CONTOH SKRIPSI Pengaruh Yang Positif Yang Signifikan Antara Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD

BABI

PENDAHULUAN


A.LatarBelakang

Sekolah adalah forum pendidikan secara resmimenyelenggarakan aktivitas pembelajaran secara sistematis, berencana, sengajadan terarah yg dilakukan oleh pendidik yang professional dengan acara yangdituangkan ke dalam kurikulum eksklusif serta diikuti sang siswa padasetiap jenjang pendidikan  eksklusif,mulai berdasarkan taraf anak-anak sampai perguruan tinggi. Oleh karenanya,lingkungan sekolah merupakan perkara yg esensial pada pendidikan, maka dalampembaharuan pendidikan kita harus sempat pula memperbaharui mulai berdasarkan gedungsekolah sampai kasus yang paling lebih banyak didominasi yaitu alat-alat yang digunakan dalamproses belajar mengajar demi tercapainya prestasi belajar anak didik.
Menurut peraturan mentri pendidikan NO.19 Tahun 2005yang pada garis besarnya antara lain :

1.setiap satuan pendidikan wajib memilikisarana yg mencakup perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, kitab dansumber belajar lainya. Bahan habis pakai serta perlengkapan lain yangdiperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yg teratur dan berkelanjutan.
2.setiap satuan pendidikan wajib memilikiprasarana yang mencakup bahan, ruang kelas, ruang pimpinan, satuan pendidikan,ruang pendidik, ruang rapikan bisnis, riang perpustakaan, ruang laboratorium, ruangbengkel kerja, instalasi ruang dan jasa, tempat berola raga, loka beribadah,loka bermain, serta loka lain yg diperlukan buat menunjang prosespembelajaran yg teratur serta berkelanjutan.
3.standar keragaman jenis peralatanlaboratorium, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Laboratorium Bahasa, LaboratoriumKomputer, dan alat-alat pembelajaran lain dalam satuan pendidikan dinyatakandalam daftar yg berisi jenis yang wajib tersedia.
4.standar jumlah peralatan pada atas,dinyatakan dalam rasio minimal jumlah alat-alat siswa.
Akantetapi perlu diingat bahwa sarana prasarana pendidikan merupakan penujangkualitas guru yang baik. Dalam proses belajar mengajar kalua nir didukukungoleh lingkungan sekolah yang baik terutama kelengkapan sarana prasanapendidikan yang terdapat pada sekolah maka, proses belajar mengajar tidak akanberjalan sinkron dengan tujuan pendidikan yang di harapkan. Khusuanya di SDNegeri I Wawoone Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe masi masih ada Kendala-kendala yg dihadapi diantaranya, adanyapenyediaan wahana prasarana pendidikan yang belum memadai yg disebabkanminimnya atau kurangnya dana yang disalurkan kepada pihak sekolah. 
Olehkarena itu, penulis memandang perlu adanya penelitian tentang ‘’PengaruhLingkugan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V pada Sekolah Dasar Negeri IWawoone Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe’’


B.RumusanMasalah 

Sesuaidengan latar belakang diatas, maka rumusan perkara dalam penelitian ini adalahsebagai berikut :
1.bagaimanakah deskripsi lingkungansekolah di Sekolah Dasar Negeri I Wawoone Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe ?
2.bagaimanakah pelukisan prestasi belajarsiswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri I Wawoone Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe ?
3.apakah terdapat impak lingkungansekolah terhadap prestasi belajar murid V pada SD Negeri 1 Wawoone KecamatanWonggeduku Kabupaten Konawe ?
C.TujuanPenelitian

Berdasarkanpermasalahan dalam penelitian ini, maka penelitian ini mengarah padatujuan-tujuan menjadi berikut :
1.untuk mengetahui pelukisan lingkungansekolah di  Sekolah Dasar Negeri 1 Wawoone KecamatanWonggeduku Kabupaten Konawe ?
2.untuk mengetahui deskripsi prestasibelajar murid kelas V pada Sekolah Dasar Negeri 1 Wawoone Kecamatan Wonggeduku KabupatenKonawe ?
3.untuk mengetahui besarnya pengaruhlingkungan sekolah terhadap prestasi siswa pada Sekolah Dasar Negeri 1 Wawoone KecamatanWonggeduku Kabupaten  Konawe ?




D.ManfaatPenelitian

Secarapraktis, penelitian ini jua diperlukan bisa bermanfaat member kontribusi danmanfaat dalam :
1.hasil penelitian ini dapat sebagai bahanmasukan bagi kepalah sekolah, guru, orang tua siswa, dan anak didik agar mengelolalingkungan sekolah dengan baik.
2.bagi peneliti, menjadi bahanrujukan  buat memperluas khasanahkeilmuwan penulis.
3.bagi peneliti lain, sebagai bahanrujukan peneliti mendatang yg mengangkat konflik yg relevan denganpenelitian ini.
E.Definisi Operasional

1.lingkungansekolah merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi kenyamanan belajar anak didik baikdalam bentuk aspek fisik maupun aspek non fisik. Termasuk pada aspek fisikyaitu kelengkapan wahana prasarana, sedangkan dalam aspek non fisik yaiturelasi anak didik dengan anak didik masyarakat sekolah. Lingkungan sekolah terkait denganmetode mengajar pengajar, kurikulum, rekanan pengajar menggunakan anak didik, relasi siswa dengansiswa, disiplin sekolah. Lingkungan sekolah meliputi keadaan lingkungansekolah, suasana sekolah, keadaan gedung, rakyat sekolah, tata tertib danfasilitas-fasilitas sekolah.
2.prestasibelajar adalah hasil atau tarap kemampuan yang telah dicapai murid setelahmengikuti proses belajar-mengajar dalam kurun ketika yg sudah ditentukanberupa nilai rapor.
3.pengaruhlingkungan sekolah terhadap perestasi belajar murid merupakan dampak atau akibatyang disebabkan sang lingkungan sekolah yang baik sebagai akibatnya menyebabkanmeningkatnya perestasi belajar anak didik.



















BABII

KAJIANPUSTAKA



A.PengertianLingkungan Sekolah

Menurut (M. Dalyono,2005:129) Lingkungan adalahsegala sesuatu yang berada diri kita, yang dalam arti yang lebih sempit,lingkungan merupakan hal-hal/sesuatu yg berpengaruh terhadap perkembanganmanusia atau yg ada di alam lebih kurang yang mempunyai makna/efek tertentukepada individu. Lingkungan menyediakan stimulus terhadap individu sedangkanindividu menaruh respon terhadap lingkungan yg ada pada pada alam kurang lebih.segala syarat yang berada di dalam serta pada luar individu baik fisiologis,psikologis, maupun sosial kultural akan menghipnotis tingkah individu kearahyang sahih. Lingkungan berpengaruh secara eksklusif juga tidak eksklusif.pengaruh yang langsung misalnya pergaulan dengan keluarga, sahabat-teman,sedangkan dampak tidak langsung contohnya melalui televisi, membaca koran,(Tabrani, 1994; 23).
 Lingkungan pendidikan terbagi atas tiga bagianyuaitu, (1) lingkungan pisik keadaan iklim, keadaan alam, (2) lingkungan budayabahasa, seni, ekonomi, politik pantangan hayati, serta keagamaan,(3) lingkungan sosial  atau masyarakatkeluarga, kelompok,bermain,organisasi (Siswoyo,dkk.,2007:148).
Berdasarkan banyak sekali pernyataan diatas, dapatdisimpulkan bahwa lingkungan sekolah adalah segala sesuatu yg berada di alamsekitar yang mempunyai makna atau dampak terhadap karakter/sifat seseorangsecara langsung juga tidak eksklusif.
Sekolah adalah lembaga pendidikan secara resmimenyelenggarakan kegiatan pembelajaran secara sistematis, berencana, sengajaterarah yang dilakukan oleh pendidik yang professional dengan acara yangdituangkan ke pada kurikulum eksklusif diikuti oleh siswa pada setiapjenjang tertentu, mulai berdasarkan taraf anak-anak hingga perhuruan tinggi. Sekolahadalah lingkungan pendidikan yang menyebarkan & meneruskan pendidikananak sebagai rakyat Negara yg cerdas, terampil dan bertingkah laris baik(Sumitro, dkk., 2006:81).
Sekolah adalah lingkungan pendidikan formal.dikatakan formal lantaran disekolah terealisasi serangkaian aktivitas bersiklus danterorganisasi, termasuk kegiatan pada rangka proses belajar-mengajar pada kelas(Winkel, 2009: 28). Definisi lain menyebutkan bahwa sekolah merupakan suatulembaga yg memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Sekolah dapatmengembangkan dan menaikkan pola pikir anak karena pada sekolah mereka belajarbermacam-macam ilmu pengetahuan. (Hamalik, 2003: 5). Lingkungan sekolah adalahtempat belajar turut mensugesti taraf keberhasilan belajar. Keadaan gedungsekolah letaknya, dan indera-indera belajar yang jua ikut menentukankeberhasilan belajar siswa” (Muhibbin Syah, 2006: 152).
 Letak gedungsekolah harus memenuhi syarat-kondisi misalnya nir terlalu dekat dengan jalan,kebisingan atau ramai, memenuhi syarat-kondisi yang sudah ditentukan dandidukung sang  pengajar, staf administrasisekolah juga dapat menghipnotis semangat belajar siswa. Para guru yangmenunjukkan sikap serta perilaku yg simpatik, contohnya rajin membaca danberdiskusi bisa sebagai daya dorong yg positif bagi kegiatan belajar murid,(Suryabrata, 2006 :233).
Lingkungan sekolah terbagi atas 3 bagian yaitu,(1) Lingkungan fisik sekolah seperti wahana serta prasarana belajar,asal-asal belajar,& media belajar, (dua) Lingkungan sosial menyangkuthubungan anak didik menggunakan sahabat-temanya, guru-gurunya, dan staf sekolah yang lain,(3) Lingkungan Akademis yaitu suasana sekolah serta aplikasi aktivitas belajarmengajar & berbagai aktivitas kokurikuler, (Sukmadinah, 2004: 164).
Berdasarkanuraian pada atas bisa disimpulkan bahwa lingkungan sekolah merupakan loka bagisiswa buat belajar bersama teman-temannya secara terarah guna menerimatransfer pengetahuan berdasarkan guru yg didalamnya meliputi keadaan kurang lebih suasanasekolah, relasi siswa menggunakan teman-temannya, relasi murid dengan pengajar dandengan staf sekolah, kualitas pengajar serta metode mengajarnya, keadaan gedung,masyarakat sekolah, rapikan tertib, fasilitas-fasilitas sekolah, serta saranaprasarana sekolah.lingkungan sekolahterkait dengan metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru menggunakan anak didik,relasi anak didik dengan siswa, disiplin sekolah. Lingkungan sekolah mencakupkeadaan sekolah, suasana sekolah, keadaan gedung, warga sekolah, tatatertib dan fasilitas-fasilitas sekolah. Seperti jua pada bukunya Dimyati danMudjiono bahwa dalam prasarana pembelajaran mencakup gedung sekolah, ruangbelajar, lapangan olah raga, ruang ibadah, ruang kesenian serta alat-alat olahraga. Sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku bacaan indera danfasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media pembelajaranlainnya. Lingkungan sekolah jua memegang peranan krusial bagiperkembangan belajar para siswanya. Lingkungan ini meliputi lingkungan fisiksekolah misalnya lingkungan sekitar sekolah, wahana serta prasarana belajar yangada, sumber-sumber belajar serta media belajar dan sebagainya. Lingkungan sosialmenyangkut interaksi murid dengan kawan-kawannya, guru-guru dan staf sekolahlainnya. Lingkungan sekolah pula menyangkut lingkungan akademis, yaitu suasanadan aplikasi aktivitas belajar -mengajar, aneka macam kegiatan kokulikuler dansebagainya.
Lingkungan sekolah merupakan fasilitas ataubenda-benda pendidikan bisa dilihat berdasarkan fungsi jenis atau sifatnya, yaitu :

1.ditijau dari berdasarkan fungsingnya terhadapproses belajar mengajar, prasarana pendidikan berfungsi tidak eksklusif(kehadirannya tidak sangat menetukan). Sedangkan  wahana pendidikan berfungsi pribadi(kehadirannyan sangat menentukan) terhadap proses belajar mengajar.
2.ditinjau menurut jenisnya, pasilsitaspendidikan bisa dibedakan sebagai pasilitas fisik dan nonfisik
3.ditinjau menurut sifat barangnya,benda-benda pendidikan bisa dibedakan menjadi barang beranjak dan barang tidakbergerak, yang kesemuanya bisa mendukung pelaksanaan tugas, (Gunawan, 1996:115)
Secarasingkat ketiga tinjauan atau benda-benda pendidikan tersebut bisa dijelaskansebagai berikut:
1.ditinjau dari fungsinya terdapat prosesbelajar mengajar ( PBM ) prasarana pendidikan berfungsi tidak eksklusif (kehadiranya tidak sangat memilih ).termasuk pada prasarana Pendidikanadalah tanah,page, pagar, flora, gedung bangunan sekolah, jaringan jalan,air, listrik, telepon, dan perabot/mobiler, sedangakan sarana pendidikanberfungsi eksklusif ( kehadirannya sangat menentukan ) terhadap PBM, sepertialat pelajaran, indera peraga, indera praktek serta media pendidikan.
2.ditinjau dari jenisnya, fasilitaspendidikan bisa dibedakan sebagai fasilitas fisik serta non fisik. Fasilitasfisik atau fasilitas material yaitu segala sesuatu yg berwujud benda matimempunyai peran buat memudakan atau melancarkan sesuatu usaha, sepertikendaraan, mesin tulis, personal komputer , perabot alat peraga, model, media, dansebagainya. Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda tewas, ataukurang bisa disebut benda atau di bendakan, yang memiliki peranan untukmemudakan  atau melancarkan sesuatu usahaseperti manusia, jasa, uang.
3.barang berkiprah atau barangberpindah/dipindahkan dikelompokan menjadi barang berkecimpung serta barang tidakbergerak, yg kesemuanya bisa mendukung aplikasi tugas.
Lingkungan sekolah merupakan fasilitas ataubenda-benda atau barang nir berpindah dan bisa atau dipindahkan dikelompokanmenjadi 2 barang habis pakai serta barang tak habis gunakan.
1.barang habis gunakan merupakan barang yangsusut volumenya pada saat dipergunakan, dan pada janga saat tertentu  barang tadi dapat susut terus sampaihabis atau nir berfungsi lagi. Seperti kapur tulis, tinta, kertas, spidol,penghapus, sapu dan sebagainya
2.barang tidak habis pakai artinya barang–barang yg dapat digunakan berulang-berulang dan nir susut volumenya semasadigunakan dalam jangka waktu yg relatif usang, tetapi permanen memerlukanperawatan agar selalu siap pakai buat pelaksanakan tugas, seperti mesin tulis.komputer, mesin stensil, kendaraan, prabot, media pendidikan serta barang tidakpakai adalah barang yang nir berpindah-pindah letaknya atau tidak bisadipindahkan, seperti tanah, bangunan/gedung, sumur, menara, air, dansebagainya, ( keputusan menteri Keuangan Nomor 225/MK/V1971 tanggal 13 april1971 )
Selanjutnyalingkungan sekolah pula adalah fasilitas yg digunakan sang seluruhkomponen sekolah buat menujang kegiatan proses belajar mengajar yang ditinjaudari fungsi serta perananya pada proses belajar mengajar, maka wahana pendidikandapat dibedakan sebagai beberapa bagian yaitu :
1.alat pelajaran
Alat pelajaran adalah indera yangdigunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar. Alat ini mungkinberwujud buku tulis, gambar-gambar, indera-indera tulis menulis lain seperti kapur,penghapus dan papan tulis maupun alat-indera peraktek semuanya termasuk kedalamlingkup indera pelajaran, Arikunto, (1987: 10).
2.alat peraga
Alat peraga mempunyai arti yg luas.alat peraga seluruh indera pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa bendaataupun perbuatan berdasarkan yg tingkatanya paling kongrit sampai yang palingabstrak yg dapat mempermuda anugerah pengertian ( penyampaian konsep )kepada siswa. Di samping itu indera peraga sangatlah krusial bagi guru untukmewujudkan dan mendemonstrasikan bahan pedagogi guna menberiakan pengertianatau gambaran yg jelas mengenai palajaran yg diberikan. Hal itu sangatmembantu anak didik  buat nir menjadi siswaverbalis ( Subari, 1994: 95 ).
3.media pengajaran
Kata media berasal berdasarkan bahasa latin serta merupakanbentukm jamak dari kata medium yg secara harfiah barati parantara ataupengantar ( Sadiman 2007: 11 ). Media adalah indera bantu apa saja yg dapatdijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pedagogi. Mediamerupakan sesuatu yg bersifat menyalurkan pesan serta bisa merangsang pikiranperasaan kemauan siswa sehinga dapat mendorong terjadinya proses belajar padadirinya ( Asnawir dan Basyrudin,2002: 11 )
MenurutRamayulis ( 2002: 180), alat media pendidikan atau pengajaran mempunyai perananyang sangat krusial. Sebab indera atau media merupakan wahana yang membantuproses pembelajaran terutama yg berkaitan menggunakan alat telinga danpenglihatan. Adanya indera media bisa meningkatkan kecepatan proses pembelajaran muridkarena bisa membuat pemahaman anak didik lebih cepat juga.
Ketigamedia ini bisa digunakan buat memudakan pengajar pada menyampaikan materipelajaran, memperjelas penyajian pesan serta liputan  serta bisa menaikkan serta mengarahkanperhatian anak sebagai akibatnya bisa mengakibatkan motifasi  belajar, karena berinteraksi pribadi denganlingkungannya. Kemungkinan murid buat belajar sendiri-sendiri sesuai dengankemampuan serta  minatnnya. Mediapengajaran harus benar-benar dimampaatkan dengan seoptimal mungkin maka tujuanpendidikan dapat berjalan secara efektif serta efisen dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Sedangakanjenis-jenis wahana pendidikan yg berada dilingkungan sekolah bisadiklasipikasilkan sebagai, dua macam yaitu:
1.prasarana pendidikan secara langsungdigunakan buat proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruangperpustakaan, ruang praktek keterampilan, dan ruangan laboratorium.
2.prasarana sekolah keberadaan yg tidakdigunakan buat proses belajar mengajar, namun secara langsung sangat terjadimenunjang terjadi proses belajar mengajar. Beberapa model prasarana sekolahjenis terakhir tersebut antara lain merupakan ruang kantor, kantin sekolah, tanahdan jalan yg menujuh sekolah, kamar mini , ruang bisnis  kesehatan sekolah, ruang pengajar, ruang kepalasekolah, dan tempat pakir kendaraan (Ibrahim, 2003: 3).
Sedangkanmenurut Arikunto (1993: 10) mengemukakan bahwa yang termasuk kedalanklasifikasi prasarana pendidikan yang ada dilingkungan sekolah adalah:
1.bangunan sekolah ( tanah dan gedung )yg meliputi lapangan, halaman kantor, ruang kelas, ruang pengajar, kantor, ruangpraktek, ruang tamu, ruang ketua sekolah, ruang perpustakaan, laboratorium,musholla, kamar mini , dan sebagainya.
2.perabot sekolah, yg meliputi: mejaguru, meja siswa, kursi, lemari, rak buku, sapu, kotak sampah, indera-alatkantor.
Jadi menurut penerangan menurut teori-teori diatasdapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah merupakan semua perangkat ataufasilitas atau perlengkapan dasar secara eksklusif dan nir pribadi digunakan buat menujang proses pendidikan serta demi tercapainya tujuan,khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang, meja, kursi,indera-indera media pengajaran, ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktekketerampilan dan ruang laboratorium dan sebagainya. Masalah wahana prasaranapendidikan merupakan faktor yg sangat krusial terhadap proses belajarmengajar buat mendapatkan prestasi belajar yg baik. Untuk itu fungsi danperanan sekolah, guru serta personel sekolah menjaga sarana serta parasarana pendidikanyang ada dilingkungan sekolah dengan baik agar benar-sahih menentukankeberhasilan proses belajar mengajar untuk menaikkan prestasi belajar anak didik.
B.konsep Prestasi Belajar

Setiaporang dalam mengerjakan suatu kegiatan termaksuk belajar selalu mengiginkanperestasi yang baik. Dalam hal ini, pengertian perestasi belajar secara garisbesar wajib bertitik tolak pada pengertian belajar itu sendiri. Prestasibelajar merupakan output yg telah dilakukan atau di kerjakan, prestasi yangdimaksudkan disini merupakan suatu hasil yg dicapai mengenai pendidikan danpembelajaran, Dekdikbut (2001: 895). Hal serupah dikemukakan oleh Slameto(2003) bahwa belajar merupakan suatu proses bisnis yang dilakukan seseorang untukmemperoleh suatu perubahan tingkah laris yg baru secara holistik, sebagipengalaman sendiri dalam hubungan lingkungan. (//www.sunartonis.worddpres.com/22/12/2009) pengertian-prestasi-belajar). Selaras menggunakan pendapatdi atas, Nawawi, (2002; 5) bahwa prestasi belajar adalah perubahan tingkah lakudari nir tau sebagai tau, baik mengerti, tidak dapat melakukan sebagai dapatmelakukannya. Selanjutnya Gagne pada Nawawi (2002;4-5) menyatakan bahwabelajar terjadi apabila suatu stimulis beserta menggunakan isi ingatan mempengaruhisiswa sebagai akibatnya perbuatannya berubah berdasarkan saat sebelum mengalami situasi itukewaktu sesudah mengalami situasi tersebut. Withenrington menyatakan bahwabelajar adalah suatu perubahan dalam keperibadian yg menyatakan berdasarkan sebagaipola baru pada reaksi kecakapan, perilaku, norma, kepandaian, atau suatupengertian. Belajar adalah setiap perubahan yang nisbi menetap dalam tingkahlaku yang terjadi menjadi output berdasarkan latihan pengamalan.
Slameto,(2003: 2) menyampaikan bahwa prestasi belajar adalah suatu proses bisnis yangdilakukan seorang buat memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secarakeseluruhan, menjadi output pengalamannya sendiri dalam hubungan denganlingkungannya. Lebih jauh Sudjana, (2004: 22) mengemukakan bahwa prestasi belajaradalah kemampuan-kemampuan yg dimiliki sang murid sehabis ia menerimapengalaman belajarnya, pada antara hasil belajar dan prestasi belajar mempunyaiarti yg sama, karena output belajar merupakan bagian dari preatasi. 
MenurutMustakim (1998:89) belajar merupakan bukan semata-mata mengumpulkan ataumenghafalkan kabar-kabar yg tersaji dalam bentuk keterangan atau materipelajaran, namun belajar adalah suatu proses, perubahan pengetahuaan,pengalaman perilaku serta tingkah laris, norma serta perubahan aspek-aspek yanglain yg ada dalam individu yang belajar (Nana, 1998: tiga).
Sedangkanmenurut, Tu’u (2004: 76) mengatakan bahwa prestasi belajar belajar tebagi atas3 bagian yaitu: (1) prestasi belajar adalah hasil belajar yg dicapai siswaketika ia mengikuti dan mengerjakan tugas atau pembelajaran di sekolah, (2)prestasi belajar bisa dinilai menurut aspek kognitip, (3) prestasi belajardibuktikan serta ditujukan melalui nilai atau angka berdasarkan output penilaian yangdilakukan oleh pengajar terhadap tugas-tugas serta output ulangan atau output ujianyang sudah ditempuh dalam kurun waktu yg ditetapkan.
Selainprestasi belajar yang perlu dipahami juga merupakan hasil belajar tersebut.menurut Mappa dalam Hasbullah (2003: 16) menyatakan bahwa output belajar adalahsebuah prestasi yang didapatkan sang murid pada bidang study tertentu danuntuk meperolehnya dengan mengunakan tes sebagai pengukur keberhasilan siswa.sementara berdasarkan Muhammad (2004: 93) mengatakan bahwa selain prestasi danhasil belajar yang perlu diperhatikan merupakan evluasi belajar, lantaran untukmengetahui berhasil atau tidaknya harus diadakan evaluasi. Kegunaan evaluasibelajar merupakan buat menyempurnakan proses belajar mengajar, menggunakan adanyaevaluasi secara teratur bukan hanya buat mengetahui taraf daya serap dankemampuan anak didik, tetapi yg terpenting merupakan bagaimana memampaatkanhasil belajar tersebut. Sekaligus memperbaiki dan meyempurnakan proses belajarmengajar, oleh karenanya, fungsi penilaian sangat baik pada rangkameningkatkan kemampuan prestasi belajar murid sebagai kinerja sekolah secarakeseluruhan.
            Menurut Djamarah (1994; 19) bahwaperestasi merupakan hasil berdasarkan sebuah aktivitas yang telah dikerjakan, diciptakan,baik secara individual maupun grup, lebih lanjut dijelaskan bahwa prestasiadalah apa yang telah diciptakan, output serta pekerjaan yg menyenangkanhati  yang diperolah dengan keuletankerja.
Dariuraian diatas penulis bisa menyimpulkan bahwa perestasi belajar merupakanhasil dari sesuatu aktivitas yg dicapai atau dikerjakan baik secara individumaupun secara grup yang bisa menyenagkan hati, diperolah melaluiperjuanggan yang secara ulet , dalam bidang aktivitas tertentu. Prestasi belajarmempunyai fungsi menjadi berikut : (1) menjadi indikator dan kuantitas pengetahuantelah dikuasai anak didik, (dua) menjadi lambang pemuasan asa ingin memahami, (3)menjadi informasi dan motivasi pendidikan, (4) menjadi indikator dari suatuinstitusi pendididkan , (lima) menjadi indikator daya serap anak didik (Arifin1998; tiga).
Prestasibelajar dimaksudkan adalah perestasi belajar yg adalah output interaksiberbagai faktor yang mempengaruhi proses belajar secara keseluruhan. Hasilinteraksi tadi mengakibatkan adanya perbedaan perestasi belajar antaraindividu yg satu dengan yg lain. Prestasi merupakan suatu kecakapan yangakan dicapai melalui proses belajar di sekolah yang diyatakan dengannilai-nilai prestasi belajar menurut output tes perestasi belajar (Surya,2001: dua-9).
Prestasibelajar tidak nir sekedar menguasai sekumpulan kemampuan baru atau hal-halyang berkaitan menggunakan akademi saj, tetapi lebih menurut itu, prestasi belajar jugamelibatkan perkembangan emosional, hubungan sosial, dan bahkan perkembangankepribadian, (Lutipah, 2012: 69).
Prestasibelajar adalah hasil berdasarkan penilaian belajar bagi kebanyakan orang berartiulangan serta maksud ulangan tadi untuk memperoleh suatu nomor dalammenentukan berhasil tidaknya seorang anak didik dalam belajar tadi, (Winarno,1985: 32).
Prestasibelajar merupakan output yang dicapai, dikerjakan, dilakukan, dalam hal ini pretasibelajar adalah hasil pekerjaan atau output penciptaan orang lain yangdiperoleh menggunakan ketelitian kerja dan perjuangan yg membutuhkan pikiran,(Poerwodarminto, 1991: 45).
Prestasibelajar merupakan nlai-nilai hasil belajar yang dalam dasarnya mencerminkansejauhmana keberhasilan murid dalam mencapai tujuan pendidikan yg diwujudkandengan prilaku yang ditentukan masing-masing bidang studi, dengan demikianprestasi belajar adalah bukti keberhasilan bisnis yg telah dicapai olehseseorang serta diwujudkan menggunakan perubahan tingkahlaku baik pada aspekpengetahuan maupun keterampilan, Prayetno, 2000: 23). 
Prestasibelajar siswa ditentukan sang 3 faktor yaitu, (1) faktor internal yaitukeadaan atau syarat jasmani dan rohani anak didik, (2) faktor eksternal yaknikondisi lingkungan sekitar mencakup , (3) faktor pendekatan belajar.
  Ketiga faktor tadi pada atas masing-masingmempunyai aspek yaitu :
1.faktor internal terbagi atas 2 aspek
a.aspekpisiologis
Padaumumnya jasmani yang memadai yakni taraf kebugaran organ-organ tubuh yangdapat menghipnotis semangat intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.
b.aspekpsikologi
Faktor rohani yg dalam umumnyadipandang lebih esensial yakni taraf kecerdasan, inteligensi murid, sikapsiswa, bakat anak didik, minat murid, dan motivasi siswa.
2. Faktor eksternal
a. Faktor lingkungan sosial
Faktor yang termasuk lingkungan sosialyakni famili, guru, staf, dan rakyat.
b. Faktor lingkungan nonsosial
Faktor yang termasuk lingkungannonsosial yakni rumah, sekolah, peraltan dan alam.
3.faktorpendekatan belajar
Yakni jenis upaya belajar siswa yg meliputistrategi dan metode yang digunakan siswa buat melakukan aktivitas pembelajaran.pendekatan belajar serperti yg telah diuraikan di atas dapat dipahami sebagaisegala cara atau starategi yg dipakai anak didik dalam menunjang keefektifan danefesiensi proses pembelajaran materi eksklusif. Strategi dalam hal ini beartiseperangkat langkah operasional yg direkayasa sedemikian rupa untukmemecahkan kasus buat mencapai tujuan pembelajaran, (Muhaibin Syah, 1999: 156). 
Berdasarkanpada uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perestasi belajar siswa merupakan nilaitertinggi atau rata-rata daya serap murid yg dicapai pada belajarnya.prestasi belajar merupakan hasil yang sudah dicapai dalam setiap bidang studi.prestasi belajar ini sesungguhnya merupakan akumulasi berdasarkan aneka macam hal yangbersinergi dalam membimbing, mengarahkan anak kearah penguasaan serta pemahamanseorang anak terhadap materi pelajaran yang diberikan pada mereka. Perestasibelajar bukan adalah hasil akhir semata-mata, akan tetapi dia merupakan arahyang sebagai tujuan berdasarkan serangkaian aktifitas belajar mengajar baik dalamkelas juga diluar kelas.
Prestasibelajar dapat menunjukan taraf kemampuan siswa dalam usaha melaksanakan tugasbelajar yang diembannya, maka prestasi belajar bisa tercapai manakala terjadihasil belajar yang dicapai murid sinkron menggunakan perubahan sikap serta tingkahlakupada diri siswa sebagai akibatnya prestasi belajar itu sendiri nir terlepas darikeberhasilan sesudah melaksanakan proses belajar mengajar pada kurun waktuyang telah ditetapkan. Dengan demikian, prestasi belajar merupakan output atautarap kemampuan yang dimiliki sang anak didik pada bentuk nomor berupa nilai raporsetelah melaksanakan prose belajar mengajar yg dilakukan sang pengajar pada matapelajaran tertentu sinkron tujuan pendidikan yg sudah ditentukan sang karenaitu, semakin baiknya penujang keberhasilan tadi khususnya  lingkungan sekolah semakin baik pula pertasibelajar murid.



C.PenelitianYang Relevan

Beberapapenelitian yg relevan dengan penelitian ini serperti penelitian yangdilakukan sang Soemarno dan Wirjanto (2008) mengenai pengaruh lingkungansekolah terhadap prestasi belajar murid Sekolah Dasar Negeri I Karang Agung. Hasilpenelitian menyampaikan bahwa masih ada dampak positif yang signifikan antaralingkungan sekolah dengan prestasi belajar anak didik pada Sekolah Dasar Negeri 1 Karang Agung.kontribusi efektif variabel lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswasebesar 77,44 % menggunakan koefisien hubungan 0,88.
D.Kerangka Pikir

Lingkungansekolah merupakan segala sesuatu yang menghipnotis ketenangan belajar murid baikdalam bentuk aspek fisik maupun aspek non fisik. Termasuk pada aspek fisikyaitu kelengkapan sarana prasarana, sedangkan pada aspek non fisik yaiturelasi anak didik dengan murid masyarakat sekolah. Lingkungan sekolah yg baik akanmenujang kegiatan belajar murid demi mencapai prestasi yang lebih baik, sesuaiapa yg pada harapkan sekolah.
Tabel  1. Kerangka pikir

Tentang-soal.