Iklan Responsive

Bahan Pewarna Makanan Berbahaya

Bahan Pewarna Makanan Berbahaya - Mengingat banyaknya produk olahan yang mengandung bahan pewarna berbahaya yang beredar pada kurang lebih kita, maka kita diwajibkan untu berhati-hati waktu akan membeli produk kuliner.
Apabila olahan yg akan Anda beli merupakan jajanan pasar, amatilah warnanya menggunakan baik, hidari jajanan menggunakan rona mencolok lantaran kemungkinan pewarna yang dipakai merupakan pewarna tekstil. Jika makanan olahan dikemas pada kemasan, amatilah komposisi yg tertera dalam label kemasan tersebut. Pastikan bahan-bahan pewarna yang digunakan aman bagi kesehatan.
Bahan Pewarna Makanan Berbahaya

Di pasaran poly sekali bahan pewarna non pangan yg dijual, yaitu pewarna tekstil. Jenis pewarna ini acapkali disalahgunakan oleh para pembuat nakal buat memberi rona pada poduk olahannya. Pewarna tersebut diantaranya  : Auarium, Sudan I, Ponceau 3R, Metanil Yellow, Rhodamin B, Violet 6B, Scalet GN, Ponceau 6R, Ponceou SX, Orchid and Orcein, Orange GGN, Orange G, Oil Yellow Ob, Oil Yellow AB, Oil Orange XO, Oil Orange SS, Magenta, Fast Red E, Guinea Green B, fast yellow AB, Chocolate Brown FB, Chrysoine, Indanthene Blue RS, Black 7984, Burn Umber, Alkanet, Citrus Red No 2 dan Chrysoindine.
Silahkan baca jua  :  Ciri-karakteristik kuliner mengandung formalin
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 239/Menkes/Per/V/85 menyatakan bahan-bahan tadi dinyatakan menjadi bahan-bahan berbahaya dan dilarang menggunakan pewarna-pewarna tadi pada makanan karena mengandung sisa logam berat yang bisa berdampak negatif terhadap kesehatan.
penyalah gunaan methanil yellow serta rhodamin B dalam kuliner mampu mengakibatkan iritasi mata dan kulit. Jika masuk kedalam tubuh akan mengakibatkan iritasi saluran pencernaan, keracunan, memmicu munculnya kanker kelenjar getah bening, serta kerusakan ginjal sebagai akibatnya air seni berwarna kuning atau merah. Jika akumulasi pewarna ini berlansun lama bisa mengakibatkan kerusakan kulit, hipopigmentasi, hiperpigmentasi, gangguan fungsi hati dan kanker hati.
Berdasarkan output penelitian sang BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pada laboratorium dalam sejumlah sampel maknan dan minuman, ditemukan adanya pewarna berbahaya yg dari berdasarkan menurut pewarna tekstil jenis rhodamin B dan methanil yellow. Jenis kuliner ini umumnya dijual pada sekolah-sekolah dan poly dikonsumsi oleh anak-anak, seperti saos, sirop, kerupuk, arum cantik, kornet, cendol, permen, dan produk minuman seperti limun.
Untuk menhindari dampak negatif berdasarkan pewarna berbahaya, terdapat baiklnya mengenali karakteristik-ciri kuliner atau minuman yang memakai bahan pewarna yg brbahaya.
Ciri-ciri kuliner yg mengandung bahan pewarna berbahaya adalah menjadi berikut :
  • Berwarna mencolok, berwarna-warni cerah dan bila terkena cahaya berpendar.
  • Jika dikonsumsi, pewarna ini akan menempel dalam pengecap dan jika terkena kulit susah dihilangkan dengan air.
  • Ada sedikit rasa pahit, terutama dalam sirop atau limun.
  • Muncul rasa gatal ditenggorokan sehabis mengkonsumsinya.
  • Aromanya tidak alami sinkron makanannya.
Dengan semakin maraknya produk olahan dengan bahan pewarna berbahaya terutama yg dijual pada lingkungan sekolahan, usahakan kita lebih berhati-hati pada mengawasi anak-anak kita pada hal jajanan, lantaran bila makan jenis ini dikonsumsi terus-menerus akan berbahaya bagi tubuh.
Demikian kabar tentang makanan dengan bahan pewarna berbahaya yg bisa saya sampaikan, semoga berguna. Salam sehat selalu.
Sumber :  BPOM

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel