Analisa Konsep Konsep Tentang Kriminologi dan Perkembangannya

W.A. BONGERà Kriminologi menyelidiki segalakejahatan seluas2nya. Bersifat teoritis murni yang mencoba memaparkan sebab2kejahatan menurut aneka macam aliran & melihat banyak sekali gejala sosial sepertipenyakit masy. Yang dievaluasi berpengaruh thd perkembangan kejahatan.

EH.suthERLAND & DONALD R. CRESSEY àKriminologi a/ ilmu berdasarkan banyak sekali ilmu pengetahuanyg mengusut kejahatan sbg fenomena sosial meliputi :

  1. Sosiologihukum sbg analisa atas kondisi2 perkembangan aturan pidana.
  2. Etiologikriminal yg mencoba melakukan analisa ilmiah mengenai sebab2 kejahatan.
  3. Penologi ygmenaruh perhatian atas perbaikan narapidana.

EH.suthERLAND & KATHRINE S.willIAMSàKriminologi a/ ilmu berdasarkan banyak sekali ilmu pengetahuanyg menilik kejahatan sbg fenomena sosial yang meliputi study tentang :

  1. karakteristikhk.pidana
  2. keberadaankriminalitas
  3. pengaruhkejahatan thd korbannya dan thd masy.
  4. metodapenanggulangan kejahatan.
  5. atributpenjahat.
  6. karakteristik& bekerjanya sistem peradilan pidana.

KRIMINOLOGI TERAPAN :


  1. HIGIENE KRIMINIL. Usahayg bertujuan u/mencegah terjadinya kejahatan. Misalnya bisnis yang dilakukanpemerintah u/menerapkan UU, sistem jaminan hidup & kesejahteraan ygdilakukan semata-mata u/mencegah terjadinya kejahatan.
  2. POLITIK KRIMINIL. Usahapenanggulangan kejahatan dimana suatu kejahatan sudah trjadi. Disini dilihatsebab2 seorang melakukan kejahatan.
  3. KRIMINALISTIK. Ilmu ttgpelaksanaan penyidikan tehnik kejahatan & pengusutan kejahatan.


BONGER MEMBAGI KRIMINOLOGI MENJADI KRIMINOLOGI MURNI YG MENCAKUP :


  1. ANTROPOLOGI KRIMINIL a/ ilmu pengetahuan ttg manusia yg dursila. Ilmu pengetahuan inimemberikan jwban atas pertanyaan ttg org yang jahat dlm tubuhnya mempunyaitanda2. Apakah terdapat hub.antara suku bangsa dgn kejahatan.
  2. SOSIOLOGI KRIMINIL a/ilmu pengetahuan ttg kejahatan sbg suatu tanda-tanda masy.
  3. PSIKOLOGI KRIMINIL a/ ilmupengetahuan ttg penjahat yg dipandang dari sudut jiwanya.
  4. PSIKOPATOLOGI dan NEUROPATOLOGI KRIMINIL adalah ilmu ttg penjahat yang sakit jiwa / urat syaraf.
  5. PENOLOGI a/ ilmu ttgtumbuh & berkembangnya sanksi.

MARTINL. HASKELL&LEWIS YABLONSKYàKRIMINOLOGI MENCAKUP ANALISA2 TTG :


  1. Sifat danluas kejahatan
  2. sebab-sebabkejahatan
  3. perkembanganhk.pidana serta pelaksanaannya.
  4. ciri2 (tipologi ) pelaku kejahatan
  5. pola2kriminalitas dan perubahan sosial.

ALIRAN KLASIK :


  1. Tdk dptmenjelaskan mengapa seseorang melakukan kejahatan.
  2. Lebih bykmempersoalkan anggaran yang seharusnya diberlakukan u/memelihara ketertiban &kedamaian dlm masy.
  3. Cenderung u/menempatkan pidana sbg satu2nya jln keluar mengatasi pelanggaran2 yang telahdisepakati masy.
  4. Lbh relevandgn perkembangan hk.pidana
  5. Menerimasepenuhnya definisi kejahatan.

ALIRAN POSITIF :


  1. Dptmenjelaskan mengapa seorang melakukan kejahatan,
  2. Lbh menekankankpd usaha yang bersifat ilmiah u/ tujuan memelihara ketertiban melalui studi& penelitian ttg tingkah laku insan.
  3. Setiappelanggaran thd perjanjian sosial eksklusif harus ditanggapi sbg suatu ygabnormal sebagai akibatnya tanggung jwb atas pelanggaran tsb bukan sepenuhnya beradapada pelanggar, melainkan jg pada masy. Secara keseluruhan.
  4. lebih relevanbagi perkembangan studi kejahatan (kriminologi).
  5. menolak &menerima definisi kejahatan dari segi psychology.

ALIRAN SOCIAL DEFENCEàlandasanpemikiran :


  1. Tdk bersifat deterministic
  2. Menolak tipologi yang bersifat kaku ttg penjahat& menitikberatkan dalam keunikan kepribadian insan.
  3. Meyakinisepenuhnya nilai2 moral.
  4. Menghargai sepenuhnya kewajiban2 masy.thdpenjahat, dan mencoba membentuk keseimbangan antara masy.&penjahat sertamenolak mempergunakan pendekatan yg bersifat security sbg suatu alatadministrative.
  5. Menolak mempergunakan penemuan2 pengetahuan, danmenggantikannya dgn sistem yg terkini “politik kriminil”.



PERKEMBANGAN KRIMINOLOGI U/ MENJADI DISIPLIN ILMU YGBERDIRI SNDIRI, BHW KRIMINOLOGI :

  1. Merupakan studi ttg tingkah laris manusia tidaklah tidak sinkron dgn studi ttg tingkah laku lainnya yg bersifat non-kriminil.
  2. Merupakan ilmu yg bersifat inter & multi disiplin bukan ilmu yg bersifat mono-disiplin.
  3. Berkembang sejalan dgn perkembangan ilmu pengetahuan lainnya.
  4. Perkembangan studi kejahatan telah membedakan antara kejahatan sbg suatu tingkah laku & pelaku kejahatan sbg subyek perlakuan wahana peradilan pidana.
  5. Telah menempatkan dirinya sejajar dgn ilmu pengetahuan lainnya, tdk lagi merupakan bagian daripadax.

PRINSIP BECCARIAMENGENAI SISTEM KEADILAN :

  1. Pembentukan suatu masy. Yang didasarkan pada kontrak u/ menghindarkan perang & kekacauan.
  2. Sumber hukum a/ UU dan bkn Hakim, oleh karena itu hanya UU yg dpt menentukan sanksi bagi kejahatan & kekuasaan u/ membentuk hukum pidana hanya ada pd penghasil UU.
  3. Tugas sbnrnya menurut hakim hanya memilih kesalahan seseorang.
  4. adalah hak berdasarkan negara u/ menghukum.
  5. Harus ada suatu skala kejahatan & hukuman.
  6. Sengsara (sakit) & kesenangan a/ dasar berdasarkan motif2 insan.
  7. Perbuatannya & bukan kesalahannya yang meruapakan berukuran & besarnya kerugian yang diakibatkan o/ kejahatan.
  8. Prinsip dasar dari hk.pidana terletak dari hk.pidana terletak dalam sanksi2 positif.

OBYEK STUDI KRIMINOLOGI MELINGKUPI :

  1. Perbuatan yg dianggap sbg kejahatan.
  2. Pelaku kejahatan
  3. Reaksi masy. Yg ditujukan baik thd perbuatan juga thd pelakunya.


KEJAHATAN adalah perilakumanusia yang melanggar kebiasaan  ( hk.pidana), merugikan, menjengkelkan, mengakibatkan korban2, sebagai akibatnya tdk dpt dibiarkan.


SASARAN PERHATIAN YG LAYAK BAGI KRIMINOLOGI ADALAH :

  1. Mereka yang sudah diputuskan pengadilan pidana sbg narapidana krn perbuatan yang dilakukannya.
  2. Memasukan populasi penjahat a/ org2 yang telah ditahan.
  3. Dalam White Collar Crime misalnya mereka yang melanggar UU Pidana namun yg dioroses secara non justisial dan berbagai pendapat lain.

4 GOLONGAN PENJAHAT :


  • BORN CRIMINAL y/ org berdasarkandoktrin atavisme (adanya sifat hewani yang diturunkan oleh nenek moyang manusia).
  • INSANE CRIMINAL y/ org2 yg tergolongkedlm kel.idiot, paranoid.
  • OCCASIONAL CRIMINAL ( CRIMINALOID) y/pelakukejahatan dari pengalaman yg terus menerus sebagai akibatnya mempengaruhipribadinya.
  • CRIMINAL OF PASSION y/ pelaku kejahatanyg melakukan tindakannya krn marah, cinta / krn kehormatan.

TEORI2 YG MENITIKBERATKAN PADA KONDISIINDIVIDU PENJAHAT, diantaranya :


  • TEORI PSIKIS, dimanasebab kejahatan dihub.kan dgn kondisi kejiwaan ssorang. Sarana yg digunakan a/tes2 mental misalnya tes IQ.
  • Teori yg menyatakan bhw penjahatmemiliki bakat yg diwariskan sang org tuanya.
  • TEORI PSIKOPATI, mencari sebab2kejahatan menurut syarat jiwanya yg abnormal.
  • Teori bhwkejahatan sbg gangguan kepribadian.

TEORI LABEL

Diartikan menurut segi pandangan pemeberian namayaitu bahwa sebab utama kejahatan dpt dijumapi dlm anugerah nama / label olehmasy.utk mengidentifikasi anggota2 eksklusif pd masy.nya.

4 UNSUR KUNCI DALAM TEORI SOSIAL MENGENAI PERILAKUKRIMINAL :


  • Kasih saying, meliputikekuatan suatu ikatan yg ada antara individu & saluran primer sosialisasi,seperti org tua, pengajar & para pemimpin masy.
  • Komitment, melihat investasi dlmsuasana konvensional serta pertimbangan bagi tujuan2 u/ hari depan ygbertentangan dgn gayahidup delikuensi.
  • Keterlibatan,yg merupakan berukuran kesamaan seorang u/ berpartisipasi dlm kegiatan2konvensional mengarahkan individu kpd keberhasilan yg dihargai masy.
  • Kepercayaan, memerlukan keabsahan moralnorma2 sosial serta mencerminkan kekuatan sikap konvensional seseorang.

Tag Search :
konsep dasar kriminologi
dasar hukum kriminologi
dasar dasar kriminologi
kriminologi hukum
hubungan kriminologi dengan aturan pidana
hubungan kriminologi dengan penologi
kriminologi di indonesia
kriminologi serta aturan pidana
kriminologi dalam arti sempit
contoh kriminologi kritis
cabang kriminologi
catatan kriminologi
kriminologi bagi aturan pidana
kriminologi bahan kuliah
kriminologi bukan suatu ilmu
kriminologi adalah
aliran kriminologi
artikel kriminologi


Tentang-soal.