauhid Lailahaillallahhu Muhammadurrasulullah yg merupakan akidah serta keyakinan umat Islam, serta lafazh Allah, Rasul serta Muhammad, tetapi diberi gambar tengkorak yang adalah lambang perompak atau bajak laut kami menilai bahwa: 

(1) The Jakarta Post (JP) sudah melakukan tindakan permusuhan pada Islam dan kaum Muslimin menggunakan meniru pola penerbitan kartun penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw seperti yang terjadi pada Denmark, Belanda, serta negara-negara Eropa lainnya. Tindakan ini tentu terlalu berani dan ceroboh dan mengandung motif melecehkan umat Islam lantaran diterbitkan pada Jakarta, Indonesia, negara yang dominan penduduknya Muslim. Oleh karena itu tindakan itu nir boleh dibiarkan begitu saja. 

(dua) Terkait suasana menjelang Pilpres dan keberpihakan JP nir  kepada kubu Prabowo, tindakan pemasangan kartun menghina Islam yg diperkirakan akan menyulut kemarahan akbar umat Islam Indonesia ini patut ditengarai menjadi tindakan provokasi untuk tujuan tertentu yg nanti akan mendiskreditkan umat Islam yg selama ini secara umum dikuasai berada pada kubu pendukung Prabowo. Sebab apabila emosi umat meledak serta melakukan tindakan anarkis terhadap kantor JP maka opini akan diarahkan secara massif bahwa umat pendukung Prabowo merupakan para bajingan anarkis. Provokasi serupa sudah dibuat sang Wimar Witoelar beberapa saat lalu. 

Untuk itu Forum Umat Islam (FUI) menyerukan :

Pertama, agar umat Islam tetap terkendali, menunda diri dan nir terprovokasi oleh tindakan apapun yang dibuat sang pihak lawan yang ingin mengacau barisan umat Islam. 

Kedua, agar umat Islam merapatkan barisan menggunakan menjaga persatuan dan kesatuan dan ukhuwah Islamiyah. 

Ketiga, supaya semua umat Islam permanen berkonsentrasi buat memenangkan pasangan angka satu Prabowo-Hatta pada Pilpres 9 Juli besok (11 Ramadhan 1435H) menjadi pilihan terbaik bagi bangsa Indonesia sinkron ijtihad politik para ulama berdasarkan kaidah akhaffu dlararain (yg paling ringan potensi  bahayanya).

Keempat, mengamanatkan pada para pembela terdakwa resmi muslim buat segera mengambil tindakan hukum kepada penghasil karikatur serta penanggung jawab JP yang menerbitkannya karena tindakan mereka ini adalah bentuk kriminalitas yang tidak sanggup dibiarkan. Tingkat penghinaan dan penistaan pada Islam serta umat Islam  yang dilakukan JP menggunakan menerbitkan karikatur tadi jelas lebih berat berdasarkan penghinaan serta penistaaan yg dilakukan oleh Arswendo Atmowiloto yg menerbitkan hasil polling pada tabloid Monitor yang menempatkan Soeharto, bahkan dirinya lebih tinggi menurut Nabi Muhammad Saw.

Perlu ditegaskan di sini bahwa hukum syariah terhadap siapapun yang melakukan tindakan penghinaan terhadap Islam, Allah Swt, Rasul-Nya, Alquran dan hal-hal yg disucikan dalam Islam hukumannya merupakan sanksi tewas. Kecuali apabila pelakunya merupakan orang non muslim kemudian dia bertobat dan masuk Islam maka nir dihukum tewas.

Semoga perilaku yang tegas menurut para ulama, pimpinan ormas dan partai Islam, dan ketegasan para aparat aturan akan memberiikan impak jera pada mereka-mereka yg mencoba melecehkan serta menghina Islam. Allah Maha Membalas siapa pun yang akan menciptakan makar kepada Islam dan kaum muslimin sebagaimana firman-Nya: waamaakaru wamakarallahu wallahu khairul maaakiriin.

Wabillahittaufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jakarta, 10 Ramadhan 1435 H / 8 Juli2019
Forum Umat Islam


KH Muhammad Al Khaththath
Sekretaris Jenderal

Tentang-soal.