Iklan Responsive

KUALITAS DAGING OLAHAN NUGGET MENGGUNAKAN TEPUNG SAGU

KUALITAS NUGGET
MENGGUNAKAN TEPUNG SAGU



DISUSUN OLEH :


SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN
STIPER
KENDARI
2013





BAB 1 
PENDAHULUAN 


1.1 . Latar belakang 
Sagu adalah tepung olahan yg diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau pohon sagu (metroxylon sago robbt). Tepung sagu memiliki karakteristik yang mirip dengan tepung tapioka.sagu kaya akan karbohidrat (pati) akan tetapi sangat miskin dengan gizi lainnya.tepung sagu pula bisa digunakan dalam membuat bahan makanan misalnya misalnya : pembuatan kue,sosis,kornet,nugget serta lain-lain. 

Sagu sangat berperang krusial pada pembuatan nugget,karna sagu dapat membuat daging yg diolah menyatu dan padat sebagai akibatnya membuat nugget empuk dan lezat dikomsumsi,dan menaikkan kualitas nugget yang dibentuk. 

Nugget merupakan keliru satu bentuk olahan daging yg dibuat dari daging giling yg dicetak pada bentuk persegi.nugget bisa dibentuk berdasarkan daging sapi,ayam,ikan,jamur serta lain sebagainya. Nugget memiliki nilai kandungan gizi cukup buat kebetuhan tubuh per hari,seperti asam amino,lemak,karbohidrat,vitamin dan mineral. Pemenuhan gizi serta protein memang nir wajib mahal akan tetapi bahan dan produk yg sehat dan higenis. 

Dan diharapkan nugget ayam ini mempunyai kualitas yang baik dimata rakyat dan menjadi alternatif yg sehat buat pada konsumsi rakyat. 

1.dua . Tujuan 
Tujuan dari penelitian ini adalah buat mengetahui kualitas nugget menggunakan menggunakan tepung sagu. Manfaat berdasarkan penelitian ini adalah untuk memberi warta mengenai kualitas nugget menggunakan memakai tepung sagu. 

1.3 . Rumusan perkara 
Adapun yg sebagai masalah pada proposal ini merupakan sejauh mana imbas tepung sagu dalam meninggkatkan kualitas nugget. 

1.4 . Hipotesis 
Hipotesis penelitian kualitas nugget menggunakan menggunakan tepung sagu yaitu tepung sagu (metroxylon sago robbt), menjadi bahan dasar yg dicampurkan dalam daging olahan buat membuat cita rasa nugget semakin berkualitas. 


BAB 11 
TINJAUAN PUSTAKA 


2.1 Ayam broiller 
Budidaya ternak unggas tercatat dari tahun 100 SM di india menurut dari 14.000 spesies unggul yg ada, semuanya digolongkan ke pada 25 ordo. Unggas didomestikasi dan diklasifikasikan sebagai 4 ordo yaitu; corinifes (Vertebrata bertulang belakang). Anser formes (itik serta angsa), galliformes (ayam kalkun, ayam mutiara dan burung kuau), columbuformes (burung tekukur dan merpati). Ordo Galliformes paling besar perannya dalam prekonomian dan spesisnya dibagi menjadi tiga famili yaitu; Phasianidae (ayam), muminiodar (kalkun, ayam mutiara asal afrika) dan Mellagride (kalkun amerika). Ayam broiler merupakan jenis ayam ras unggul output persilangan antara ayam cornish menggunakan Plymouth Rock. 
Menurut Suprijatna et al. (2005) ayam broiler adalah ayam yang memiliki sipat hening bentuk tubuh akbar, pertumbuhan cepat, bulu merapat ketubuh, kulit mulus serta produksi telur rendah. Ayam broiler adalah ayam mudah berumur 7-10 minggu baik jantan juga betina berdaging lembut, kulit halus serta tulang dada lunak (Ensminger, 1980), 

(setiawan,2009) ,dijelaskan lebih lanjut bahwa beragamnya jenis train ayam broiler yg beredar sekarang ini pada dasarnya tidak jauh tidak selaras antara satu menggunakan yang lain dipandang dari segi produktipitasnya. 

Ayam broiler memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, trdapat 110 kalori dalam daging dada ayam atau 100gram. Lemak 1,24g (lemak jenuh : 0,33g), karbohidrat 0g (serat : 0g, gula : 0g). Protein 23,09g. 

2.2. Nugget 
Nugget merupakan suatu bentuk olahan daging yg dibentuk berdasarkan daging giling yg dicetak dalam potongan empat persegi,rabat ini lalu dilapisi tepung bumbu (battered dan breaded). Produk nugget bisa dibentuk dari daging sapi,ayam,ikan,jamur dan lain sebagainya. Namun yang terkenal dimasyarakat adalah nugget ayam. 

Kandungan tenaga total nugget diperoleh menurut 100g nugget ayam berpariasi antara 200-340 kkal. Energi lemak antara 120-210 kal,kandungan protein nugget berpariasi antara 19% hingga 30%. Semakin tinggi kandungan protein maka semakin banyak daging ayam yang di gunakan. Kandungan primer lemak nugget adalah lemak jenuh dan kandungan kolesterol. 

Nugget ayam jua merupakan bahan pangan asal niasin (vitamin B3) ,vitamin B6,Asam pantotenat dan riboflavin ( vitamin B2), menggunakan sumbangan masing-masing terhadap kebutuhan perhari mencapai 68,34,16, serta 16%. Selain itu nugget jua asal mineral selenium / fosfor dan zinc, menggunakan sumbangan kebutuhan tubuh perhari masing-masing mencapai 49,29 serta 21%. Zilenium serta zinc adalah mineral penting sebagai komponen antioksidan buat menangkap radikal bebas, penyebab timbulnya aneka macam kanker serta penyakit negatif. (http//id.shvoong.com/lifestyle-and-drink/2374515 kandungan gizi nugget ayam/28 mei2019). 

Frof.dr.made astawan (2008) menjelaskan nir semua kuliner instan rendah gizi contohnya nugget ayam. Meskipun tergolong kuliner gampang serta cepat masak, daging ayam yg pada beri bumbu dan pelipis ini sangat kaya protein masih ada juga asam amino, lemak, karbohidrati beberapa jenis vitamin serta mineral. Pada dasarnya nugget merupakan suatu produk olahan daging bentuk emulsi, yaitu emulsi minyak di pada air, seperti halnya probuk socis serta bakso. Nugget di buat berdasarkan daging giling yang diberi bumbu, dicampur bahan pengikat kemudian dicetak menggunakan bentuk eksklusif, dikukus, dipotong, dan diselimuti perekat tepung (better) dan dilumuri tepung roti (Breading), selanjutnya digoreng. Nugget adalah keliru satu bentuk beku siap saji, yaitu produk yg telah mengalami pemasaran sampai 1/2 matang (precooked) kemudian dibekukan. Produk beku siap saji ini hanya memerlukan saat penggorengan selama 1 menit dalam suhu 150 derajat C. Ketika digoreng, nugget beku setengah matang akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan serta kuning. Tekstur nugget tergantung menurut bahan dasarnya. 

Drh.agus Rumboko (2013) menyebutkan bahwa dalam saat ini perkembangan komsumsi terhadap daging ayam telah berpariasi. Disamping daging ayam segar, warga sanggup menentukan daging olahan misalnya nugget, sosis, bakso. Dulu produk frozen tersebut hanya terdapat disupermarket, maka ketika ini produk frozen telah tersediah di outlet-outlet toko kuliner, pasar becak, dikantin sekolah, digrobak-gerobak dorong serta lain-lain.nugget murah menggunakan bahan standar seadanya,gizi secukupnya. Pemenuhan gizi serta protein memang nir wajib mahal tapi bahan serta produk yg sehat serta higenis. 

2.3. Sagu 
Sagu merupakan tepung olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras btg rumbia atau pohon sagu (metroxylon sago rabbt),tepung sagu memiliki ciri yang seperti dengan tepung tapioka. 

Sebangai asal karbohidrat sagu memiliki keunikan kerna diproduksi didaerah rawa-rawa.tepung sagu kaya akan karbohidrat (pati), tetapi sangat miskin gizi lainya.ini terjadi lantaran kandungan tinggi pati pada teras btg juga proses pemanenannya. 100gram sagu kering setara dengan 355kalori,didalamnya homogen-rata terkandung 94 gr karbohidrat,0,2 gram protein,0,lima gr serat,10mg karoten,tiamin dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil. 

Tanaman sagu bisa berperang sebangai pengaman lingkungan karena bisa mengabsorsi emisi gas Co2 yang diemisikan berdasarkan huma rawa dan gambut ke udara (Bibtoro 2008). 

Sagu merupakan tumbuhan yg bisa digunakan sebangai pengganti tepung tapioka pada pembuatan nugget karena memiliki karbohidrat tinggi yg berpungsi buat menaikkan nilai gizi pada nugget serta dibutuhkan bisa mempertinggi kualitas produksi nugget. 


BAB 11 
MATERI DAN METODE 


3.1 Materi penelitian 
Penelitian tentang kualitas nugget dengan memakai tepung sagu rencana dilaksanakan pada bulan agustus. Di kec.mowila kab.konsel sultra. 

Materi yang dipakai adalah 2kg daging ayam lengkap(completely randomized design),menggunakan perlakuan menggunakan tepung sagu.terdapat 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebesar 4 kali. 

3.2.dua. Tahap persiapan 
Dalam penelitian ini sebelum dilaksanakan wajib menyiapkan alat serta bahan.adapun alat serta bahan tersebut adalah sebagai berikut: 

Alat 
Alat-indera yang dipakai dlm penelitian ini adl : 
  • Alat penghalus daging 
  • Baskom 
  • pisau 
  • kompor 
  • panci 
  • Sendok 
  • Piring 
Bahan 
Alat-indera yang dipakai dlm penelitian ini adl : 
  • Air 
  • Tepung sagu 
  • Masako 
  • Bawang putih 
  • Minyak 
  • Telur 
  • Ladah/merica 
  • Garam 

3.dua.tiga. Tahap perlakuan 
Tahap perlakuan dilakukan selama sekitar satu hari dirumah masyarakat,ayam yang dipakai sebanyak 2kg menggunakan 4 perlakuan dan terdiri berdasarkan 4 ulangan.tambahan tepung sagu buat P1 sebanyak 25%, P2 sebesar 50%,P3 sebanyak 75% serta P0 tanpa tepung sagu. 

3.dua.4. Tahap pengambilan data 
Tahap pengambilan data dengan menggunakan tepung sagu menjadi sampuran tepung tapioka terhadap kualitas nugget.pengambilan data dilakukan menggunakan menimbang jumlah tepung sagu yang digunakan buat mengetahui kualitas nugget.pengambilan data dilakukan dengan cara mencoba nugget sesudah digoreng buat mengetahui kualitas serta rasa nugget yg dibentuk. 

3.dua.5. Perlakuan 
Perlakuan dengan menggunakan tepung sagu dengan tarap yang tidak sinkron yaitu : 
P0 : tanpa memakai tepung sagu 
P1 : memakai tepung sagu 25% 
P2 : memakai tepung sagu 50% 
P3 : memakai tepung sagu 75% 

3.dua.6. Parameter Penelitian 
Parameter yg diamati buat mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian tepun sagu terhadap kualitas nagget merupakan : 
-rona 
-Tingkat rasa 
-Tingkat gurih 

3.tiga Analisis Data 
Data yang diperoleh dianalisis dengan analisys of variance (ANOVA) dengan diuji F untuk mengetahui perlakuan. 


DAFTAR PUSTAKA 


Almatsier S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gedia Pustaka Utama. 
Anggraini TN. 2002. Aplikasi pengendalian mutu statistikal pada pengolahan 
chicken nugget di PT JAPFA-Osi Food Industri Tangerang.[Skripsi] 
Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 
[AOAC] Association of Official Analytical Chemistry]. 1995. Official Methods of 
analysis. Washington DC: Association of Official Analytical Chemist. 
Tentang-soal.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel