Makalah Faktorfaktor Penyebab Meningkatnya Angka Kriminalitas dan Penanggulangan Tindak Kriminal di Indonesia

BAB II

PEMBAHASAN


Faktor-faktorPenyebab Meningkatnya Angka Kriminalitas pada Indonesia

1.         Faktor Ekonomi

Seperti yg kita lihat sekarang ini,kondisi bangsa Indonesiayang perekonomiannya semakin merosot mengakibatkan banyak penderitaan bagi rakyatIndonesia.meningkatnya nomor kriminalitas pada Indonesia mampu ditinjau dari faktorekonomi. Banyaknya pengangguran yang terjadi pada mana-mana, dikarenakankurangnya keterampilan atau pendidikan seseorang atau dikarenakan masihterbatasnya lapangan pekerjaan pada Indonesia. Karena alasan demikian,poly orang yang merogoh jalan pintas buat menerima uang demi memenuhikebutuhan hidupnya sehari-hari. Segala hal dapat dilakukan termasuk dengan caramerampok, mencuri, atau menjambret harta benda milik orang lain. Seperti yangkita lihat saat ini, banyak suatu grup preman yang sengaja dibuat olehorang-orang yang tidak bertanggung jawab buat melakukan operasi dijalan-jalan, misalnya penjambretan atau penodongan, misalnya pada tempatpemberhentian   ( halte ) bus, pada lampumerah, serta lain-lain.
Di tengah situasi sulit yg dialami bangsaIndonesia saat ini, apalagi menggunakan keputusan pemerintah dalam lepas 1 Oktober2005 mengenai kenaikan BBM, tentunya akan menciptakan makin meningkatnya angkakriminalitas pada Indonesia karena terjadi kenaikan harga sehubungan dengannaiknya harga BBM. Semakin sulitnya dalam memenuhi kebutuhan hayati sehari-hari,sebagai akibatnya niat jahat menurut orang-orang yg tidak bertanggung jawab pun semakinbesar.


Faktor Sosial-Budaya

            Kriminalitasdi Indonesia selain disebabkan oleh faktor ekonomi, keliru satu sebabnya yaitudari faktor sosial-budaya. Banyaknya terjadi pertikaian, pembunuhan karenaakibat pertarungan yg terjadi di pada lingkungan rakyat. Dari segi sosial,mampu dicermati berdasarkan adanya kecemburuan sosial lantaran tingginya status sosialseseorang sehingga membuat seseorang yang mempunyai status sosial yang rendahnekad melakukan perbuatan kriminal misalnya melakukan pengrusakan terhadapmobil-mobil milik orang kaya, penjarahan terhadap toko-toko, pengrusakanterhadap tempat tinggal -tempat tinggal atau toko-toko yang terdapat pada wilayah sentra-pusat jantung kotadengan cara melempar kaca tempat tinggal atau toko orang lain menggunakan nir bertanggungjawab.
            Sebuahcontoh masalah lain yaitu perkara seorangpelacur yang telah melahirkan dan meletakan anaknya ( bayi ) yang masih hidupdalam sebuah kebun buah-buahan dan menutupnya dengan daun-daunan. Bayi itudisambar dan dibawa seekor serigala, yg lalu menyebabkan matinya bayitersebut. Wanita pelacur tadi dituduh telah melakukan penghilangan nyawa oleh karenakematian anak itu memang dikehendaki.
            Inimerupakan salah satu model tindak kriminal yg dilakukan karena faktor sosialkarena tidak mau menanggung membuat malu sehingga seorang mak tega membuang anaknyasendiri dalam suatu loka yg bisa membahayakan jiwa anaknya sendiri.
            Perbuatankriminal pula bisa terjadi dikarenakan berdasarkan segi budaya. Lantaran sanggup sajaterjadi pertarungan antarsuku yg masing-masing mempertahankan istiadat-istiadatnyatanpa adanya saling toleransi dan rasa saling menghormati sehingga terjadinyapertikaian antarkelompok serta dalam akhirnya akan mengakibatkan kerusuhan yg dapatmerugikan warga lain bahkan mungkin akan terdapat jatuhnya korban danmenimbulkan kekacauan pada dalam lingkungan warga , berbangsa serta bernegara.

Faktor Moral serta Kejiwaan

Dilihat menurut faktor moral serta kejiwaan,perbuatan kriminal pun mampu terjadi lantaran tadi. Seorang yg mengalamigangguan jiwa atau memiliki tekanan batin bisa melakukan perbuatan kriminal.ini mungkin terjadi bagi siapa saja yang mengalami depresi atau frustasi akibatdari suatu masalah-masalah yang sulit teratasi sebagai akibatnya bisa menciptakan seseorangmampu melakukan sesuatu pada luar berdasarkan kesadarannya. Pembunuhan, penganiayaan,penyanderaan, pemerkosaan atau pencabulan contohnya. Pada kenyataannya, dewasaini kita melihat banyak fakta-berita di media elektronik, seperti televisi,radio serta internet contohnya, dan dari media cetak misalnya surat warta, banyakmemuat keterangan mengenai perkara seseorang ibu membunuh anak kandungnya sendiri karenafrustasi, karena anak yang dilahirkannya adalah seorang anak dari hasilpemerkosaan atau anak hasil interaksi gelap. Ini adalah bukti bahwa perbuatankriminal bisa terjadi lantaran faktor moral dan kejiwaan seorang.
Kasus pelecehan seksual yg dilakukan seseorang ayahterhadap anak  kandungnya sendiri jugasering terjadi. Ini juga menunjukan bahwa seseorang dapat melakukan perbuatanamoral yang pula adalah perbuatan pidana atau kriminal dikarenakan karenafaktor moral dan kejiwaan.


Faktor Agama

            Angkakriminalitas yang tinggi di Indonesiasaat ini sangat memprihatinkan. Seorang sanggup melakukan kejahatan disebabkanpula lantaran kurangnya iman serta takwa kepada Tuhan YME, sebagai akibatnya seseorangdengan gampang melakukan perbuatan kriminal. Di tengah kondisi bangsa Indonesiayang kritis ketika ini, seorang wajib lebih poly mendekatkan diri kepadaTuhan YME serta lebih banyak beribadah sehingga bisa memperkuat iman serta takwa kepadaTuhan YME agar dijauhkan menurut segala perbuatan-perbuatan dosa. Tetapi banyaknyaaliran-genre sesat yg bisa menyesatkan manusia ke jalan galat, membuatseseorang tertipu dan dapat menuruti semua ajaran-ajaran yg sesat itu.contohnya maraknya aksi terorisme di Indonesiaseperti peledakan bom pada Bali baru-baru iniyang mengakibatkan tewasnya poly korban. Peledakan bom di hotel J.W Marriot Jakarta punmenewaskan poly korban. Kasus sama terjadi di kantor kedutaan akbar Australiadi Jakarta beberapa saat lalu. Kasus penghilangan nyawa terhadap tiga murid SMAKristen di Poso pun merupakan perbuatan kriminal yang mengandung unsur kepercayaan .kasus penghilangan nyawa terhadap seseorang rahib umat Kristiani pada Palu, SulawesiTengah pada tanggal 25 Desember 2004 kemudian, merupakan suatu kejahatan atauperbuatan pidana. Kasus Ambon juga adalah galat satu model konfrontasi yangmenjadi peristiwa berdarah yang merupakan suatu insiden akbar lantaran permasalahan yangberbau SARA   ( Suku, Agama dan Ras ).
            Darisemua masalah-masalah kriminalitas yg terjadi di Indonesia,galat satunya terjadi lantaran niat seorang / grup buat menghambat kerukunanhidup antarumat beragama pada Indonesiasehingga dapat menghancurkan bangsa Indonesia.
Faktor Politik

            Kasuspembunuhan Munir yg meninggal di atas pesawat dalam penerbangan menuju kotaAmsterdam,Belanda yg dinilai tidak tanggal berdasarkan unsur politik. Pembunuhan misterius inidinilai karena keterkaitan Munir menjadi tokoh warga di bidang Hak AsasiManusia yang adalah seorang tokoh warga yang aktif dalam dunia politikmaupun sosial. Hal ini kentara nir lepas dari unsur politik. Perbuatan kriminalbisa terjadi karena faktor politik juga. Hal ini ditimbulkan untuk melemahkanlawan atau saingan pada dalam global politik supaya dengan gampang mendapatkankekuatan buat dapat menerima jabatan. Pertikaian biasa terjadiantarpendukung suatu partai politik satu dengan pendukung partai politik yanglain sehabis kampanye pemilihan generik contohnya. Insiden besar -besaran yangmerupakan puncak dari kekejaman dunia politik yang terjadi pada bulan Mei tahun1998 pada Jakarta, dimana demonstrasi besar -besaran yg dilakukan oleh mahasiswaUniversitas Trisakti untuk meminta Soeharto turun berdasarkan jabatannya sebagaiPresiden RI membuat kekacauan serta pada akhirnya mengakibatkan kerusahan yangmenewaskan banyak korban. Tindak kriminal pun terjadi pada ketika itu, sepertipemerkosaan, pembunuhan, penjarahan, pembakaran terhadap mobil, toko-toko danpusat perbelanjaan, serta pembantaian merupakan contoh perkara yg membuktikanbahwa faktor politik pun bisa membuat seseorang melakukan perbuatan kriminal.





Daerahdi Indonesia Yang Memiliki Angka Kriminalitas Yang Tinggi

Jakarta ( Ibu Kota Negara Republik Indonesia )

            Sebagainegara mak kota Republik Indonesia, Jakartamerupakan galat satu kotayang memiliki nomor kriminalitas yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dariseringnya terjadi penodongan di angkutan umum seperti pada bus-bus, Angkutan Umum,ataupun kendaraan beroda empat-mobil eksklusif yang sedang berhenti di lampu merah. Jakarta sebagai bunda kotanegara Republik Indonesiayang pula merupakan kotametropolitan merupakan incaran para perampok atau penjahat pada melakukanaksinya. Banyaknya perampokan, penodongan, pencurian, pemerkosaan, pembunuhanbahkan peledakan bom yang terjadi pada Jakarta.jakarta merupakan kota yang mempunyai penduduk yang sangatpadat sehingga mempunyai ancaman kriminalitas yg sangat akbar juga.

Aceh( NAD )

Aceh merupakan keliru satu kota pada Sumatera yg adalah daerah yangdilanda menggunakan aneka macam macam perseteruan dan insiden. Salah satu permasalahan yangterjadi, yaitu perseteruan antarakyat Aceh sendiri yang tergabung dalam kelompokGerakan Aceh Merdeka ( GAM ) yang mempelopori agar Aceh bisa terlepas darinegara kesatuan Republik Indonesia.tetapi lantaran Indonesia tetapmempertahankan Aceh buat tetap menjadi bagian menurut negara kesatuan Republik Indonesia,munculah permasalahan yg dalam akhirnya menjadi suatu pertikaian akbar antarakelompok GAM serta Tentara Nasional Indonesia menggunakan peperangan saling tembak-menembak dan sebagainya.aceh akhirnya sebagai keliru satu wilayah yg tidak kondusif karena banyak terjadipembunuhan, konfrontasi yg membuat poly jatuhnya korban. Berbagai tindakkriminal yang terjadi pada Aceh ketika ini patut diprihatinkan karena Aceh sekarangmenjadi daerah yang nir kondusif lagi. Banyak pertikaian yang terjadi antarwargamasyarakat Aceh dengan menggunakan aneka macam indera tajam yang bisa melukai oranglain bahkan dapat membuat jatuhnya korban jiwa. Dilihat berdasarkan perkara ini, Acehmerupakan salah satu daerah yang memiliki angka kriminalitas yg tinggi juga.

Ambon ( Ibu Kota Maluku )

Kerusuhan yang terjadi pada Ambon adalahsalah satu sebab sebagai akibatnya Ambon termasukdaerah yg mempunyai nomor kriminalits yg tinggi pula. Insiden berdarah yangdisebabkan unsur SARA ( Suku, Agama dan Ras ) yg membuat kotaAmbon sebagai kotayang nir lagi hening serta aman seperti sebelumnya. Berbagai tindak kriminalterjadi di Ambon serta beberapa daerahsekitarnya yg membuat banyaknya korban jiwa. Pertikaian yg berakhir dengansaling membunuh satu sama lainnya. Bahkan warga warga yg tinggal di Ambon serta daerah-wilayah sekitarnya ikut sebagai sasaranpembantaian serta penghilangan nyawa lantaran faktor agama. Banyak korban yg jatuh akibatkerusuhan ini. Pertarunga keagamaan antarumat Kristen serta Muslim yang merupakansuatu peristiwa besar yg pernah terjadi di kotaAmbon adalah suatu bukti bahwa rusaknya kerukunan umat beragama di Ambon merupakansuatu sebab bahwa Ambon adalah salah satu wilayah di Indonesia yangmemiliki nomor kriminalitas yang tinggi.




Poso( Sulawesi Tengah )

Berdasarkan catatan, sejak 23 Maret 2002 hingga 28 Mei 2005, di Posoterjadi ledakan bom, baik berkekuatan rendah juga tinggi, tak kurang dari 11kali ledakan serta memakan banyak korban jiwa, yaitu :
23 Maret 2002, terjadi ledakan keras darisebuah bom rakitan sebagai akibatnya menyebabkan sebagian kantor Dinas KesejahteraanSosial Kabupaten Poso, rusak. Tetapi, nir memakan korban jiwa.
5 Juni 2002, sebuah bom meledak di busPO.antariksa jurusan Palu-Tentena yang menyebabkan empat orang mangkat .
7 Agustus 2003, ledakan bom terjadi diJalan Pulau Subang, Kelurahan Kayamanya, Poso Kota, yg menyebabkan tewasnya perakit bomtersebut.
11 November 2003, balik bom meledak dikantor perusahaan bus PO.omega jurusan Palu-Tentena, namun tidak hingga memakankorban.
29 November 2003, terjadi ledakan darisebuah bom berdaya ledak rendah di Pasar Sentral Poso dan tidak terdapat korbanjiwa.
13 November 2004, ledakan terjadi darisebuah bom pada mobil angkutan kotajurusan Silanca. Ledakan itu terjadi sewaktu mobil angkutan melintas pada depanPasar Sentral Poso. Enam orang tewas serta 3 orang lainnya mengalami lukaberat.
31 Desember 2004, sebuah bom meledak padamalam Tahun Baru pukul 23.45 di dekat hotel Alamanda. Tak terdapat korban jiwa.
1 Januari 2005, pukul 00.30 ledakan susulanterjadi di Jalan Pulau Kalimantan, sempurna dibelakang Gereja Bethany. Tidak ada korban jiwa.
3 Januari 2005, ledakan balik terjadi didekat hotel Alamanda, tepat pada belakang asrama Brimob. Ledakan berdasarkan bom berdayaledak rendah itu tidak hingga memakan korban jiwa.
28 April 2005, tepat satu bulan sebelumledakan di pasar Tentena, dua bom meledak di Kantor Pusat Rekonsilisasi Konflikdan Perdamaian Poso, pukul 22.00 Wita. Bom ke 2 meledak pada Kantor LembagaPenguatan Masyarakat Sipil pukul 22.00. Tidak terdapat korban jiwa.
            Darirangkaian insiden pada atas, kita bisa melihat bahwa Poso merupakan salah satudaerah yang rawan akan aksi teror bom. Berbagai peristiwa lainnya pada Poso telahbanyak memakan korban jiwa. Kasus pembunuhan tiga murid SMA Kristen pada Posobaru-baru ini menerangkan bahwa Poso merupakan galat satu wilayah di Indonesiayang memiliki angka kriminalitas yg tinggi. Penggunaan senjata api dan tajampun dengan bebas dipergunakan warga di Poso buat saling melukai danmembunuh lawan. Ini merupakan suatu perbuatan kriminal yg sangat berbahayadan meresakan rakyat lainnya pada Poso.

AkibatDari Tindak Kriminal

1.di pada Hukum

Akibat dari tindak kriminal atau tindakpidana tentu saja sangat berat. Sanksi yang akan dijatuhkan bagi seorang yangmelakukan tindak pidana sudah tercantum pada pada Kitab Undang-Undang HukumPidana ( KUHP ) sinkron menggunakan jenis perbuatan pidana yg telah dilakukan.jenis-jenis hukuman itu bisa berupa hukuman penjara, hukuman meninggal, hukumandenda dan kadangkala masih ditambah menggunakan hukuman penyitaan barang-barangtertentu, pencabutan hak tertentu serta pengumuman keputusan hakim. Jenis-jenistindak kriminal atau tindak kejahatan bisa digolongkan berdasarkan sasarannyaseperti :
Kejahatan terhadap keamanan negara diaturdalam Pasal 104-129.
Kejahatan terhadap prestise kedudukanpresiden dan wakil presiden diatur dalam Pasal 130-139.
Kejahatan terhadap negara yang bersahabatdan kejahatan terhadap kepala negara atau wakil kepala negara tadi diaturdalam Pasal 139a-145.
Kejahatan terhadap ketertiban umum diaturdalam Pasal 135 bis-181.
Kejahatan mengenai perkelahian satu lawansatu diatur dalam Pasal 182-186.
Kejahatan yg mendatangkan bahaya bagikeamanan umum manusia atau barang diatur pada Pasal 187-206.
Kejahatan terhadap kekuasaan umum diaturdalam Pasal 207-241.
Kejahatan tentang sumpah palsu atauketerangan palsu diatur dalam Pasal 242-243.
Kejahatan mengenai pemalsuan mata uang danmata uang kertas negara serta uang kertas bank diatur pada Pasal 244-252.
Kejahatan mengenai pemalsuan materai danmerek diatur pada Pasal 253-262.
Kejahatan tentang pemalsuan surat-suratdiatur dalam Pasal 263-276.
Kejahatan mengenai terhadap kedudukan wargadiatur dalam pasal 281-303.
Kejahatan terhadap kesopanan diatur dalamPasal 281-303.
Kejahatan tentang meninggalkan seseorangyang memerlukan pertolongan diatur dalam Pasal 304-309.
Kejahatan mengenai penghinaan diatur dalamPasal 310-321.
Kejahatan tentang membuka rahasia diaturdalam Pasal 322-323.
Kejahatan terhadap kemerdekaan seseorangdiatur pada Pasal 324-337.
Kejahatan terhadap jiwa orang diatur dalamPasal 338-350.
Kejahatan mengenai penganiayaan diatur dalamPasal 351-358.
Kejahatan mengenai kesalahan yangmengakibatkan luka atau matinya seorang diatur pada Pasal 359-361.
Kejahatan tentang pencurian diatur dalamPasal 362-367.
Kejahatan mengenai pemerasan atau ancamandiatur pada Pasal 368-371.
Kejahatan tentang penggelapan diatur dalamPasal 372-377.
Kejahatan mengenai penipuan diatur dalamPasal 378-395.
Kejahatan mengenai merugikan penagih utangatau orang yang berhak diatur pada Pasal 396-405.
Kejahatan mengenai pengrusakan barang ataupenghancuran barang diatur dalam Pasal 406-412.
Kejahatan yg dilakukan dalam jabatandiatur pada Pasal 413-437.
Kejahatan pada pelayaran diatur dalamPasal 438-479.
Kejahatan tentang pertolongan jahat diaturdalam Pasal 480-485.
Kejahatan yang dilakukan berulang-ulangdiatur pada Pasal 486-488.

2.di Lingkungan Masyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Akibat menurut tindak kriminal selain akandikenakan sanksi atau hukuman, dampak lainnya bagi seorang yg melakukantindak kriminal atau kejahatan yaitu mereka yang melakukan kejahatan atautindak kriminal akan dikucilkan oleh masyarakat lain, dicelah serta keberadaannyasulit buat diterima baik di dalam lingkungan pergaulan warga . Seseorangyang melakukan tindak pidana yang berat juga bisa kehilangan hak-haknyaseperti kehilangan kewarganegaraannya.

PencegahanAgar Tidak Terjadinya Tindak Kriminal

Untuk mencegah supaya tidak terjadinya tindakkriminal, seorang wajib lebih waspada, berhati-hati, dan lebih mawas diri.selain itu diperlukan pengendalian diri, penekanan emosi, serta lebih memperkokohiman dan takwa pada TuhanYME sebagai akibatnya menghindarkan manusia menurut perbuatanyang dapat melanggar hukum pidana dan kaidah-kaidah kepercayaan .

BAB III

PENANGGULANGAN TINDAK KRIMINAL



PerananAparat Kepolisian, Pemerintah serta Penegak Hukum Dalam Menangani Masalah TindakKriminal di Indonesia

Peranan aparat kepolisian dalam memerangikejahatan yaitu harus lebih ditingkatkannya upaya-upaya aparat keamanan dalammenciptakan keamanan dan ketertiban pada warga dari hukum danundang-undang yang berlaku misalnya mengadakan razia atau pemeriksaan terhadapbenda-benda berbahaya misalnya senjata tajam, senjata barah, bahan-bahan peledakataupun petasan-petasan yang berbahaya, serta lebih seringnya dilakukan patrolidi sepanjang jalan-jalan yg adalah wilayah rawan serta berbahaya.
Dalam memerangi kejahatan atau menanganimasalah kriminalitas di Indonesia,nir hanya dari upaya pihak kepolisian saja, melainkan pemerintah pun harusikut membantu dalam menjaga keamanan pada pada masyarakat, berbangsa maupunbernegara menggunakan cara bekerja sama dengan pihak kepolisian pada memberipenyuluhan-penyuluhan serta peringatan pada rakyat supaya mematuhi aturan danundang-undang yang berlaku. Kemudian upaya pemerintah dalam menangani masalahkriminal sanggup pula diwujudkan melalui lebih diperluasnya lapangan pekerjaan pada Indonesia,agar pengangguran bisa lebih berkurang sehingga kemungkinan terjadinya tindakpidana akibat faktor ekonomi nir terjadi lagi.
Peranan penegak hukum pun dalam menanganimasalah tindak kriminal pada Indonesiasangat penting. Upaya itu diwujudkan dengan cara memberikan sanksi atau hukumanyang tegas bagi terpidana sinkron dengan aturan yang berlaku pada siapapun yangmelakukan tindak pidana.

PerananPara Tokoh Agama Dalam Memberi Penyuluhan Kepada Masyarakat Dalam MengatasiMasalah Kriminalitas di Indonesia

            Dalam mengatasi kasus kriminalitasyang tinggi di Indonesia,nir hanya peranan aparat kepolisian saja ataupun pemerintah, tetapi peranan tokoh-tokohagama sangat diperlukan juga. Upaya tokoh agama dalam membantu mengatasimasalah kriminalitas pada Indonesia diwujudkan menggunakan memberikan penyuluhankepada semua lapisan rakyat melalui ceramah-ceramah keagamaan ataukhotbah-khotbah, bimbingan rohani, membantu warga pada mengatasi masalahyang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan solusi-solusi yangterbaik sinkron dengan kaidah-kaidah kepercayaan yg diyakini serta diakui diIndonesia.


BAB IV

PENUTUP


Kesimpulan


Masalah tingginya nomor kriminalitas di Indonesia sangat memprihatinkan bagi semualapisan masyarakat yang terdapat pada Indonesia.kriminalitas yg tinggi pada Indonesiadiakibatkan sang beberapa faktor, yaitu faktor ekonomi, faktor sosial budaya,faktor moral serta kejiwaan, faktor agama serta faktor politik. Tindak kriminalyang dilakukan seorang niscaya mempunyai sebab-dampak. Untuk menangani masalahkriminalitas di Indonesia,tidak hanya kiprah menurut aparat kepolisian saja, tetapi pemerintah serta para tokohagama wajib ikut bekerja sama pada mengatasi perkara kriminalitas di Indonesia.pada kenyataannya, masalah kriminalitas pada Indonesiamerupakan perkara yang sangat berfokus yg menjadi ancaman bagi seluruh wargamasyarakat di Indonesia.

Saran

Diharapkan pada semua lapisanmasyarakat pada Indonesia supaya beserta-sama membangun keamanan, ketertibanserta kedamaian pada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara sertamematuhi hukum serta peraturan-peraturan yg berlaku demi terciptanya kehidupanyang kondusif, tenang serta sejahtera. Diharapkan pula pada aparat keamanan pada Indonesia supaya lebih mempertinggi kegunaannya didalam masyarakat melalui upaya-upaya yang diwujudkan dalam menciptakankeamanan, ketertiban serta kedamaian agar perkara kriminalitas yang tinggi pada Indonesiadapat teratasi. Dan diperlukan pula pada pemerintah supaya bisa memperbaikimasalah perekonomian yg makin merosot di Indonesiasehingga pemerintah bisa mengembalikan kondisi perekonomian bangsa Indonesia menjadistabil dan lebih baik lagi. 

BIBLIOGRAFI

Hendrojono, Dr. Kriminologi : Pengaruh Perubahan Masyarakat dan Hukum.surabaya :Srikandi, 2005.
Djamali, R.abdoel, S.H. Pengantar Hukum Indonesia.jakarta : PT.rajaGrafindo Persada, 1993.
Daliyo, J.B, S.H. Pengantar Hukum Indonesia.Jakarta : PT.gramedia Pustaka Utama, 1997.
Abimanyu, Bambang. Teror Bom pada Indonesia. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu, 2005.



AUTOBIOGRAFI

Nama                                       :   Irene Maria Sidolisa
Tempat / Tanggal Lahir           :  Kendari ( Sulawesi Tenggara ), 22Oktober 1987
Alamat :Jl. Taman Ubud Kencana III No.23 Lippo     Karawaci – Tangerang

Pendidikan :
TK. Kuncup Mekar, Kendari.
SD. Kristen, Kendari.
SLTP Negeri 1, Kendari.
SMA Kartika VII-dua, Kendari.
Universitas Pelita Harapan, Tangerang (Tahun Angkatan 2005 ).

Pengalaman Berorganisasi :
Sekretaris Gita Bahana Patri Drum Band (GBPDB ) SLTP Negeri 1 Kendari.
Mayoret Gita Bahana Patri Drum Band ( GBPDB) SLTP Negeri 1 Kendari.


Dr. Hendrojono. Kriminologi : PengaruhPerubahan Masyarakat serta Hukum ( Surabaya 2005 ) Hal.165  Bambang Abimanyu. Teror Bomdi Indonesia ( Jakarta 2005 ) Hal.79-80.
Tentang-soal.