Iklan Responsive

INI ALASAN BABI HARAM BACA DAN FAHAMI

Kesempatan berdialog misalnya ini, justru anda sanggup memanfaatkannya buat menambah serta mengoreksi kesalahan dalam tahu agama kita dan kepercayaan lainnya.
Selama ini kita sering beranggapan bahwa kepercayaan lain membolehkan pemeluknya memakan daging babi. Padahal yg sahih nir demikian. Yang sahih merupakan bahwa daging babi itu termasuk makanan yg diharamkan buat pemeluk agama lain itu. Yaitu agama samawi yang turun menurut Allah SWT buat umat terdahulu, Kristen serta Yahudi.
Jadi sekalian saja dikoreksi pemahaman galat anak anda, jelaskan bahwa babi itu bukan hanya haram buat umat Islam, tetapi pula haram buat umat Kristiani (Nasrani) dan juga Yahudi.
وَعَلَى الَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا مَا قَصَصْنَا عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu dan Kami tiada menganiaya mereka, akan namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. An-Nahl: 118)
Kalaupun kini mereka memakan babi, ketahuilah bahwa mereka sedang melakukan maksiat serta kemungkaran pada Allah SWT. Sebab kitab kudus yg turun kepada mereka dahulu, secara tegas mengharamkan babi. Lalu para rahib serta rahib mereka melakukan tindakan jahat yang dicatat pada tinta sejarah, yaitu mengubah ayat-ayat Allah SWT itu serta digadaikan dengan harga yang murah sekali.
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yg menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini menurut Allah", (menggunakan maksud) buat memperoleh laba yg sedikit menggunakan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat menurut apa yg ditulis sang tangan mereka sendiri, serta kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yg mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79)
Para pendeta dan pendeta mereka telah mengubah ayat-ayat Taurat serta Injil yg turun berdasarkan langit dengan selera mereka sendiri. Apa yang telah dihalalkan Allah SWT, mereka haramkan. Sebaliknya, apa yang telah Allah SWT haramkan, justru mereka halalkan.
Lalu hasil penyelewengan terhadap perintah serta ayat-ayat Allah SWT lalu diikuti secara takqlid buta sang para pemeluk agamanya. Meski pun para pendeta serta pendeta itu jelas-jelas Mengganggu kesucian kitab suci, mengganti isinya, memutar-balikkan hukumnya bahkan menghapusnya dan menggantinya sinkron dengan hawa nafsu mereka sendiri. Peristiwa ini tercatat dalam sejarah dan sampai hari ini masih mampu dibaca oleh umat manusia.
Maka tindakan diam saja menurut pemeluk kepercayaan itu, dan perilaku mereka yg nir mau menolak penyelewengan para rahib itu, dikomentari oleh Nabi terakhir yg diutus kepada umat insan, Rasulullah SAW, sebagai perilaku "menyembah rahib" dan mengakibatkan mereka sebagai "tuhan." Jadi para pemeluk kepercayaan Kristen serta Yahudi dikatakan menjadi penyembah pendeta dan rahib mereka sendiri, meski nir melakukan ruku' serta sujud. Namun Allah SWT sudah menyebutkan bahwa tindakan mereka itu tidak terdapat bedanya menggunakan mengakibatkan para rahib dan pendeta itu sebagai ilahi tandingan selain Allah SWT.
اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَـهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Mereka berakibat orang-orang alimnya, serta pendeta-rahib mereka menjadi dewa selain Allah, serta (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah menurut apa yg mereka persekutukan. (QS. At-Taubah: 31)
Salah seseorang shahabat nabi SAW yang dahulu pernah memeluk kepercayaan itu bertanya-tanya. Sebab sepanjang pengetahuannya, mereka memang tidak menyembah rahib dan rahib. Maka Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa sikap taqlid membabi buta atas penyelewengan para pendeta adalah bentuk penuhanan kepada mereka. Ketika mereka membarui isi Taurat serta Injil menggunakan hawa nafsu, itulah hakikat peribadatan kepada pemuka kepercayaan .
Kembali pada pertanyaan anak anda, jawablah bahwa babi itu diharamkan oleh 3 kepercayaan : Islam, Yahudi serta Kristen. Namun para pendeta ke 2 agama itu memalsukan larangannya dan menggantinya dengan kehalalan versi mereka sendiri. Namun keharamannya permanen tidak berubah. Dan setiap pemeluk Kristen atau Yahudi yg memakan babi, permanen berdosa dan permanen disiksa pada neraka atas seluruh pelanggaran syariat yg mereka lakukan.
Mengapa babi diharamkan sang 3 agama?
Kalau kita mau konsekuen menggunakan sistem aqidah Islam sekaligus mengembalikan cara beraqidah yg benar, inilah kesempatannya. Sampaikan sejelas-jelasnya kepada anak anda, bahwa haram tidaknya suatu kuliner atau perbuatan, sama sekali tidak terdapat kaitannya menggunakan alasan logis yang dipahami insan. Kalau pun terdapat nasihat, sifatnya hanya tambahan, sama sekali nir berpengaruh kepada substansi hukumnya.
Inilah kesempatan bagi anda buat menanamkan aqidah yg sahih kepada anak anda. Katakan padanya, bahwa babi itu haram karena Allah SWT sudah menetapkan keharamannya. Bukan hanya semata-mata lantaran mengandungcacing pita, bakteri, virus atau alasan apapun. Namun karena kita percaya kepada Allah SWT, jua lantaran kita percaya keaslian kitab suci, pula karena kita percaya kepada Rasulullah SAW, bahwa haramnya itu lantaran Allah SWT mengharamkannya.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging fauna) yg disembelih atas nama selain Allah...(QS. Al-Maidah: tiga)
Kalau alasan kita tidak makan babi hanya semata-mata alasan ilmiyah serta kesehatan, maka babi itu telah halal hukumnya. Sebab di zaman sekarang ini telah banyak ditemukan teknis memasak babi yang sanggup mematikan semua jenis virus, bakteri dan cacing pita.
Demikian jua secara pisik, tidak terdapat bedanya antara ayam yang disembelih dengan mengucapkan basmalah dengan yg disembelih dengan menyebut nama dewa selain Allah. Secara fisik, keduanya higienis, kudus, tidak kotor, bahkan tidak ada racun apapun. Namun pada pandang dari sudut syariat, hukum keduanya tidak sinkron. Yang satu halal lantaran disembelih dengan basmalah, sedangkan yg satunya haram, karena disembelih menggunakan menyebut nama dewa selain Allah.
Kalau kepercayaan yg kita jalani ini harus selalu dikembalikan pada alasan-alasan yg bersifat kebendaan, ilmiyah atau aspek fisik semata, maka bubarlah kepercayaan ini. Padahal landasan agama itu merupakan iman, yang berarti percaya pada Allah SWT. Kalau Allah bilang merah, maka kita ikut bilang merah. Sebaliknya, jikalau Allah bilang hitam, maka kita pun bilang hitam. Kita nir akan memilih merah atau hitam, kecuali lantaran Allah yang menetapkan.
Mengapa kita wajib bersikap demikian? Jawabnya merupakan lantaran Allah SWT itu ilahi. Sebagai dewa, tentu saja seluruh apapun yg ditetapkannnya harus kita patuhi tanpa reserve, tanpa ditunda, tanpa ditanya-tanyai sebabnya serta tanpa dimintai alasannya adalah.
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Sesungguhnya jawaban oran-orang mu'min, jika mereka dipanggil pada Allah serta rasul-Nya supaya rasul menghukum di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yg beruntung. (QS. An-Nuur: 51)
ROKOK
tidak terdapat ketentuan rokok itu haram, akan tetapi masuk dalam hukum mubah, yaitu nir terdapat manfaatnya
saya sudah capek ngetik, tangannya pegel.
rokok ga haram,,,,,,,
FAHAM Tentang-soal.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel