Latar Belakang Hukum Pidana dan Perkembangan Kriminalitas di Indonesia

Latar Belakang Hukum Pidana pada Indonesia
Hukum pidana di Indonesia bentuknya tertulis dikodifikasikan pada sebuah kitab undang-undang dan dalam perkembangannya banyak yang tertulis tidak dikodifikasikan berupa undang-undang. Hukum pidana yang tertulis dikodifikasikan itu tertera ketentuan-ketentuannya pada pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau disingkat dengan istilah KUHP yang asal berdasarkan zaman pemerintah penjajahan Belanda. 
Hukum pidana di Indonesia berlaku karena buat mencegah terjadinya tindak pidana yang dapat merugikan orang lain serta mencegah jatuhnya korban. Hukum pidana mengatur serta membatasi tindakan insan supaya nir terjadi tindakan yang melanggar ketentuan-ketentuan yg tercantum pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP ) yg mempunyai sanksi atau sanksi. Jika suatu negara tidak ada aturan yang mengatur mengenai pidana, maka insan bisa menggunakan seenaknya melakukan tindakan apapun yg diinginkannya walaupun harus merugikan orang lain dan melanggar hak-hak asasi insan. Oleh karena itu, sejak dari zaman penjajahan Belanda, hukum pidana sudah terdapat di Indonesia. Hukum di Indonesia pada mulanya asal dari zaman penjajahan Belanda tetapi tetap diberlakukan sehabis Indonesia merdeka buat mengisi kekosongan hukum seperti yang tercantum pada Aturan Peralihan UUD 1945 pasal 2. 
Hukum pidana dengan absah serta resmi berlaku di Indonesia menggunakan dibuatnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Republik Indonesia tentang peraturan hukum pidana buat seluruh wilayah Republik Indonesia. Dengan demikian sejak tahun 1946 selesainya Indonesia merdeka, hukum pidana pada Indonesia telah sah dan berlaku.


Perkembangan Kriminalitas

Di Indonesia
Perkembangan kriminalitas sudah semakin meluas. Tidak hanya di kota-kota besar saja atau di kota metropolitan, tetapi sampai ke pelosok daerah pun tindak kriminal terjadi di mana-mana. Bahkan nir hanya orang yang tinggal pada kota-kota besar di Indonesia saja yang sering melakukan tindak kriminal, tetapi tindak kriminal pun terjadi terhadap orang yg tinggal pada desa. Banyak kasus penghilangan nyawa, pencabulan bahkan pelecehan seksual yg terjadi pada desa atau daerah terpencil. Seperti halnya kasus Soemanto, seseorang kanibal yg demi memenuhi persyaratan ilmu hitamnya bisa membunuh poly orang kemudian memakan jasad atau daging manusia yang merupakan suatu tindak pidana dan tindakan pada luar menurut kewajaran. Dengan demikian, perkembangan kriminalitas pada Indonesia nir hanya sering terjadi di kota-kota akbar saja, melainkan tindak kriminal acapkali terjadi jua pada desa-desa di daerah negara Indonesia.


Di dunia
Perkembangan kriminalitas di global sangat memprihatinkan juga. Tindak kriminal terjadi di mana-mana. Bahkan semua negara yang ada pada dunia ini mengalami kasus yg amat berfokus, yaitu mengenai kriminalitas yg sebagai suatu ancaman yg bisa membahayakan dan meresahkan warga . Tindak kriminal dapat terjadi dimanapun dan di negara manapun. Contohnya terorisme yg sekarang merupakan masalah besar yang dialami sejumlah negara-negara pada global misalnya Indonesia, Amerika, serta negara-negara lainnya yang sering ditimpa aksi terorisme menurut para teroris yg nir bertanggung jawab. Inipun adalah suatu bentuk perbuatan pidana yang mempunyai sanksi atau sanksi yang berat.

Tentang-soal.